Olahraga Bukan Sekadar Membakar Lemak

Penulis: Darmansyah

Senin, 24 Oktober 2016 | 15:36 WIB

Dibaca: 2 kali

Siapa yang tidak tahu bahwa olahraga baik untuk kesehatan, yang sekaligus membakar lemak serta menyehatkan  jantung, mencegah penyakit kronis seperti diabetes, , mengenyahkan stres, dan membuat kita tidur nyenyak.

Riset terbaru menemukan olahraga membuat metabolisme bekerja lebih efisien.

Studi baru ini meneliti sel-sel kita selama olahraga.

Studi ini menemukan olahraga mengubah jenis sel lemak yang kita punyai dan mengubahnya dari “lemak putih” yang secara metabolik tak aktif menjadi “lemak cokelat” yang membakar lebih banyak kalori.

Riset baru ini memberikan bukti kuat manfaat olahraga tak terbatas pada jumlah kalori yang dibakar dan alasannya.

“Riset ini membantu menjelaskan mengapa olahraga teratur juga merupakan kunci hidup sehat,” jelas peneliti Li-Jun Yang, profesor hematopatologi di University of Florida College of Medicine, department of pathology, immunology and laboratory medicine.

“Kita semua tahu olahraga teratur baik untuk kesehatan,” katanya. “Namun riset kami memberikan penjelasan biologis langsung, mengapa orang yang olahraga teratur dapat mempertahankan tubuh langsing dan struktur tulang lebih kuat.”

Kedua hal ini membantu mencegah kegemukan dan penyakit metabolik seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke.

Semua itu terjadi karena hormon yang dikeluarkan selama olahraga.

Para peneliti percaya manfaat olahraga itu berhubungan dengan hormon yang disebut irisin yang diproduksi tubuh selama olahraga.

Dalam eksperimen, periset memaparkan sel-sel lemak dengan irisin, yang meningkatkan aktivitas protein lain dalam sel-sel lemak yang mengubah sel lemak putih menjadi sel lemak cokelat.

Lemak cokelat membantu tubuh membakar kalori, bukan menyimpannya.

Lemak cokelat ini sebelumnya terbukti memperbaiki aspek-aspek lain metabolisme kita juga.

Termasuk di antaranya sensitivitas insulin dan toleransi glukosa yang diketahui membantu mencegah obesitas, penyakit jantung dan diabetes.

Lemak cokelat yang dihasilkan dari olahraga ini sebelumnya dibuktikan pada tikus. Kali ini untuk pertama kalinya peneliti mengobservasinya pada tubuh manusia.

Manfaat irisin itu pun ternyata bukan hanya mengenyahkan lemak.

Peneliti juga menemukan ketika irisin bercampur dengan sel-sel batang di jaringan lemak, bukannya berubah menjadi sel-sel lemak dewasa, sel batang berubah menjadi sel lain yang menguatkan tulang.

Peneliti menemukan, dua puluh sampai enam puluh persen lebih sedikit sel-sel lemak dalam jaringan yang direndam dalam irisin dibandingkan dengan jaringan kontrol yang tak mendapatkan hormon irisin.

Untuk diketahui, riset ini dilakukan pada sel-sel tubuh manusia di dalam laboratorium, bukan di tubuh orang hidup.

Langkah selanjutnya adalah mereplikasi penelitian pada tubuh manusia hidup untuk mengonfirmasi hormon itu benar-benar bekerja seperti itu dalam kehidupan nyata.

Sampai di titik ini pun sejatinya alasan kenapa kita harus olahraga cukup meyakinkan.

Dan Anda perlu juga tahu bahwa ketika tubuh tidak ada hubungannya dengan pembakaran lemak.

Keringat muncul kala tubuh kita mengeluarkan air dan melarutkan garam dari kelenjar keringat di dalam tubuh bersama dengan sejumlah kecil urea.

Berkeringat adalah cara tubuh mengatur suhu sehingga kita tidak merasa kepanasan ketika udara panas atau suhu tubuh naik.

Penguapan keringat melalui permukaan kulit memiliki efek mendinginkan tubuh.

Selama berolahraga, ketika otot-otot menjadi panas akibat pengerahan  tenaga, tubuh akan cenderung mengeluarkan banyak keringat.

Namun jumlah keringat yang keluar tidak ada hubungannya berapa banyak jumlah lemak yang terbakar, atau seberapa efektif olahraga yang telah Anda lakukan.

Bagi beberapa orang, mereka hanya mengeluarkan sedikit keringat saat berolahraga, namun lagi-lagi, ini bukan indikasi seberapa keras atau ringan mereka berolahraga.

Sebuah studi yang dilakukan di Osaka International dan Kobe University di Jepang menemukan, bahwa pria dalam kondisi normal alias tidak sedang berolahraga bisa berkeringat sama banyaknya dengan wanita yang sedang berolahraga.

Faktanya, menurut Jenny Scott,  Penasehat Akademik National Academy of Sports Medicine, semakin tubuh Anda fit, semakin sedikit keringat yang akan dikeluarkan saat berolahraga.

“Tubuh Anda telah beradaptasi dengan porsi olahraga yang biasa Anda lakukan sehari-hari. Perlu tambahan porsi untuk membuat tubuh panas dan berkeringat,” kata Jenny.

Namun, jika Anda sudah berkeringat saat baru 10 menit menjalani latihan, itu tidak berarti Anda tidak fit. Setiap orang memiliki jumlah kelenjar keringat yang berbeda-beda, sehingga bagi orang-orang tertentu, berjalan cepat ke kotak surat di depan rumah pun sudah bisa membuatnya berkeringat.

Orang yang mudah berkeringat, mudah juga mengalami dehidrasi. Jenny menyarankan untuk Anda yang kelenjar keringatnya sangat aktif, untuk minum sebotol air sebelum berolahraga dan minum satu-dua teguk setiap tiga puluh  menit sepanjang sesi latihan.

Selaain itu, selalu bawa air minum walau di luar jadwal olahraga. Minumlah setiap saat Anda merasa haus. Karena, itu adalah sinyal bahwa tubuh Anda di ambang dehidrasi dan butuh tambahan cairan.

Jadi, Anda sudah paham bahwa berkeringat adalah gejala biasa yang tidak akan meningkatkan metabolisme atau membantu menurunkan berat badan selain hanya proses tubuh mendinginkan diri dan kehilangan cairan.

Lalu, apa yang dapat membantu Anda membakar lemak?

“Konsisten berolahraga dan mengatur pola makan, dengan penekanan pada bagian mengatur pola dan jumlah makanan yang dikonsumsi.”

“ Memastikan dan disiplin untuk tidak mengonsumsi kalori melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh Anda adalah sangat penting,” jelas Kevin Richardson, pelatih pribadi para selebritas Hollywood dan juara Natural Bodybuilder, yang juga pencipta program fitnes Naturally Intense High Intensity Training.

Komentar