Nikmatnya Kopi Plus Sepotong Coklat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 7 Maret 2017 | 10:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Kenikmatan kopi di pagi hari memang sebuah diskusi yang tak pernah habisnya.

Kenikmatan ini makin “menggigit” ketika ia dicampur dengan  sejumput cokelat.

Cemplungkanlah ke dalam secangkir kopi di pagi hari sepotong coklat dan ia dapat meningkatkan daya ingat

Anda pun memiliki konsentrasi yang baik, sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal.

Pernyataan tersebut berdasarkan sebuah studi dari University of Georgia, Amerika Serikat.

Demi melengkapi studi, Clarkson University membandingkan efek “energi mental” dari empat minuman hangat yang berbeda hangat: satu dengan cokelat, satu dengan kafein, satu berupa kombinasi dari cokelat dan kafein, serta yang terakhir sebagai plasebo

Penelitian dilakukan secara double-blind: seperti minuman yang dimodifikasi rasa yang sama.

Untuk melakukan hal itu, studi Ali Boolani, seorang profesor di Clarkson University mengatakan, tidak ada kalori pemanis Truvia atau pengganti gula yang ditambahkan ke minuman.

Peserta juga diberi klip hidung untuk memastikan tidak ada yang membeda-bedakan di antara mereka.

Tiap hari penelitian, peserta diminta minum salah satu dari empat minuman, kemudian diminta menyelesaikan “tes energi mental.”

Hasil penelitian menunjukkan, tingkat respons lebih cepat dari orang-orang yang minum kakao, dan orang-orang yang minum ramuan kafein-kakao juga memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang minum kakao.

Seiring dengan meningkatkan konsentrasi seseorang, penelitian juga menunjukkan, cokelat mengurangi “efek kecemasan–dari produksi kafein.” Tapi pengambilan hasil tersebut menggunakan garam atau gula.

Studi ini didanai Hersheys dan perusahaan yang menyediakan minuman.

“Cokelat mampu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga kesadaran dan perhatian seseorang juga meningkat. Sementara itu, kafein sendiri dapat meningkatkan kecemasan. Kakao yang mengurangi efek kecemasan-dari produksi kafein dapat menjadi alasan yang baik untuk minum latte mocha,” kata Ali, sesuai ditulis dalam Global News

Temuan menarik lainnya, kafein punya efek negatif terhadap suasana hati seseorang.

Ketika dibandingkan dengan kelompok plasebo, orang-orang yang minum minuman dengan hanya kafein dalam minuman menjadikan mereka pemarah.

Namun, konsumsi kakao bersamaan dengan kafein memperlemah perasaan marah. Pun begitu, kecemasan akibat efek kafein juga berkurang.

Ali mengatakan, pengujian soal efek kakao dan kafein masih harus dilakukan.

Pengujian selanjutnya akan berupaya mengetahui lebih dalam kandungan pemecahan bahan kimia dalam minuman dan mengapa efek tersebut dihasilkan.

Sebagian besar orang, tidak peduli berapa pun usianya, menyukai cokelat.

Sulit untuk mereka menolak pemberian cokelat dari orang lain karena saking sukanya.

Ahli Botani, James Wong, penasaran dan berupaya mencari jawaban mengapa orang-orang sangat menyukai cokelat. Biar pun sedang diet, saat cheating day tiba, yang dicari adalah cokelat.

Sudah sejak ribuan tahun yang lalu masyarakat di Amerika Serikat menjadikan cokelat camilan favorit. Bahkan, Suku Maya dan Aztec punya minuman khas yang terbuat dari biji kakao yang dikenal dengan sebutan xocolati. 

Xocolati memiliki arti air yang pahit. Karena memang minuman itu terbuat dari biji kakao pertama yang masih mentah sehingga rasanya masih sangat pahit.

Untuk mendapatkan biji pertama itu, masyarakat dari Suku Maya dan Aztec harus membuka sekam tebal dari kulit kakao itu, kemudian melepaskan daging buah yang memiliki rasa tropis, perpaduan antara limun dan apel custard yang manis, asam, dan lengket.

Biji dan daging buah difermentasi selama beberapa hari, sebelum dikeringkan lalu dipanggang. Saat biji dan daging buah dipanggang, pelbagai senyawa kimia akan muncul ke permukaan.

Aroma dari senyawa kimia membuat otak orang yang mencium aromanya akan suka, sebagaimana dikutip dari situs BBC, 

Cokelat juga mengandung sejumlah bahan kimia psikoaktif (zat yang masuk ke tubuh dan memengaruhi tubuh) yang menarik.

“Hal ini termasuk anandamide, sebuah neurotransmitter (senyawa organik endogenus pembawa sinyal), yang namanya berasal dari bahasa Sanskerta–ananda, yang berarti sukacita, kebahagiaan. Ada juga kandungan tyramine (zat yang diproduksi protein) dan phenylethylamine (bahan kimia yang ditemukan di dalam tubuh),” jelas James.

Lebih lanjut, kandungan tyramine dan phenylethylamine memiliki efek yang mirip dengan amfetamin  hiperaktif.

Beberapa ilmuwan makanan sangat bersemangat soal penemuan kesukaan cokelat.

Otak tidak akan terkena bahan kimia dari makan beberapa kotak cokelat. Cokelat mungkin memainkan peran kecil dalam merayu indera seseorang.

Ketika cokelat digigit, maka cepat meleleh di lidah, lantas meninggalkan sensasi lama yang lembut. Reseptor sentuhan khusus di lidah mendeteksi perubahan tekstur cokela, yang berujung menstimulasi perasaan senang.

Tetapi hal yang benar-benar berubah, kakao dari minuman pahit dan berair ke dalam camilan–yang dinikmati sampai hari ini–adalah penambahan gula dan lemak.

Penambahan jumlah yang tepat dari masing-masing sangat penting untuk memberikan kenikmatan cokelat. Anda bisa melihat di sisi sebungkus cokelat susu

Komentar