Pelupa? Jangan Tuduh Penyakit Tua!

Penulis: Darmansyah

Minggu, 15 Juni 2014 | 16:07 WIB

Dibaca: 0 kali

“Pelupa? Ya, penyakit tua.” Itu sepenggal jawaban klise ketika sesama manula bertemu di sebuah pertemuan.

Betulkah? Bisa jadi. Paling tidak, sebuah ilustrasi, seperti diceritakan oleh seorang kawan tentang uring-uringannya mengingat sebuah nama yang tak pernah terangkat di memorinya sempat menimbulkan “amarah” terhadap kepikunannya.

“Sudah pikun saya,” katanya dengan nada sedih.

Padahal pelupa tidak hanya milik manula. Banyak orang yang masih dalam usia produktif sudah sering lupa. Ternyata bukan hanya faktor pertambahan usia yang membuat kita jadi pelupa.

Menurut sebuah p[enelitian terbaru ada sejumlah faktor gaya hidup yang membuat memori jadi kendur.

Memori bisa jadi kendur seusai pembedahan. Belum diketahui sebab pastinya, apakah ini dampak dari obat-obatan anestesi terhadap otak atau reaksi peradangan di dalam tubuh.

“Masalah memori ini jarang terjadi pada mereka di bawah usia empat puluhan tahun. Namun, di atas enam puluhan tahun, dua puluh lima persen orang mengalami penurunan fungsi kognitif tujuh hari setelah operasi dan sepuluh persen masih mengalaminya tiga bulan kemudian,” kata dr Brendan Silbert dari St Vincent’s Hospital, Australia.

Memori bisa juga kendur akibat program diet Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa wanita yang menjalani diet rendah karbohidrat selama seminggu memiliki hasil tes memori lebih buruk dibandingkan wanita yang menjalani pola makan tinggi karbohidrat.

“Studi ini menunjukkan bahwa makanan yang Anda makan bisa berdampak langsung terhadap perilaku kognitif,” kata Prof Holly Taylor yang memimpin penelitian itu.

Teorinya, mengurangi karbohidrat bakal mengurangi glukosa yang ada di otak. Oleh karenanya, otak jadi tidak memiliki energi untuk mengingat banyak hal. Ketika kita kembali makan karbohidrat, masalah memori ini hilang dengan sendirinya.

Selin itu, Prof Osvaldo Almeida dari University of Western Australia menemukan bahwa pasien gagal jantung mengalami perubahan aktual di daerah otak, yang terkait dengan fungsi memori. Almeida bukanlah orang pertama yang mengaitkan masalah jantung dengan memori buruk.

Peneliti dari Perancis menemukan wanita dengan risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi memiliki skor tes memori lebih rendah tujuh persen dibandingkan wanita yang lebih sehat.

“Belum jelas mengapa gagal jantung ada hubungannya dengan hilangnya sel-sel selebral di otak dan menurunnya fungsi kognitif,” kata Almeida.

Namun ia menyarankan mempraktikkan hidup sehat dan menjaga faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes yang mungkin akan membantu menghentikan perburukan memori. Hidup sehat juga membantu mencegah perburukan bagi mereka yang sudah mengalami penyakit jantung.

Bagi penderita asam lambung rendah daya ingatnya bisa berkurang Satu vitamin yang paling penting untuk memori adalah B12 yang terdapat dalam daging.

Vitamin ini sulit diserap tubuh ketika kita mengalami asam lambung yang rendah.

“Dan ketika kita tua, kita secara alami mengeluarkan asam lambung lebih sedikit,” kata Olwen Anderson, ahli naturopati dan nutrisi. Stres juga bisa membuat asam lambung jadi lebih sedikit.

Tanda-tandanya, kita mengalami reflux (makanan naik dari lambung) dan heartburn. Kita juga merasakan bahwa makanan ada di perut setelah makan. Bila kita mengalami hal ini, Anderson menyarankan kita untuk mulai makan dengan makanan pahit. Ini bisa merangsang produksi asam lambung.

Penyebab memori kendor lainnya adalah pengaruh obat-obatan. Dalam buku Younger Brain, Sharper Mind, ahli antiaging dari AS, dr Eric Braverman, bicara soal pentingnya kecepatan otak untuk menyimpan memori.

Ketika berpikir terlalu lambat, ia mengatakan, ”Neuron tidak lagi mengeluarkan informasi, dan informasi baru tidak disimpan dalam memori,” katanya.

Kita kehilangan 7 hingga 10 milidetik kecepatan otak setiap 10 tahun sejak usia 20 tahun. Itulah kenapa memori memudar ketika usia bertambah. Namun, sejumlah hal bisa memperparah memori. Di antaranya penggunaan obat-obatan, baik obat bebas maupun obat resep dokter.

sumber : good health

Komentar