Ngemil Itu Diperlukan untuk Program Diet

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 September 2017 | 09:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Jangan pernah mengenyahkan ngemil sebagai kebiasaan buruk.

Ngemil bisa bermanfaat bila disertai dengan selektifitas makanan yang ingin diasup.

Memang tidak sedikit orang mengurangi atau bahkan menghindari kegiatan “ngemil” karena banyak alasan.

Wanita, biasanya menghindari makan camilan untuk menjaga bentuk tubuh.

Namun, ternyata ngemil dinilai perlu dan penting untuk pola diet sehat, selama masih dalam takaran dan waktu yang sesuai.

Makan camilan itu penting untuk program diet sehat.

Asal bukan dilakukan karena “lapar mata”. Menurut Leona, ngemil bisa dilakukan dua sampai tiga kali dalam sehari.

Waktu yang paling tepat untuk ngemil itu satu jam sebelum makan, dan dua jam setelah makan.

Akan tetapi, perlu diingat, kita tidak boleh asal ngemil. Ia mengimbau, untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Dianjurkan, agar mengonsumsi sayuran dan buah sebagai camilan.

Ia menyebutkan, hasil survey menunjukkan tujuh puluh sembilan persen orang membeli camilan karena “lapar mata”.

Hal itu biasanya disebabkan, tampilan visual yang menggugah selera, seperti bentuk dan warna makanan.

Sementara, enam puluh lima persen orang diketahui membeli makanan karena ingin mencoba makanan baru.

Hasil survey itu, dinilai perlu menjadi perhatian, mengingat asupan kudapan tak boleh sembarang masuk ke dalam tubuh.

Apalagi, untuk mereka yang tidak ingin kehilangan “snack time” tapi tetap sehat.

Makanan dan minuman dari produk susu yang mengandung kalsium tinggi fosfat, rendah lemak, dan protein.

Makanan kecil seperti itu bagus untuk kesehatan gigi dari luar dan dalam.

Selain produk susu, kacang kedelai juga menjadi camilan yang dianjurkan.

Soalnya, kacang kedelai mengandung protein nabati yang tinggi dengan sumber serat yang juga baik bagi pencernaan.

Sayuran dan buah menjadi kudapan yang utama, ditambah protein, makanan yang mengandung kalsium, rendah lemak, dan gula buatan.

Selain camilan bagi orang dewasa, kudapan sehat dan tepat pun perlu diberikan kepada anak-anak.

Disarankan untuk menarik minat anak-anak, makanan ringan harus variatif tapi tetap sehat agar tidak membosankan

Memang ada camilan yang tidak sehat dan sering dikatakan sehat.

Menurut Constance Brown-Riggs, ahli diet dan juru bicara terdaftar untuk The Academy of Nutrition and Dietetics, sumber masalah utama dalam menilai tingkat kesehatan makanan adalah iklan. Konsumen cenderung memilih  makanan berdasarkan “iklan” di bagian depan bungkus.

Cara terbaik yang harus dilakukan saat memilih camilan adalah melihat bagian komposisinya.

Menurut Brown-Riggs, camilan sehat seharusnya mengandung tidak lebih dari dua ratus kalori dan harus memiliki cukup serat, sedikit gula, serta hampir tidak mengandung lemak.

Membaca komposisi makanan dan label nutrisi adalah cara yang baik untuk memahami apa yang sebenarnya Anda makan.

Melansir Live Science, berikut beberapa makanan ringan yang diiklankan “sehat”, namun kenyataannya tidak:

Seberapa sehat parfait yoghurt sangat bergantung pada apa yang ada di dalamnya. Parfait yang terbuat dari yoghurt bebas lemak dan buah segar merupakan makanan ringan yang mudah dibuat di rumah.

Tapi, parfait kemasan seringkali menambahkan gula, lemak, dan kalori dalam bentuk manisan buah atau granola yang ditambahkan. Yoghurt yang digunakan pun seringnya merupakan yoghurt tipe lemak tinggi.

Menurut Brown-Riggs, yoghurt di beberapa parfait bahkan bukan yoghurt asli.

“Membeli yoghurt vanila Yunani yang ditambahkan buah sendiri di atasnya adalah makanan ringan yang jauh lebih enak,” katanya.
Banyak camilan manis yang diklaim lebih sehat karena mengandung vitamin dan mineral penting. Tapi menurut Brown-Riggs, klaim “sehat” seperti itu tidak lebih hanyalah merupakan tipuan iklan.

“Orang tidak makan kue untuk mendapatkan nutrisi-nutrisi seperti itu,” katanya. Memanjakan diri dengan kue hanyalah untuk memuaskan keinginan memakan makanan manis, bukan sebagai sarana untuk mendapatkan vitamin dan mineral penting.

Sebenarnya, lebih baik jika tidak mengonsumsi jenis makanan ringan ini karena produk semacam ini mengirim pesan campuran tentang nilai kesehatannya.

Karenanya, orang pun akan memanfaatkan embel-embel “sehat” dalam produk untuk membenarkan kebiasaan ngemil yang buruk.

Hal terpenting yang harus dilakukan dengan sekantong keripik jagung yang diiklankan memiliki “gandum utuh” adalah memastikan komposisinya.

Periksalah apakah benar bahan pertama yang tercantum dalam komposisinya adalah gandum utuh.

Pastikan keripik jagung memiliki sedikit serat. Kadar natriumnya juga disarankan berada di takaran serendah mungkin dalam kisaran 5 miligram (mg) per porsi sampai 150 mg per porsi.

Jika keripik memenuhi semua kriteria itu, camilan ini sebenarnya bisa menjadi makanan ringan yang sehat atau setidaknya menjadi alternatif yang sehat untuk keripik kentang standar.

Makanan ringan lezat satu ini mungkin lebih rendah lemaknya daripada keripik kentang.

Tapi, cemilan ini tetap mengandung sodium dan lemak yang tidak sehat. Selain itu, camilan ini cenderung tidak memiliki gandum utuh.

Brown-Riggs menyarankan untuk jangan membatasi makanan ringan yang Anda konsumsi hanya pada makanan yang diberi label camilan.

Sebenarnya, lebih baik untuk membuat pemikiran bahwa makanan ringan adalah makanan sehat yang di konsumsi di sela waktu makan utama, misalnya buah.

Potongan kecil permen kenyal bisa terlihat seperti cara yang baik untuk membuat anak-anak mengonsumsi vitamin C harian mereka. Camilan ini juga sering menyebutkan jus buah sebagai bahan utamanya. Tapi, menurut Brown-Riggs itu hanyalah cara untuk memiliki nilai jual.

Kenyataannya, bahan kedua dalam daftar komposisinya hampir selalu gula atau sirup jagung. Hal tersebut membuat camilan ini tidak lebih dari sekedar permen manis dengan sedikit vitamin C.

Brown-Riggs menyarankan, “Jika Anda ingin mendapatkan vitamin C, lebih baik konsumsilah jeruk.”

Es loli yang dibuat dengan jus buah sekalipun sebenarnya mungkin mengandung gula tambahan. Selain itu, jika es loli terbuat dari jus buah, es tersebut mungkin memiliki serat yang sangat sedikit.

Menurut Brown-Riggs, pilihan terbaik adalah membuat es buah sendiri. Pilih buah yang Anda suka dan kemudian bekukan di kulkas

 

Komentar