Nah, Kopi Itu Memang Minuman Hebat

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 November 2014 | 10:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Kopi memang minuman hebat. Selain nikmat, ia mengandung segudang “obat” dengan memilki berbagai fungsi. Kafein yang ada dalam kopi, misalnya, menyimpan antioksidan yang tinggi. Selain itu, meneguk beberapa cangkir kopi sehari, dipercaya dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, alzheimer, dan kanker prostat.

Apakah dengan sebanyak itu manfaat kopi harus diseruput sembarangan? Tentu tidak. Layaknya mengonsumsi cokelat, menyeruput kopi juga punya aturan jika tak ingin kehilangan khasiatnya.

Misalnya, biji kopi harus dipanggang dengan tepat, penyimpanannya tertata, dan metode meminumnya pun harus diperhatikan.

Un tuk itu muncul berbagai anjuran agar dalam menyeruput kopi sebaiknya jangan hanya sebatas enak diminum, tapi harus juga sehat. Salah membuat kopi, maka rasanya jadi nggak enak.

Seperti dikutip “nuga” dari laman “Livestrong,” meskipun minum kopi secara berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon stres kortisol dan menumbuhkan ketergantungan pada kafein, ada cara untuk menetralisirnya secara tepat sesuai manfaat kesehatannya:

Nah, biar kopi jadi terasa sehat saat diminum maka sebaiknya memperhatikan beberapa cara terbaik membuat kopi jadi sehat seperti dilansir situs “boldsk”

Kopi yang sehat adalah pada saat awal membuat kopi. Itu berarti, hindari minum kopi ketika ingin tidur karena bisa mengganggu pola tidur dan menyebabkan banyak masalah kesehatan akibat kurang tidur.

Dan banyak dari kita tidak bisa minum kopi tanpa gula. Tapi, terlalu banyak gula berarti kopi kurang sehat.

Untuk menjaga merek sehatnya, jangan pernah menambahkan sirup untuk kopi. Tindakan itu akan membuat rasa jadi kurang sehat karena sirup mengandung bahan pengawet dan pemanis buatan.

Jika menggunakan pemanis buatan untuk mendapatkan manis, maka kopi yang diminum jadi kurang enak karena kopi jadi nggak berasa. Menambahkan pemanis buatan bukan cara untuk membuat kopi sehat. Cara terbaik adalah mencoba minum kopi tanpa gula

Efek antioksidan kopi berhubungan dengan senyawa yang disebut asam klorogenik. Dengan dipanggang atau roasting, asam tersebut diubah menjadi antioksidan. Pilihlah biji berwarna cokelat muda, jika mampir ke gerai kopi waralaba, mintalah kopi asli.

Biji kopi panggang memiliki radikal bebas, jika semakin lama terkena udara akan menyebabkan masalah, radikal bebas semakin meningkat. Simpanlah biji kopi di wadah kedap udara dan tidak menggilingnya sampai siap untuk diseduh.

Para peneliti di Italia menemukan beberapa metode seduh kopi yang berbeda. Di antaranya, dengan penyeduhan moka pot, espresso pot, dan pot Neapolitan. Jika ingin menghasilkan Americano, tambahkan air panas pada espresso.

Jenis kopi apa yang terbaik untuk diminum? Kopi hitam tanpa gula adalah yang terbaik.

Sedikit gula tidak menambah kalori, tetapi susu dapat mengurangi kadar antioksidan. Tentu saja, jika Anda menggunakan gula, atau pemanis buatan, sama saja dengan mengaduk kalori, atau bahan kimia. Cara untuk menangani pahit adalah dengan tambahan kayu manis bubuk secukupnya

Karena banyak manfaat kesehatannya, New England Journal of Medicine menyimpulkan bahwa peminum kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dini hingga enam persen.

Tapi sayangnya, belum semua orang mengetahui cara minum kopi yang benar sesuai manfaat kesehatannya.

Peneliti Harvard pada 2002 menemukan bahwa wanita yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari bisa menurunkan risiko batu empedu hingga 25 persen.

Dalam laporan Archives of Internal Medicine pada 2011 disebutkan bahwa perempuan yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko depresi hingga 15 persen. Sementara orang yang minum empat cangkir sehari memiliki risiko depresi 20 persen lebih rendah.

Dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada 2005 di Amerika Utara, para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi dua cangkir kopi rata-rata memiliki memori jangka panjang.

Menariknya, sebuah studi 2007 menemukan bahwa wanita dan laki-laki berusia 65 tahun keatas dan minum tiga cangkir kopi setiap hari hanya mengalami sedikit penurunan memori.

Sementara para peneliti di University of South Florida pada tahun 2011 malah menyarankan lansia untuk minum kopi sebanyak empat sampai lima cangkir setiap hari untuk mengurangi risiko Alzheimer.

Penelitian yang dilakukan pada Januari 2012, ‘Journal of Agricultural & Food Chemistry’ menyebutkan bahwa ada senyawa dalam kopi yang dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Sebuah studi pada 2008 di Swedia menemukan bahwa minum dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara. Studi pada 2011 yang dipublikasikan di ‘Breast Cancer Research’ juga menemukan bahwa minum lima cangkir atau lebih juga bisa menurunkan risiko kanker payudara sekitar 20 persen.

Tak hanya bermanfaat bagi perempuan, karena studi yang disebut dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Jika sebuah studi pada 1980 menyebutkan bahwa kopi dapat merangsang metabolisme, pada studi 2006 peneliti menemukan ekstrak kopi dapat meningkatkan berat badan orang dewasa selama dua puluh dua minggu.

‘The Journal of American Medical Association’ pada tahun 2000 menemukan bahwa konsumsi kafein bisa menurunkan risiko Parkinson. Dan pada sebuah studi 2010, minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari dapat menurunkan risiko penyakit yang sama.

Pada penelitian yang dilakukan Harvard Edward Giovannucci yang diterbitkan dalam ‘Cancer Epidemiology , Biomarkers & Prevention’, mencatat bahwa kopi memiliki lebih banyak antioksidan daripada sayuran dan buah-buahan. Bahkan pada 2005 disebutkan bahwa kopi merupakan sumber antioksidan nomor satu di Amerika.

Kopi memang sering dikaitkan dengan meningkatnya daya tahan dan kinerja tubuh. Sebuah penelitian pada 2008 yang menyertakan atlet menyimpulkan bahwa minum kopi dapat membuat atlet tampil baik selama latihan meskipun kurang tidur.

Studi pada 2007 menyebutkan, orang yang minum enam cangkir sehari bisa menurunkan risiko asam urat sebanyak enam puluh persen.

Komentar