“Ngorok” Itu Penyakit Berbahaya Lho!

Penulis: Darmansyah

Kamis, 10 Desember 2015 | 09:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Mendengkur itu buruk. Dan mendengkur itu bagian dari penyakit.

Tahukah Anda penyakit apa yang mengintai para pendengkur?

Sebut saja hipertensi, penyakit jantung koroner, gagal jantung hingga penyakit-penyakit pembuluh darah dan jantung lainnya.

Ahli kardiologi, dari Brigham and Women’s Hospital di Boston menemukan bahwa ngorok bagi wanita lebih berbahaya dari mendengkur lelaki.

Ngorok sepanjang malam dan kantuk berlebihan di siang hari merupakan tanda utama dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur.

Henti nafas tidur terjadi sebagai akibat saluran nafas atas yang melemas dan menyempit saat seseorang terlelap.

Udara yang lewat akan menggetarkan area lunak di saluran nafas yang sempit. Tetapi yang berbahaya adalah ketika saluran tersebut kolaps dan tersumbat.

Akibatnya, walau gerakan nafas berusaha menarik udara, tak terjadi pertukaran udara. Inilah henti nafas tidur atau obstructive sleep apnea.

Karena napas sesak, otak akan membangunkan tubuh sejenak untuk mengambil nafas. Tanpa sadar, pendengkur akan terbangun berulang kali. Ia tak terjaga.

Akibatnya penderita sleep apnea akan merasa tak segar saat bangun dan terus mengantuk sepanjang hari.

Ini disebut sebagai hipersomnia.

Penelitian terbaru yang diterbitkan pada jurnal Circulation, mencoba melihat efek sleep apnea pada jantung pria dan wanita.

Para peneliti tersebut mencatat semua kejadian gagal jantung, penyakit jantung koroner maupun kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah

Hasilnya, ternyata sleep apnea secara independen berhubungan langsung dengan peningkatan kadar troponin T, gagal jantung dan kematian pada wanita.

Pada wanita ditemukan juga bahwa sleep apnea akibatkan pembengkakkan jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ngorok dan sleep apnea memberikan efek buruk pada kesehatan jantung.

Hanya saja pada wanita akibatnya bisa lebih buruk dibandingkan pria.

Sementara dari berbagai penelitian lain, didapati bahwa perawatan dengkur sedini mungkin akan menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sleep apnea adalah penyakit tidur yang diderita pria paruh baya.

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bagaimana mendengkur tak bisa diremehkan lagi.

Sleep apnea menjadi penyebab berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, berbagai penyakit jantung hingga stroke.

Dan mendengkur merupakan salah satu tanda dari sleep apnea atau henti nafas saat tidur.

Walau tak semua pendengkur alami sleep apnea, ngorok tetap harus diwaspadai mengingat risiko kesehatan yang tidak kecil.

Coba perhatikan orang yang mendengkur, sesekali ia terdiam lalu diikuti dengan suara tersedak atau bahkan sampai batuk-batuk.

Yang terjadi adalah saluran nafas pada saat tidur melemas hingga menyempit.

Penyempitan bisa menyumbat total saluran nafas hingga tak ada udara yang lewat. Akibat sesak penderitanya akan terbangun sejenak untuk mengambil nafas.

Tetapi ia tidak menyadari bahwa dirinya terbangun.

Hingga pagi hari saat terjaga ia masih merasa kurang tidur dan terus mengantuk di siang hari.

Gejala yang disebut juga hipersomnia atau kantuk yang berlebihan.

Tak semua mendengkur itu sleep apnea.

Suara dengkuran saja tidak cukup untuk menegakkan diagnosis.

Untuk itu, seorang pendengkur harus menjalani pemeriksaan tidur di laboratorium tidur atau sleep lab.

ari pemeriksaan ini baru kita bisa tahu ngorok yang dialami wajar atau alami sleep apnea, serta derajat keparahannya.

Para ahli mencoba melihat dua puluh sembilan penelitian yang meneliti efek perawatan sleep apnea terhadap Kolesterol.

Hasilnya, pendengkur yang menggunakan CPAP mengalami penurunan kadar Kolesterol total dan kadar LDL. Sedang kadar HDL-nya jadi meningkat.

Namun penelitian-penelitian tersebut tidak menunjukkan perbaikan kadar trigliserida.

Bagaimana mekanisme hilangnya mendengkur/sembuhnya sleep apnea dapat memperbaiki kadar Kolesterol belum dapat dipastikan.

Tetapi penelitian-penelitian ini membuktikan bahwa perawatan mendengkur dapat menurunkan resiko penyakit jantung.

Penggunaan CPAP dapat secara langsung maupun tidak langsung menurunkan resiko seseorang menderita penyakit jantung.

Dengan hilangnya henti nafas tidur, tekanan dalam dada yang menghimpit jantung pun hilang, hingga jantung berfungsi normal.

Sementara banyak penelitian lain membuktikan bagaimana perawatan mendengkur dapat memperbaiki hipertensi, diabetes, obesitas dan sindroma metabolik.

Komentar