Nyeri Dada? Jangan Langsung Divonis Sakit Jantung

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Juli 2013 | 09:28 WIB

Dibaca: 10 kali

Apakah Anda merasakan nyeri dada disebelah kiri? “Ah, jangan dulu menjatuhkan vonis penyakit jantung,” itu yang dikatakan fakta. Nyeri dada, dan disebelah kiri, sering menakutkan banyak orang tentang telah tibanya penyakit jantung.

Padahal, banyak penelitian dan diagnosa yang membantah kasus ini berhubungan dengan jantung secara seratus persen. Hanya, paling tinggi, 16 persen dari pasien dewasa yang mengeluhkan nyeri dada, dan disebelah kiri lagi, yang punya kaitan dengan jantung. Selebihnya adalah karena factor otot dan lambung atau pencernaan.

Angka keluhan nyeri dada ini pada anak-anak dihubungkan dengan penyakit jantung malah, Cuma satu persen. “Mitos,” kata seorang ahli jantung tentang rasa nyeri di dada dengan vonis penyakit jantung.

Menurut ahli jantung, lingkar pinggang seseorang bisa lebih tinggi angkanya kalau dihubungkan dengan penyakit jantung. Berkumpulnya lemak di bagian perut bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung yang wajib diwaspadai. Tumpukan lemak di perut sehingga Anda berbentuk seperti apel, memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lemaknya terkonsentrasi pada pinggul dan paha, bak buah pir.

Orang yang memiliki tumpukan lemak di perut cenderung mengalami gangguan aliran darah ke seluruh bagian tubuh yang merupakan tolak ukur kinerja jantung. “Makin besar lingkar perut seseorang, risikonya terkena penyakit jantung makin besar,” katanya.

Walau pun hubungan nyeri dada dengan penyakit jantung korealsinya kecil bukan berarti kasus ini kitaanggap remeh. Nyeri dada yang ternyata diakibatkan jantung dapat berakibat fatal. Oleh karenanya, pengetahuan mengenai ciri-ciri nyeri dada yang disebabkan jantung amat penting.

Nyeri didefinisikan sebagai sensasi tidak enak akibat kerusakan jaringan. Nyeri sebenarnya bersifat subyektif. Jantung akan memberikan sensasi nyeri bila terjadi ancaman kerusakan jaringan jantung. Penyebab terseringnya ialah kekurangan oksigen dan darah yang dapat muncul pada kondisi sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung.

Tidak semua nyeri dada perlu dikhawatirkan berasal dari jantung. Beberapa karakteristik nyeri dada berikutlah yang patut diwaspadai berasal dari jantung.

Jantung terletak di tengah-tengah dada agak sedikit ke kiri. Oleh karena itu, tidak semua nyeri dada akibat jantung dirasakan di sebelah kiri. Bila yang mengalami kerusakan jantung sebelah kanan, maka nyeri yang dirasakan dapat berupa nyeri dada kanan. Jika yang mengalami kerusakan jaringan jantung belakang, maka dapat muncul gejala rasa tidak enak di punggung. Demikian pula bila bagian bawah jantung yang mengalami kerusakan, nyeri bisa dirasakan di ulu hati yang menyerupai gejala sakit maag.

Jantung termasuk organ dalam sehingga sifat nyerinya adalah nyeri yang tidak terlokalisasi. Artinya, Anda tidak akan dapat menunjuk letak nyeri hanya dengan satu jari. Biasanya, seorang pasien jantung akan menunjukkan tempat nyerinya dengan seluruh telapak tangannya ketika ditanya di mana letak nyeri dirasakan.

Sensasi nyeri dada akibat jantung biasanya bersifat tumpul. Nyeri dada seperti sensasi tertindih benda berat, tertekan, sesak berat, dan rasa terbakar. Namun, beberapa dari mereka juga dapat mengalami rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk.

Ciri khas lainnya adalah terdapat penjalaran. Nyeri yang diakibatkan oleh jantung dapat menjalar melalu saraf hingga ke bahu, lengan kiri, tembus ke punggung, dan leher. Tempat-tempat tersebut khas untuk penjalaran nyeri dari jantung.

Mengenai lama, nyeri dada dapat berbeda-beda tergantung berat-ringannya penyakit jantung yang diderita. Nyeri dada akibat penyempitan derajat ringan biasanya berlangsung kurang dari 20 menit. Sementara itu, nyeri akibat sumbatan total atau pada serangan jantung akut terjadi lebih dari 20 menit.

Nyeri dada akibat jantung terjadi pada saat kerja jantung kita meningkat, misal saat beraktivitas, sesaat setelah beraktivitas, sedang marah, emosi, atau stres. Nyeri berkurang dengan istirahat dan menenangkan diri.

Ciri khas lainnya ialah nyeri tidak dipengaruhi oleh posisi tubuh. Posisi berdiri, duduk, berbaring miring ke kanan, kiri, dan sebagainya tidak akan memengaruhi rasa nyeri. Demikian pula dengan pernapasan. Nyeri akibat jantung tidak bertambah sakit saat menarik ataupun mengembuskan napas. Jika nyeri bertambah dengan menarik napas, maka penyebab nyeri dada lebih dicurigai disebabkan oleh paru-paru atau otot dinding dada.

Nyeri dada akibat jantung umumnya diiringi oleh gejala saraf simpatis lainnya, yakni gejala seperti saat seseorang cemas. Gejala simpatis tersebut antara lain berkeringat dingin, denyut jantung cepat, lemas, mual, dan muntah.

Anda merasakan nyeri dada? atau orang sekitar Anda ada yang nyeri di dada? Coba cocokkan dengan karakteristik nyeri di atas. Jangan cepat-cepat takut bahwa nyeri dada yang dialami akibat jantung. Namun, bila agaknya karakteristiknya mengarah ke jantung, segera ke rumah sakit terdekat!

Komentar