Pahit, Tetapi Kok Banyak yang Suka Kopi?

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 November 2018 | 10:14 WIB

Dibaca: 2 kali

Siapa yang bisa membantah bahwa kopi pahit.

Ya kopi itu memang pahit.

Tapi jangan salah kaprah. Ternyata  minuman ini paling digemari oleh banyak orang

Dalam realitanya,  jika kita cermati, kopi memiliki rasa pahit

ebenarnya, apa sih penyebab banyak orang suka minum kopi meski rasa dasarnya adalah pahit?

Pakar kesehatan menyebut rasa pahit biasanya dianggap manusia sebagai peringatan bahwa makanan atau minuman yang sedang dikonsumsi berbahaya atau berpotensi memiliki racun.

Tubuh pun secara alami meminta kita untuk segera memuntahkannya. Hanya saja, hal ini tidak berlaku bagi kopi. Bahkan, jika kopi kehilangan sensasi pahitnya, banyak orang yang menganggap kopi ini kurang mantap.

Memang, tidak semua orang suka minum kopi karena alasannya adalah memiliki rasa yang pahit, namun menurut pakar kesehatan, ada kemungkinan faktor genetik berperan besar dalam membuat kita suka atau tidak suka minum kopi.

“Ada orang yang sensitif dengan kopi sehingga memilih untuk sedikit mengonsumsinya atau bahkan menghindarinya. Hanya saja, banyak orang yang menganggap sensasi pahit pada kopi ini sebagai tanda bahwa kopi ini berkualitas,” ungkap Marilyn Cornelis dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli dari Department of Genetics and Computational Biology, QIMR Berghofer Medical Research Institute, Brisbane, Australia menyebut hal ini sebenarnya juga hampir sama pada saat kita mengecap rasa pahit pada sayuran seperti pare atau daun pepaya.

Ada yang menganggap rasa pahitnya biasa saja, namun ada juga yang menganggapnya sangat pahit. Menariknya, penelitian ini justru mengungkap fakta bahwa orang-orang yang tak tahan dengan rasa pahit pada sayuran juga cenderung tidak suka dengan sensasi pahit kopi.

“Sepertinya faktor genetik ikut berperan dalam keputusan untuk menyukai beberapa jenis minuman seperti teh, kopi, atau minuman beralkohol. Mereka yang tidak suka dengan rasa pahit sayuran cenderung lebih memilih teh daripada kopi. Sementara itu, mereka yang sensitif dengan rasa pahit dari kubis Brussel juga tidak suka dengan minuman beralkohol,” jelas Jue Sheng Ong yang terlibat dalam penelitian terakhir.

Aeperti ditulis  laman Boldsky, salah satu cara untuk mengatasi masalah tekanan darah rendah adalah dengan mengonsumsi kopi.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan kafein di dalam kopi yang bisa menyempitkan pembuluh darah sehingga membuat tekanan darah meningkat secara alami.

Dengan mengonsumsi kopi yang tidak ditambahi kandungan gula atau krim, maka kita pun bisa membuat tekanan darah menjadi normal dalam waktu yang tidak lama.

Minuman lain yang bisa membantu meningkatkan tekanan darah adalah air garam. Sebagaimana kita ketahui, garam seringkali dianggap sebagai penyebab utama masalah tekanan darah tinggi, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan karena dicampurkan di dalam makanan demi menambah kelezatannya.

Jika kita sampai mengalami masalah tekanan darah rendah, ada baiknya mencoba mengonsumsi air yang sudah dicampur dengan setengah sendok teh garam demi membuatnya menjadi normal kembali.

Jus buah ternyata juga bisa membantu mengatasi masalah hipotensi. Hanya saja, jus yang dimaksud bukanlah yang dibuat dari sembarang buah, melainkan yang dibuat dari buah bit.

Dengan mengonsumsi jus buah bit dua gelas sehari secara rutin dalam seminggu, maka kita bisa membantu mengembalikan tekanan darah menjadi normal.

Bahan makanan lain yang bisa membantu kita meningkatkan tekanan darah rendah adalah madu. Dengan mengonsumsi satu sendok madu secara rutin, maka tekanan darah di dalam tubuh bisa dikembalikan ke level yang normal.

Hanya saja, banyak orang yang masih kebingungan untuk membedakan anemia dengan tekanan darah rendah mengingat gejalanya cenderung mirip, yakni tubuh yang lemas dan kepala pusing. Jika memang ragu, ada baiknya kita memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apa penyebabnya.

Lantas berepa lama kefein bisa bertahan dalam tubuh?

Kopi adalah salah satu minuman yang paling dikonsumsi oleh masyarakat khususnya mereka yang bekerja pagi dan butuh semangat. Dengan mengonsumsi kopi, tubuh akan dipenuhi kafein, sehingga rasa kantuk hilang dan tubuh menjadi lebih bersemangat dari biasanya. Benarkah efek kafein baik untuk tubuh?

Meski kafein memiliki efek yang baik untuk tubuh kalau dikonsumsi dalam jumlah yang pas. Efek samping sering dirasakan oleh beberapa orang.

Efek samping ini biasanya bertahan selama berjam-jam hingga akhirnya hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Kira-kira berapa lama kafein ini bertahan di dalam tubuh?

Durasi efek dari kafein yang buruk pada tubuh seseorang berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang durasinya lama dan ada juga yang pendek. Namun, umumnya seseorang akan mengalami efek samping selama 12 sampai 24 jam. Gejala akan hilang dengan sendirinya perlahan-lahan dan tuntas selama 2-9 hari.

Kalau Anda mengonsumsi kopi secara reguler efek samping yang akan timbul mungkin lebih besar daripada mereka yang jarang mengonsumsinya. Oleh karena itu, seseorang yang sudah terlanjur mengalami ketagihan kopi harus menghentikannya perlahan-lahan agar efek kafein menghantam terlalu keras.

Mengonsumsi kopi terlalu banyak tidak akan baik untuk tubuh. Begitu pula langsung berhenti begitu saja dengan cepat. Berikut tanda gangguan kafein pada tubuh yang sering sekali muncul.

Saat mengonsumsi kopi pembuluh darah yang ada di tubuh khususnya yang ada di otak akan sedikit menyempit. Penyempitan ini masih normal dan tidak menyebabkan masalah apa-apa.

Sayangnya, saat kopi dihentikan secara langsung, pembuluh darah akan melebar lagi dan aliran darah ke otak menjadi lebih deras dan memicu pusing yang cukup kuat.

Kondisi inilah yang membuat seseorang sering mengalami pusing kalau belum mengonsumsi kopi dalam jangka waktu tertentu.

Kalau kopi terus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ada kemungkinan gangguan pada tubuh. Kurangi kopi perlahan-lahan setiap harinya agar efek negatif lebih ringan saat muncul.

Kopi menyebabkan tubuh menghasilkan beberapa hormon yang bisa memberikan rasa nyaman dan bahagia. Itulah kenapa setelah mengonsumsi kopi Anda bisa konsentrasi penuh saat bekerja atau olahraga. Kalau konsumsi kopi yang mengandung kafein dihentikan ada kemungkinan perubahan mood yang terlalu cepat.

Kafein yang terkandung di dalam kopi bisa membuat Anda semangat dan memiliki energi yang besar.

Manfaat ini sering digunakan oleh para atlet atau mereka yang hobi angkat beban sebagai minuman preworkout. Kalau kopi mendadak dihentikan begitu saja, energi akan anjlok cukup banyak.

Komentar