Olahraga Ringan Perpanjang Usia Lansia

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 Februari 2018 | 09:41 WIB

Dibaca: 1 kali

Majalah terkenal dunia “time” dalam edisi kesehatan terbarunya menulis pentingnya olahraga ringan bagi mereka lanjut usia.

Menurut “time” olahraga ringan bisa sangat membantu “tambahan” usia bagi mereka.

Agar tubuh bugar dan sehat,  direkomendasikan untuk aktif bergerak minimal tiga puluh  menit setiap hari.

Tetapi, mungkin tak sampai separuh orang dewasa melakukannya, apalagi yang sudah lanjut usia.

Sebuah riset terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa ada cara yang bisa dilakukan agar orang yang telah berusia lanjut tetap bisa rutin berolahraga demi menjaga kesehatannya.

Peneliti mengamati sekitar  seribuan  pria dengan usia rata-rata tujuh puluh delapan tahun yang setuju untuk memakai alat pengukur pergerakan mereka selama tujuh hari.

Ternyata, para responden dalam penelitian selama lima tahun ini tidak butuh olahraga dalam durasi lama untuk merasakan manfaat positif.

Olahraga yang dilakukan setiap hari, bahkan jika hanya dilakukan selama 10 menit, memiliki manfaat yang baik bagi usia harapan hidup, seperti halnya dengan olahraga dengan durasi lebih lama lagi.

Cara ini ternyata lebih cocok untuk pria. Sebesar enam puluh enam persen pria dalam riset dapat melakukan olahraga rutin dalam seminggu jika mereka melakukannya dengan intensitas yang singkat.

Setiap tiga puluh menit aktivitas yang dilakukan di bawah sinar matahari – seperti berjalan-jalan atau berkebun – dapat menurunkan risiko kematian dini sebesar tujuh belas persen.

Aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga tinggi memiliki hubungan yang lebih erat dengan umur panjang.

Melakukan aktivitas tersebut selama tiga puluh  menit, dapat mengurangi risiko kematian dini hingga  tiga puluh tiga persen.

Namun menurut para peneliti, fakta bahwa olahraga ringan masih bisa memberi manfaat berupa panjang umur adalah hal yang penting.

Bagaimanapun juga, berolahraga hanya beberapa menit dalam satu waktu – bahkan jika itu olahraga ringan -dapat menurunkan risiko kematian dini pada pria yang berusia lanjut.

Lantas, olahraga apa saja yang bisa dilakukan oleh lansia?

Sebut saja aerobic. Olahraga ini  dapat membantu para lansia untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, menjaga kesehatan jantung, serta dapat meningkatkan tingkat energi tubuh secara keseluruhan.

Membangun kekuatan tubuh memang membutuhkan waktu dan tergantung dengan tingkat aktivitas dan status kesehatan yang Anda miliki.

Cobalah untuk memulai dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-up.

Proses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga sangat bermanfaat untuk lansia.

Anda bisa memulainya dengan cara melakukan gerakan yang low-impact, seperti squat, taichi, berenang, berjalan, bersepeda.

Jika Anda melakukan hal tersebut dengan rutin setidaknya dalam waktu enam  minggu, Anda akan merasakan dampaknya bagi kesehatan, seperti lebih merasa bugar dan kuat.

Bila Anda berusia enam puluh lima tahun atau bahkan lebih, Center for Disease Control and Prevention  menganjurkan untuk melakukan olahraga aerobik minimal seratus lima puluh menit per minggu dengan tingkat intensitas gerakan yang sedang.

Sedangkan tujuh puluh lima menit per minggu untuk olahraga yang berintesitas tinggi.

Meskipun Anda melakukan olahraga untuk melatih beberapa otot saja, hal ini tetap memberikan dampak besar untuk lansia.

Dengan begitu setidaknya Anda mampu dan kuat untuk mengangkat belanjaan ketika berbelanja, menaiki tangga, dan bangun dari tempat tidur atau kursi. CDC merekomendasikan untuk melatih kekuatan otot setidaknya dua  kali dalam seminggu.

Dari data CDC, diketahui bahwa setiap tahunnya terdapat dua setengah  juta lansia yang dibawa ke bagian instalasi gawat darurat akibat cedera karena jatuh.

Kelompok lansia rentan cedera akibat jatuh karena kemampuan keseimbangannya menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Namun, jika keseimbangan dilatih maka hal tersebut dapat dicegah. Yoga adalah salah satu olahraga yang dapat melatih keseimbangan pada lansia.

Apakah Anda merasa kaku dan kemudian hal itu menghambat aktivitas Anda sehari-hari?

Atau apakah Anda pernah merasakan otot tegang pada tubuh?

Jika ya, maka hal ini menunjukkan bahwa Anda butuh melakukan peregangan. Peregangan adalah hal yang harus Anda lakukan setiap hari untuk mencegah kram otot atau kekakuan pada otot.

Sebelum melakukan peregangan, mulailah dengan melakukan pemanasan dengan berjalan santai

Jika Anda sudah lama tidak melakukan olahraga dan ingin memulai melakukannya kembali maka lakukan dengan pelan-pelan dan bertahap.

Anda bisa secara bertahap membangun daya tahan otot, kekuatan otot, keseimbangan, lalu kelenturan tubuh. Hal yang paling sederhana dan mudah dilakukan untuk memulai untuk berolahraga kembali adalah dengan cara berjalan santai

Komentar