Obat Pikun? Ya, Olahraga Teratur

Penulis: Darmansyah

Jumat, 12 Agustus 2016 | 08:28 WIB

Dibaca: 1 kali

Para peneliti di University of California Los Angeles atau popular dikenal dengan “UCLA,” kembali menegaskan bahwa obat pikun terbaik bagi manusia lanjut usia adalah olahraga.

Penegasan UCLA ini dimuat dalam tulisan di jurnal mereka, Jumat, 12 Agustus 2016, setelah  para peneliti  menemukan  aktivitas fisik sangat memengaruhi ukuran hippocampus atau dikenal dengan  bagian otak yang mengendalikan memori jangka pendek.

Hippocampus  sering dikaitkan dengan demensia atau penurunan fungsional otak.

Dan penurunan fungsiional otak ini  seringkali disikapi sebagai penyakit alamiah.

Kalaupun diobati, terapi demensia masih menggunakan obat khusus.

Namun para ahli menemukan bahwa olahraga bisa menjadi alternatif murah terapi untuk demensia.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journals of Gerontology Series A: Biological Sciences and Medical Sciences itu menyebutkan bahwa aktivitas fisik dapat memengaruhi ukuran otak

Perubahan ukuran otak tersebut berdampak pada risiko perkembangan demensia, terutama pada lansia sebagai penderita demensia alamiah.

“Selain itu, dampak perlindungan dari kegiatan fisik melawan demensia jugua lebih kuat terjadi pada orang tujuh puluh lima tahun dan lebih tua,” tulis para peneliti.

Penelitian terhadap demensia telah banyak dilakukan dan beberapa studi sebelumnya menemukan hubungan terbalik antara aktivitas fisik dengan kondisi demensia, seperti Alzheimer.

Namun untuk studi ini, para peneliti yang salah satunya berasal dari UCLA, menggunakan penelitian terhadap komunitas lansia berdasarkan asumsi yang didapat dari penelitian Framingham pada enam puluh sembilan tahun silam.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan meneliti hubungan fisik dan risiko dari semua bentuk demensia tanpa memperhatikan penyebab penyakit tersebut terjadi.

Para peneliti menggunakan tiga ribu tujuh ratus lansia sebagai objek penelitian.

“Dampak dari penelitian ini adalah tidak ada sebutan terlalu tuda untuk berolahraga demi kesehatan otak serta untuk mencegah risiko demensia berkembang,” papar penulis.

Demensia merupakan kumpulan penyakit dengan gejala yang mengakibatkan perubahan pada pasien dalam hal berpikir serta berinteraksi dengan orang lain.

Memori jangka pendek, pikiran, kemampuan bicara dan motorik seringkali aspek yang sering terpengaruh.

Beberapa gejala demensia seperti terjadi penurunan pada kemampuan mengambil keputusan, kebijaksanaan, pemecahan masalah, serfta kemampuan berbicara.

Lantas  apa itu penyakit pikun atau demensia.

Keduanya merupakan penyakit yang sangat ditakuti semua orang karena menyebabkan seseorang kehilangan akal dan pikiran.

Demensia merupakan penyakit yang menyebabkan kesehatan jaringan otak mengalami penurunan.

Hal inilah yang memicu menurunnya daya ingat dan kemampuan mental. Alzheimer biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik dan factor lain, diantaranya : nutrisi, pendidikan, diabetes dan aktivitas mental serta fisik.

Pikun merupakan gejala umum dari demensia. Penderita demensia ini biasanya tidak bisa berpikir dengan baik sehingga mengakibatkan mereka tidak mampu beraktivitas dengan baik.

Karena itu, lambat laun mereka akan kehilangan kemampuan otak untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional.

Penyebab penyakit demensia ini adalah : alkoholisme, pengerasan pembuluh darah, depresi, obat-obatan, stroke, masalah dengan kelenjar tiroid, mal nutrisi, dan lain-lain.

Setelah mengetahui efek dari kedua penyakit ini, tentunya kita akan berusaha melakukan upaya pencegahan sedini mungkin karena penyakit ini tidak bisa diobati, namun kita bisa mencegahnya

Misalnya, rutinlah mengonsumsi makanan yang mengandung. Beberapa sumber makanan yang mengandung antioksidan misalnya : delima, kacang-kacangan, teh hijau, kentang, blubbery, brokoli atau pun sayuran hijau.

Selain itu aktif  olahraga karena kegiatan tersebut dapat merangsang produksi kolesterol baik dan berfungsi sebagai anti-inflamasi yang dapat mencegah kerusakan pada system syaraf otak.

Untuk merangsang  pertumbuhan otak, caranya dengan banyak membaca karena hal ini dipercaya dapat meningkatkan kemampuan otak.

Bisa juga dengan membatasi konsumsi makanan yang manis karena selain menimbulkan masalah kegemukan, makanan manis juga dapat memicu kerusakan otak.

Tentang kegiatan olahraga, Anda pasti penasaran olahraga apakah yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit tersebut.

Nah, jawabannya adalah jalan kaki.

Jalan kaki secara rutin dipercaya sebagai olahraga dapat mencegah penyakit pikun karena banyak dampak positif yang ditimbulkan, diantaranya mencegah penyusutan volume otak dan melawan penyakit pikun.

Komentar