Nikmati Hidup, Tubuh Anda Akan Sehat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 22 Januari 2014 | 10:39 WIB

Dibaca: 0 kali

Secara bersamaan dua situs terkenal, “livesience.com,” dan “daily mail co.uk,” menurunkan tulisan tentang bagaimana orang menikmati hidup untuk kemudian mendapatkan kebahagiaan.

Baik “livesience.com” maupun “daily mail co.uk,” menekan kata bahagia dari perspektif yang sama walau pun berbeda dalam tema tulisannya. “Livesience” mengingatkan perlunya ditumbuhkan kebahagiaan untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Bahagia juga merupakan kunci kesehatan yang lebih baik.

Para peneliti menemukan, orang yang menikmati hidup mereka cenderung untuk lebih dapat menjaga fungsi fisik mereka dengan lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak. Ini artinya, bisa dikatakan orang yang bahagia akan lebih awet muda.

Studi tersebut melibatkan lebih dari 3.000 orang di atas usia 60 tahun atau lebih tua di Inggris, dan mengikuti mereka selama delapan tahun. Para peneliti kemudian menanyakan peserta tentang kemampuan mereka menikmati hidup dengan memberikan penilaian terhadap kalimat-kalimat seperti: “aku menikmati hal yang aku kerjakan” atau “aku menikmati berada di dekat orang lain”.

Dengan teknik wawancara langsung, para peneliti juga menentukan apakah peserta mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari, seperti bangun dari tempat tidur, memakai pakaian, atau mandi. Mereka juga melakukan tes kecepatan berjalan para peserta.

Hasil menunjukkan, peserta yang lebih bahagia cenderung dapat melakukan fungsi fisik dengan lebih baik di usia tua. Bahkan hubungan tersebut tetap ada meski sudah disertakan faktor lain seperti penuaan, gaya hidup, dan kondisi ekonomi.

Studi yang dipublikasi dalam Canadian Medical Association Journal tersebut menunjukkan, orang yang mengaku paling tidak bahagia dalam studi ini 80 persen lebih mungkin untuk mengalami penurunan fungsi fisiknya dibandingkan dengan orang yang bahagia. Begitu pula dengan kecepatan berjalan mereka.

“Seperti yang diduga, kesehatan yang buruk juga berhubungan dengan penurunan kadar kebahagiaan. Orang dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, diabetes, arthritis, stroke, dan depresi melaporkan kurang menikmati hidup mereka,” ujar Andrew Steptoe, peneliti studi sekaligus direktur Institut Epidemiologi dan Pelayanan Kesehatan di University College London.

Sebelumnya, lanjut dia, para peneliti telah menunjukkan, orang lanjut usia yang lebih menikmati hidup cenderung untuk hidup lebih lama rata-rata selama delapan tahun. “Studi ini menunjukkan, mereka juga ternyata lebih mampu mempertahankan kemampuan fisiknya,” cetus Steptoe.

Apakah kehidupan cinta juga akan mendatangkan kebahagiaan? Menurut Jane Druker, editor dari majalah Top Sante yang melakukan penelitian ini, untuk memunculkan rasa bahagia tidak selalu harus melakukan hubungan seksual yang lama.

“Sebenarnya keintiman yang dibangun setiap hari antara suami istri, misalnya seks kilat, sudah bisa membuat kita sehat dan mendorong keinginan untuk bercinta lebih lama lagi,” kata Druker.

Sebagian responden juga mengatakan, meski tidak bisa terlalu sering bercinta, mereka berharap pasangan mereka bersikap lebih hangat dan mesra setiap hari. Sebuah kecupan kecil atau pelukan adalah hal-hal kecil yang dianggap bisa meningkatkan rasa bahagia.

Beberapa penelitian juga menyimpulkan, wanita yang rutin bercinta cenderung lebih jarang terkena depresi dibanding dengan wanita yang jarang bercinta. Para responden yang bercinta seminggu sekali juga mendeskripsikan diri mereka sendiri sebagai “jarang panik”.

Hampir 55 persen wanita yang bercinta kurang dari sebulan sekali mengakui bahwa mereka akan lebih bahagia jika pasangan mereka mengajak bercinta lebih sering.

“Seks bukanlah sebuah kemewahan, itu hal yang sangat penting. Aktivitas dengan pasangan ini akan menurunkan stres, meningkatkan sistem imun, dan membuat kita merasakan kebahagiaan,” kata Tracey Cox, pakar seksologi.

Sebenarnya masih banyak manfaat seks lain yang sudah terbukti, antara lain menurunkan tekanan darah, membuat kita lebih percaya diri, membakar kalori, meredakan nyeri, dan sebagainya. Kalau sudah begini, tak ada alasan untuk absen bercinta bukan?

Komentar