Olahraga Lari Bisa Mengusir Anda dari Stres

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 April 2018 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Olahraga lari dianggap sebagai salah satu olahraga kardio yang paling efektif. Lari juga merupakan olahraga yang murah meriah.

Hanya dengan bermodalkan sepatu lari, Anda akan memperkuat jantung dan pembuluh darah sambil membakar lemak dan menjaga bentuk tubuh ideal.

Selain bermanfaat untuk kebugaran fisik, olahraga lari ternyata juga menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan mental, termasuk mengatasi stres.

Jika belakang ini suasana hati Anda sedang buruk atau Anda sulit tidur atau makan, Anda bisa mencoba berlari.

Anda akan terkagum dengan betapa Anda akan merasa gembira dan lebih sehat setelah beberapa minggu rutin berlari.

Saat lari, tubuh menghasilkan hormon yang disebut endorfin, yang memiliki efek sama dengan anti-depresan.

Endorfin menekan pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol sehingga mengatasi stres dan depresi.

Lari tidak hanya meredakan stres, tetapi juga mengurangi kemungkinan Anda untuk terpengaruh stres di masa depan.

Orang yang menderita gangguan panik akan mendapatkan keuntungan besar dari olahraga ini.

Gejala depresi biasanya disertai dengan kurang tidur, yang akan memperburuk kondisi Anda.

Lari meningkatkan kualitas tidur Anda. Jumlah aktivitas fisik yang Anda lakukan di siang hari menentukan tingkat relaksasi tubuh Anda di malam hari. Anda mungkin sudah menyadarinya, tetapi semakin aktif Anda di siang hari, semakin nyenyak pula tidur Anda nanti malam.

Namun, Anda tidak boleh lari tepat sebelum tidur. Idealnya, Anda boleh saja lari di pagi hari atau menjelang sore

Fungsi otak akan melambat seiring bertambahnya usia. Akan datang saat dimana Anda tidak bisa berpikir secepat dulu, dan memori Anda akan mulai tumpul.

Lari tidak bisa menghentikan waktu atau membalikkan penuaan, tetapi olahraga ini jelas membantu meningkatkan kemampuan kognitif Anda dengan meningkatkan aliran darah ke otak dan mendukung sirkulasi darah secara keseluruhan.

Orang yang rutin lari cenderung memiliki penalaran logika yang lebih, pikiran yang lebih tajam, dan jangka waktu perhatian yang lebih lama saat mereka bertambah tua dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif secara fisik di masa muda mereka.

Baik kesehatan fisik dan mental bergantung pada pola makan yang sehat. Nafsu makan yang buruk bisa berdampak nfegati pada mood dan bahkan berkontribusi terhadap stres serta depresi.

Lari menstimulasi pelepasan hormon lapar ghrelin dan peptide YY. Ini bisa jadi akibat dari tubuh yang menuntut lebih banyak makanan untuk menggantikan kalori yang terbakar saat lari.

Namun, Anda harus berhati-hati dengan kebiasaan makan Anda karena meskipun Anda berolahraga lari, Anda harus menjalani diet seimbang.

Adakah pantangan yang harus dihindari setelah berlari?

Pemanasan adalah cara mempersiapkan tubuh untuk lari, sementara pendinginan adalah masa peralihan dari stres yang dialami tubuh selama berlari ke kondisi santainya seperti sedia kala.

Berhenti lari tiba-tiba, misalnya langsung duduk atau tiduran, akan menyebabkan otot kaku karena otot masih panas dan denyut jantung masih kencang tetapi tubuh tidak bergerak.

Terlebih lagi, pendinginan akan membantu proses pemulihan jika ada masalah pada sendi dan otot selama Anda lari. Pendinginan membantu sistem otot dan saraf kembali memasuki keadaan santai.

Maka dari itu, pendinginan dengan berjalan

Kelaparan setelah berolahraga adalah hal yang sangat wajar. Tapi Anda tidak boleh menebusnya dengan langsung makan banyak setelah lari.

Terlepas dari apa tujuan Anda berlari, entah itu untuk mengurangi berat badan atau menjaga bentuk tubuh, makan dengan tidak terkendali setelah lari adalah hal yang buruk.

Makan makanan berkalori tinggi dalam porsi besar bisa membuat upaya Anda dalam berlari menjadi sia-sia.

Taati diet Anda atau makanan yang masuk ke tubuh Anda tidak akan bermanfaat.

Olahraga lari menghabiskan banyak cairan tubuh, jadi mengembalikan cairan yang telah terpakai penting untuk menjaga tubuh tetap fit.

Rasa lemah, letih, dan mual adalah beberapa gejala umum yang akan Anda rasakan jika tubuh Anda mengalami dehidrasi.

Namun, Anda tidak perlu sepenuhnya mengganti cairan yang hilang tepat setelah lari. Cukup pastikan tubuh Anda terhidrasi seperti biasanya.

Elektrolit yang hilang selama lari akan tergantikan dari makanan yang Anda konsumsi, terutama jika Anda bukanlah pelari tingkat berat. Menjaga hidrasi tubuh selama berlari juga menjadi suatu keharusan.

Jangan menyentuh wajah dengan tangan setelah lari. Menyentuh wajah dengan tangan akan menyebarkan bakteri sehingga merusak kulit.

Jangan juga berlama-lama memakai baju yang penuh keringat dalam waktu lama karena jamur dari keringat yang menepel bisa menyebabkan infeksi atau jerawat pada tubuh.

Sebisa mungkin jangan pula melewatkan tidur. Melewatkan tidur setelah lari adalah hal yang sangat berbahaya karena tidur adalah cara terbaik untuk memulihkan diri dan membentuk otot.

Komentar