Ngopi Bisa Mengurangi Kanker Prostat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 Mei 2018 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Sekali lagi tentang kopi dan sehatnya.

Ya, para ahli dari Harvard Medical School mengatakan bahwa pria yang rutin minum kopi risikonya terkena kanker prostat berkurang hingga enam puluh persen bila dibandingkan dengan pria yang tidak minum kopi.

Meski para ahli menyatakan masih terlalu dini untuk merekomendasikan para pria agar mulai minum kopi, hasil studi tersebut cukup meyakinkan.

“Faktor gaya hidup telah terbukti secara konsisten berkaitan dengan risiko kanker prostat, oleh sebab itu sangat melegakan bila hasil studi ini diperkuat dengan studi lainnya,” kata Kathryn M Wilson, Ph D, dari Channing Laboratory, Harvard Medical School.

Dalam studinya, Wilson menganalisis informasi dari hasil studi Health Professionals Follow-Up Studi yang melibatkan lebih dari lima puluh ribu pria peminum kopi

Berdasarkan analisis studi, diketahui pria yang mengonsumsi kopi cukup banyak lebih dari enam cangkir per hari memiliki risiko lima puluh sembilan persen lebih rendah terkena kanker prostat agresif atau fatal dibandingkan dengan nonpeminum kopi.

Namun, peneliti studi ini menekankan bahwa bukan hanya kafein yang bermanfaat untuk pencegahan kanker prostat.

Studi juga menemukan pria yang minum kopi tanpa kafein juga memiliki risiko yang lebih rendah.

Menurut Wilson, kopi mengandung berbagai komponen yang penting, seperti antioksidan dan mineral yang mungkin berperan penting untuk mencegah kanker prostat.

“Kopi memiliki efek pada insulin dan metabolisme glukosa yang memegang peran penting dalam kanker prostat,” katanya.

Sebuah penelitian lainnya mengungkap bahwa hobi minum kopi juga bermanfaat bagi pria yakni mencegah diabetes dan kanker prostat.

Kathryn Wilson, peneliti dari Harvard School of Public Health di Boston mengungkap, senyawa tertentu dalam kopi bisa mempengaruhi fungsi insulin.

Hormon ini berperan dalam metabolisme gula dan jika fungsinya terganggu maka bisa memicu sakit gula atau diabetes.

Menurut Wilson, berbagai penelitian terdahulu juga mengungkap bahwa pada pria insulin memiliki keterkaitan dengan risiko kanker prostat. Jika fungsi insulin terganggu, maka selain memicu diabetes maka pada pria risiko tambahannya adalah kena kanker prostat.

Untuk membuktikan hal itu, Wilson melakukan pengamatan

Dikutip dari HealthDay,tiap empat  tahun Wilson memeriksa kondisi prostat para partisipan dan menanyakan beberapa hal menyangkut diet dan kebiasaan minum kopi.

Hasil analisis menunjukkan, risiko kanker prostat pada partisipan yang tiap hari minum 6 cangkir kopi atau lebih berkurang sekitar dua puluh persen.

Bahkan setelah disesuaikan dengan berbagai faktor lain, risiko terkena kanker prostat stadium metastatik berkurang hingga enam puluh persen.

Risiko kanker prostat juga berkurang pada partisipan yang rajin minum kopi, sekalipun jumlahnya tidak sampai enam cangkir sehari.

Cukup dengan satu hingga tiga cangkir sehari, risiko kanker prostat stadium metastatik bisa berkurang hingga tiga puluh persen.

Wilson mengakui, penelitian ini belum berhasil mengidentifikasi secara spesifik kandungan kopi yang telah mempengaruhi hasil penelitiannya.

Namun ia memastikan, kandungan itu bukan kafein karena manfaatnya relatif sama ketika dicoba dengan kopi decaffeinated

Sementara itu penelitianlainnya  yang dipublikasikan di International Journal of Cancer, menyoroti masalah yang masih diperdebatkan hingga hari ini, yaitu peran kopi, dan khususnya kafein, terkait dengan kanker prostat.

Sejumlah penelitian internasional telah meneliti efek perlindungan dari  minuman populer ini, namun bukti ilmiah dianggap tidak cukup untuk menarik kesimpulan.

Apalagi, dalam beberapa kasus hasilnya kontradiktif, demikian penulis George Pounis dari IRCCS Neuromed.

Untuk penelitian tersebut, sekitar tujuh ribu pria diamati selama sekitar empat tahun.

Dengan menganalisis kebiasaan konsumsi kopi mereka dan membandingkannya dengan kasus kanker prostat yang terjadi dari waktu ke waktu.

Terlihat pengurangan risiko bersih hingga lima puluh tiga persen pada mereka yang minum lebih dari tiga cangkir sehari.

Komentar