Nggak Sarapan? Awas Diintai Stroke

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 Januari 2016 | 07:01 WIB

Dibaca: 0 kali

“Sarapan?”

“Ah, nggaklah,” ujar seorang eksekutif pada suatu pagi kepada rekannya.

Ya! Sarapan sering kali dilewatkan banyak orang ketika terburu-buru untuk melakukan aktivitas, seperti berangkat kerja atau pergi ke sekolah.

Tapi tahukah Anda melewatkan sarapan di pagi hari bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru kembali mengingatkan pentingnya sarapan bagi kesehatan.

Penelitian kali ini menemukan, jarang sarapan atau makan pagi dapat meningkatkan penyakit stroke.

Penelitian melibatkan puluhan ribu pria dan wanita Jepang berusia matang yang tidak memiliki riwayat sakit jantung maupun kanker.

Peneliti telah mengamati mereka sejak selama lima belas tahun.

Selama itu terdapat hampir empat ribu orang yang tekena stroke, dan lainnya mengalami pendarahan otak dan kasus penyakit jantung koroner.

Peneliti kemudian menanyakan kebiasaan responden untuk sarapan setiap hari.

Hasil analisis yang dilakukan peneliti menunjukkan, mereka yang tidak pernah sarapan memiliki risiko tinggi terkena stroke dan jantung dibanding mereka yang selalu sarapan.

Risiko tinggi untuk sroke akibat pendarahan otak.

Peneliti menjelaskan, faktor risiko utama terjadinya pendarahan di otak, yaitu karena tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Terutama tekanan darah tinggi yang terjadi pada pagi hari.

Menurut peneliti, mereka yang sering melewatkan sarapan akan lebih berisiko mengalami tekanan darah tinggi dibanding yang rutin sarapan.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan, stroke akibat pendarahan otak juga lebih sering terjadi pada pagi hari.

Peneliti pun menyimpulkan, sarapan setiap pagi dapat membantu mencegah penyakit stroke, terutama stroke akibat pendarahan otak.

Meski demikian, tidak sarapan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan peningkatan penyakit stroke.
Menurut peneliti, faktor gaya hidup tidak sehat mendorong peningkatan terjadinya penyakit.

Penurunan berat badan memang bisa terjadi jika kita mengurangi asupan makanan dan meningkatkan aktivitas fisik.

Tetapi, sebaiknya jangan melewatkan waktu makan, termasuk sarapan.

Penelitian-penelitian menunjukkan orang yang tidak makan pagi akan menjadi semakin gemuk karena ketika makan siang, mereka akan ‘ganas dan rakus’

Orang yang malas sarapan bobot tubuhnya cenderung semakin meningkat karena menyantap makanan dengan porsi yang lebih besar ketika makan siang dan makan malam.

Selain itu, jika kita terlalu banyak makan siang, makan malam pun akan tertunda waktunya.

Kalau makan malamnya tertunda, otomatis akan berpengaruh ke jam tidur, sehingga tidurnya sering terlambat.

Ketika orang tersebut kurang tidur, maka hormon leptin akan menurun dan hormon ghrelin akan meningkat.
Risikonya menjadi gemuk.

Hormon leptin merupakan hormon yang bertugas memberitahu otak kapan harus berhenti mengunyah dan berhenti makan.

Sementara hormon ghrelin sering disebut juga hormon lapar, karena ia merangsang rasa lapar. Kadar hormon ini meningkat sebelum makan.

Mengenai kandungan gizi sarapan untuk orang yang sedang program diet, tidak jauh berbeda dengan orang pada umumnya.

Sarapan sehat meliputi kombinasi dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

Namun demikian, porsinya lebih sedikit dan harus dijaga.

Jika pada awalnya sarapan satu piring, ubah menjadi tigaperempat piring atau setengah piring. Dengan begitu, berat badan akan terkontrol dan sehat.

Intinya sarapan pagi terbukti me-maintain berat badan dan kolestrol normal. Dan sarapan sehat itu baiknya sebelum jam sembilan karena pada saat itu adalah mulainya beraktivitas.

Komentar