Olahraga “Ajaib” Itu Bernama Jalan Kaki

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 Oktober 2014 | 09:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah jalan kaki sebagai olahraga terjebat yang pernah dimiliki oleh manusia? Hebatnya olahraga jalan kaki adalah, tidak menimbulkan dampak buruk, beresiko kecil, tidak membutuhkan peralatan, bisa dilakukan dimana dan oleh siapa saja dan, yang penting, membentuk postur tubuh.

Berjalan itu sehat. Karenanya, coba beri porsi waktu lebih banyak bagi aktivitas ini. Berjalanlah secara konstan, setidaknya sepuluh menit dalam sehari. Lebih lama, justru lebih bagus. Pasalnya ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan dari kebiasaan berjalan kaki.

Ilmuwan biomekanis sekaligus ahli kesehatan Katy Bowman menyebut olahraga jalan kaki sebagai salah satu upaya pemenuhan nutrisi “gerak” oleh tubuh secara harian, layaknya makanan.

“Berjalan itu seperti superfood. Itu jenis nutrisi gerak terbaik yang bisa didapatkan manusia,” ujar Bowman dalam buku Move Your DNA: Restore Your Health Through Natural Movement, yang dikutip “Daily Mail.”

Memang banyak artikel dan penelitian yang menyebut beragam buah serta makanan eksotis sebagai superfood alias makanan super yang bisa meningkatkan kesehatan.
Namun, studi Katy Bowman menyebutkan bahwa tubuh tidak hanya membutuhkan makanan super, tapi juga olahraga.

Alasannya, tubuh juga membutuhkan nutrisi “gerak” yang merupakan “superfood” bagi tubuh yang bugar.

Penelitian yang dilakukan para pakar kebugaran menyebutkan olahraga terbaik adalah jalan kaki. Malah, jalan kaki dinilai jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan dibanding olahraga high impact, seperti aerobik atau berlatih di gym.

Lebih lanjut, Bowman menjelaskan, berjalan berarti bergerak secara alami. Dengan kata lain, tubuh tidak dipaksa melakukan gerakan tertentu yang membutuhkan banyak energi dan penyesuaian.

“Dengan berjalan, tubuh tetap berolahraga namun tanpa disadari,” ujar Bowman.

Dia juga menyebutkan, berjalan berkeliling rumah atau kantor, bisa membuat tubuh lebih sehat dengan cara yang mudah. “Hasilnya jauh lebih efektif daripada olahraga kardio selama 1 jam,” ucapnya.

Selain itu, Bowman juga menambahkan bahwa ketimpangan aktivitas dan waktu istirahat, justru meningkatkan risiko penyakit kronis. “Anda berolahraga selama satu jam sehari, namun kemudian duduk selama 10 jam. Itu justru menyebabkan penyakit,” kata dia.

Akan lebih baik, jika Anda membiasakan diri untuk berjalan. Pasalnya, selain membuat tubuh lebih sehat, jalan kaki juga bisa membuat Anda lebih bahagia.

Berjalan kaki secara rutin, bisa meningkatkan energi tubuh. Menurut penelitian dari Pennington Biomedical Research Center, angka itu bahkan bisa bertambah tinggi, apalagi lebih dari sepuluh menit dalam sehari.

Dari Program Pencegahan Diabetes diketahui, orang yang berjalan terus menerus selama satu pekan, mampu mengurangi risiko terkena diabetes hingga lebih lima puluh persen. Namun, ini bila disertai dengan laju penurunan berat badan sebanyak tujuh persen dari bobot tubuh.

Penelitian seputar kaitan antara aktivitas berjalan kaki dengan fungsi kognitif menyimpulkan hal yang menarik. Wanita yang rutin berjalan dengan langkah ringan lebih dari satu setengah jam per minggu, memiliki kemampuan kognitif sangat baik, ketimbang yang aktivitas berjalan kakinya tak lebih dari empat puluh menit dalam seminggu.

Wanita yang telah menopause disarankan untuk berjalan kaki sejauh satu setengah km secara rutin. Studi membuktikan kebiasaan ini mampu meningkatkan kekuatan massa tulang tubuh dan memperlambat penurunan kualitas tulang kaki.

Ini diketahui dari pengamatan terhadap perawat dari Nurse’s Health Study. Kebiasaan mereka berjalan kaki selama lebih dari tiga jam dalam seminggu, membuat risiko terhadap serangan jantung turun, dibandingkan para wanita yang jarang berjalan kaki.

Saat sedang berjalan kaki, pastikan postur tubuh kita sudah tepat. Postru yang benar saat berjalan sangatlah penting, agar kita dapat bernapas dengan baik, terhindar dari risiko sakit punggung dan bahu, serta meraih hasil latihan secara maksimal.

Komentar