Ngorok? Hati-Hati, Itu Beban Bagi Jantung

Penulis: Darmansyah

Senin, 26 November 2018 | 11:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak yang beranggapan ngorok alias mendengkur adalah hal yang sepele.

Kalaupun terganggu, sebatas karena berisik dan membuat partner tidur susah terlelap.

Padahal ada risiko yang jauh lebih serius dibanding suara dengkuran.

Ahli jantung  menjelaskan bahwa ngorok terjadi karena pangkal lidah menutup jalan napas, biasanya karena tidur telentang.

Tertutupnya jalan napas berdampak pada ventilasi atau pertukaran udara yang buruk menuju paru-paru.

Itu nggak bagus. Secara berkepanjangan oksigennya kurang, pembuangan

Namun ngorok tentu saja bukan satu-satunya penyebab jantung bermasalah. Kualitas tidur yang buruk, misalnya karena kelelahan, menurut dr Aron juga berdampak pada tekanan darah tinggi yang disebut nocturnal hypertension.

Tidak ada yang tahu. Hari biasa kita tidak mengalami darah tinggi saat diperiksa, tapi ternyata pada saat tidur ternyata darah tinggi. Tapi tidak ketahuan karena nggak diperiksa.

Walau tak ketahuan, hipertensi saat tidur sama-sama bisa memicu stroke. Risiko gagal jantung juga bisa terjadi karena pola tidur yang buruk.

Ya tak  dapat disangkal bahwa suara ngorok itu mengganggu. Bukan hanya mengganggu tidur orang-orang di sekitar Anda, tapi juga Anda sendiri.

Suara merdu dengkuran yang keluar dari tenggorokan Anda bisa membangunkan Anda di tengah malam. Menariknya, semakin bertambah usia Anda akan semakin sering ngorok. Kenapa bisa begitu?

Ngorok disebabkan oleh penyempitan tenggorokan saat Anda tidur, sehingga Anda tidak dapat mengeluarkan udara secara bebas melalui tenggorokan dan hidung.

Selain itu, posisi lidah Anda saat tidur juga bisa menghalangi jalur keluar-masuk udara selama tidur. Hal ini membuat jaringan di sekitar jalur pernapasan bergetar, sehingga menghasilkan suara ngorok yang keras dan mengganggu.

Siapa pun di usia berapa pun bisa tidur ngorok. Akan tetapi semakin tua, Anda justru makin sering ngorok.

Salah satu penyebabnya adalah pertambahan berat badan saat Anda beranjak semakin tua.

Pola kenaikan berat badan ini kemudian jadi memfokuskan penumpukan lemak di sekitar leher sehingga ruang tenggorokan semakin sempit, menurut Pelayo seorang spesialis di Stanford Sleep Medicine Center.

Selain itu, massa otot tubuh akan semakin menurun dan mengendur seiring bertambahnya usia. Pada akhirnya, hal ini juga memengaruhi otot di saluran pernapasan.

Otot saluran pernapasan yang kendur akan lebih rentan bergetar ketika dialiri oleh udara dari paru-paru.

Penggunaan obat-obatan yang semakin beragam dan sering seiring waktu juga menjadi salah satu penyebab kenapa Anda semakin tua jadi makin sering ngorok.

Pasalnya, Obat-obatan tertentu bisa memberikan efek kering pada saluran pernapasan, juga membuat otot tenggorokan lebih rileks sehingga saluran udara menjadi lebih sempit.

Pada beberapa kasus, mendengkur adalah hal yang normal, meski juga bisa disebabkan oleh penyakit berbahaya.

Salah satunya adalah sleep apnea, yang umum terjadi pada orang-orang paruh baya dan lanjut usia (50 tahun ke atas).

Sleep apnea termasuk gangguan tidur yang cukup serius karena disebabkan oleh adanya penyumbatan pada saluran pernapasan.

Gejala utama dari sleep apnea adalah suara ngorok amat kencang saat tidur malam yang seringnya membangunkan Anda di tengah malam.

Bolak-balik buang air kecil tengah malam dan tidur ngiler juga bisa jadi beberapa tanda khas dari sleep apnea.

Komentar