close
Nuga Sehat

“Pekak?” Kenapa Nggak Makan Ikan!!

Anda “budek?” Atawa tuli! Atawa juga pekak! Mulai saat ini jangan khawatir. Sebuah penelitian terbaru yang dikutip dari sebuah rilis jurnal kesehatan oleh “Daily Mail,” surat kabar terbitan Inggris yang terkenal itu, mengungkapkan bahwa mengonsumsi ikan bisa mencegah atau mengembalikan pendengaran Anda.

“Daily Mail” menulis dari sebuah studi yang dipublikasikan secara online di American Journal of Clinical Nutrition, dan mengatakan bahwa kehilangan kemampuan pendengaran seringkali menjadikan orang panik dan menjadikannya sebagai penyakit “mematikan.”

Padahal dengan mengunsumsi ikan secara teratur setiap harinya resiko pekak atau budek atau tuli bisa diturunkan sehingga Anda bisa memiliki pendengaran yang baik.

“Penyakit tuli sering disebut sebagai kondisi kesehatan yang kronis,” tulis jurnal itu.

“Walaupun tuli sering dikatakan sebagai aspek yang tak bisa dihindari dalam proses penuaan, namun identifikasi sejumlah faktor risiko potensial telah memberikan harapan kita pada kemungkinan pencegahan atau penundaan tuli pada seseorang,” ujar Dr Sharon Curhan dari Brigham and Women’s Hospital di Boston seperti dilansir Daily Mail.

Ia juga mengatakan bahwa konsumsi jenis ikan apapun juga mampu menurunkan risiko tuli.

Sebagai informasi, para ahli telah lama menyarankan orang untuk mengonsumsi ikan karena kandungan vitamin dan mineralnya yang beragam sehingga mampu membantu mencegah berbagai penyakit serius.

Sebuah studi di tahun 2008 bahkan menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan satu atau dua kali dalam seminggu dapat menurunkan risiko degenerasi makular, penyebab umum kebutaan yang terjadi akibat proses penuaan pada lansia.

Selain itu, studi dari tahun 2004 menyatakan bahwa konsumsi ikan yang mengandung minyak mampu membantu melindungi tubuh dari penyakit jantung. Sedangkan sejumlah studi lain menunjukkan minyak ikan dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi kadar lemak di pembuluh arteri.

“Manfaat mengonsumsi setidaknya dua porsi ikan dalam seminggu termasuk menjaga tingkat tekanan darah dan meningkatkan kandungan asam lemak dalam tubuh. Dua hal itu dapat menurunkan risiko menderita penyakit kardiovaskular yang merupakan pembunuh nomer satu di AS,” tutur Alison Hornby, juru bicara British Dietetic Association

Mengonsumsi dua porsi ikan dalam seminggu ternyata dapat menurunkan risiko seseorang mengalami tuli.

Ikan yang mengandung banyak minyak seperti ikan sarden, salmon, dan ikan kembung sangat kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang menurut banyak studi mampu membantu menghindari berbagai penyakit mulai dari penyakit hati, demensia, kanker, depresi, dan arthritis.

Namun, belum lama ini studi terbaru telah menunjukkan bahwa konsumsi ikan dengan kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi juga mampu menurunkan risiko tuli.

Para peneliti dari Amerika Serikat itu melibatkan sebanyak enam puluh lima ribu perawat yang kondisi kesehatannya telah diikuti selama delapan tahun.

Dalam kurun waktu tersebut, sebanyak 1sebelas ribu di antaranya, dilaporkan mengalami penurunan kemampuan pendengaran.

Menurut studi tersebut, dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi ikan, mereka yang mengonsumsi ikan setidaknya dua kali dalam seminggu ternyata mengalami penurunan risiko mengidap tuli sebanyak dua puluh persen.

sumber : daily mail co.uk.