Olahraga Meningkatkan Kemampuan Otak

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Oktober 2018 | 14:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Olahraga merupakan aktivitas yang sangat penting untuk mempertahankan kebugaran seseorang.

Olahraga juga merupakan salah satu metode penting untuk mereduksi stress.

Olahraga juga merupakan suatu perilaku aktif yang menggiatkan metabolisme dan mempengaruhi fungsi kelenjar di dalam tubuh untuk memproduksi sistem kekebalan tubuh dalam upaya mempertahankan tubuh dari gangguan penyakit serta stress.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan kepada setiap orang untuk melakukan kegiatan olahraga secara rutin dan tersetruktur dengan baik.

Olahraga ternyata tidak hanya membuat otot tubuh menjadi kuat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan fungsi memori otak. Hal itu setidaknya terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Kirsten Hotting, PhD dari University of Hamburg, Jerman.

Latihan koordinasi didefinisikan sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa latihan relaksasi.

Berdasarkan kajiannya yang dipublikasikan dalam Health Psychology itu, Hotting menemukan bahwa pria paruh baya dan wanita yang bersepeda atau melakukan peregangan rutin dan koordinasi selama dua jam seminggu selama enam bulan memiliki perbaikan dalam memori dan kemampuan berpikir lainnya.

“Menggabungkan berbagai bentuk latihan mungkin dapat memberikan efek menguntungkan pada fungsi otak,” katanya.

Para ahli mengatakan, pada orang dewasa yang berusia lanjut, daerah otak yang berhubungan dengan memori (hippocampus) cenderung akan menyusut.

Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa daerah otak yang disebut hippocampus dapat kembali tumbuh dan berkembang setelah mereka (orang berusia lanjut) mulai melakukan aktivitas fisik.

Pertumbuhan ini biasanya disertai peningkatan fungsi memori.

Dalam riset teranyarnya itu, Hotting lebih memfokuskan penelitian pada individu dewasa setengah baya.

Ia melakukan evaluasi terhadap enam puluh delapan pria aktif dan wanita berusia antara empat puluh hingga lima puluh enam tahun.

Setiap relawan diminta melakukan olahraga ringan, seperti peregangan dan bersepeda. Sebagai pembandingnya, peneliti juga melibatkan delapan belas orang yang diketahui tidak aktif secara fisik.

Hotting mengatakan, sebelum dilakukan penelitian, semua relawan menjalani tes kebugaran jantung. Setiap program diawasi dan berlangsung selama satu jam, dua kali dalam seminggu.

“Pelatihan atau koordinasi peregangan dimulai dengan tahap pemanasan singkat, diikuti dengan peregangan dan penguatan otot-otot utama dari tubuh secara keseluruhan,” katanya.

“Latihan koordinasi didefinisikan sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa latihan relaksasi,” tambahnya.

Sebelum dan sesudah penelitian, peneliti juga sudah mengukur tingkat memori dan kemampuan berpikir lainnya.

Hasil penelitian menunjukkan, kelompok bersepeda mengalami peningkatan kebugaran jantung mereka sebesar lima belas persen.

Sementara kelompok yang melakukan peregangan dan tidak aktif tidak memiliki perubahan nyata dalam kebugaran mereka.

Namun demikian, pada kelompok yang melakukan aktivitas bersepeda dibarengi dengan peregangan mendapatkan nilai lebih baik saat menjalani tes memori belajar ketimbang kelompok yang tidak aktif.

Peningkatan hasil ujian juga dikaitkan dengan peningkatan kebugaran. Hotting mengungkapkan, penelitian lain telah menemukan bahwa peningkatan kebugaran terkait dengan perbaikan selektif dalam memori.

Selain olahraga ada beberapa kegiatan yang bias meningkat kecerdasan otak.

Ada beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk benar-benar meningkatkan kemampuan otak Anda ke level yang baru secara sederhana.

Berhenti ngomel Setelah Anda menggerutu, otak Anda memicu banyak perubahan sepanjang itu menciptakan bias negatif dan bahkan mungkin berakhir dalam depresi.

Alih-alih mengeluh tentang betapa sulitnya hidup, Anda mungkin ingin keluar mencari sinar bawah sinar matahari, berjalan-jalan dan bermeditasi.

Psikolog di University of North Carolina melakukan percobaan dan menemukan bahwa orang-orang yang terlibat dalam dua puluh  menit perenungan positif menunjukkan perhatian yang lebih besar serta gejala penyakit yang menurun.

Bersyukur atas apa yang Anda miliki Temukan setidaknya tiga hal pada akhir hari yang Anda rasa bersyukur. Journal of Psychiatry and Neuroscience menyatakan bahwa latihan semacam itu akan meningkatkan kadar serotonin di otak Anda.

Serotonin sangat penting untuk memfungsikan korteks prefrontal Anda, yang mengatur refleksi diri dan keseimbangan emosional, sehingga membantu mengesampingkan pola panik sebelumnya.

Pikirkan tentang kegiatan sehari-hari yang positif secara rinci. Anda bahkan bisa menuliskannya.

Ungkapkan perasaan negative Anda mungkin ingin menuliskan perasaan negatif Anda. Jangan malu, bergegaslah dan tuangkan ke dalam kertas.

Para ilmuwan mengatakan bahwa pemrosesan emosi linguistik mengurangi aktivitas amigdala  dan dengan demikian mengurangi tingkat stres. Amigdala yang lebih tenang berarti lebih bahagia.

Bersosialisasi Sebuah studi padadelapan tahun lalu di University of Michigan menemukan bahwa bersantai dengan teman atau berada di ruang fisik yang sama dengan orang lain sangat banyak memanfaatkan otak Anda

Pada skala yang lebih besar, otak Anda dapat mengalami perubahan positif jika Anda bersosialisasi atau dikelilingi dengan individu yang cerdas dan emosional. Tahukah Anda bahwa manusia bersifat menularkan? Anda bisa “terinfeksi” dengan emosi dan

Ubahlah multitasking menjadi monotasking. Saat Anda berbicara di telepon, berselancar di internet, dan menulis pesan, mungkin Anda berpikir bahwa Anda multitasking.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa mencoba untuk fokus pada lebih dari satu hal sekaligus dapat mengurangi produktivitas Anda hampir 40 persen. Jadi fokus pada satu tugas untuk waktu yang terbatas.

Setelah selesai, hadiahi diri Anda dengan istirahat sejenak dari latihan fisik, secangkir teh atau memainkan smartphone.

Inilah kabar baiknya. Anda tidak perlu mematikan musik untuk bekerja secara produktif. Sebenarnya, nada musik yang tepat untuk relaksasi gelombang otak alpha.

Tentu saja ini bukan aktivitas yang bisa Anda lakukan untuk membuat otak Anda bekerja lebih baik.

Bisa juga dengan tersenyum, tidur siang, membelai kucing Anda, menghirup udara segar, memperlihatkan diri Anda lebih ringan, dan segala sesuatu yang sehat membuat mood Anda lebih baik bekerja paling baik untuk otak Anda.

Komentar