“Mr P” Anda Tegak di Pagi Hari?

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 20 Juni 2015 | 16:01 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda seorang lelaki? Kalau iya tentu pernah menikmati “Mr P” Anda tegak di pagi hari. Ketika Anda sedang tidur pulas atau sedang bermalas-malasan di ranjang.

Tapi tahukah Anda kenapa “Mr P” itu tegak dengan sigap?

Dan fenomena tersebut juga memunculkan tanya apakah hal tersebut normal?

Jawab para ahli bisa ringkas, ereksi atau tegaknya “Mr P” Anda adalah merupakan bagian dari siklus tidur.

Saat Anda memasuki tidur REM, Anda tak hanya bermimpi namun tubuh Anda juga akan mengalami beberapa perubahan fisiologis.

Saat terjadi, proses ini akan mematikan neurotransmitter yang di dalamnya tersemat hormon norepinefrin atau hormon yang mengontrol ereksi.

“Ketika neurotransmitter mati, norepinefrin pun akan menurun. Akibatnya, aliran darah akan meningkat dan pada akhirnya menyebabkan ereksi” ujar peneliti seperti dilansir Healthmeup.

Peneliti juga menjelaskan bahwa ereksi yang terjadi pada pria di pagi hari, adalah untuk mencegah terjadinya ‘ngompol’. Perlu diketahui, kandung kemih seorang pria akan penuh saat pagi hari. Ketika kandung kemih penuh, penis pun secara otomatis akan terangkat.

Lantas, apakah ereksi setiap pagi adalah hal yang normal?

Periset mengatakan, fenomena tersebut normal terjadi pada anak-anak, remaja, ataupun pria dewasa.
Dikatakan pula bahwa ereksi di pagi hari sejatinya menyehatkan.

Pasalnya, ereksi akan menghasilkan oxygenation yang mampu memperbaiki organ seksual serta mempertahankan fungsinya.

Makanya bagi pria yang sehat, ereksi pada waktu pagi atau subuh adalah sesuatu yang rutin mereka alami.

Biasanya ereksi terjadi ketika mereka tertidur sehingga tak jarang pria terbangun dengan penis masih dalam keadaan ereksi. Sampai sekarang mekanisme terjadinya ereksi ini belum diteliti secara benar.

Ereksi pagi juga merupakan ereksi yang terjadi secara spontan saat pria tidur atau bangun tidur. Ereksi ini bisa terjadi tiga atau empat kali ketika pria tertidur. Pada orang muda, ereksi pagi cukup sering terjadi, dan ada yang mengalaminya setiap pagi.

NPT sebenarnya terjadi sejak mulai bayi atau sejak dalam kandungan dan terus berlanjut sepanjang usia. Tapi bukan hanya kaum adam yang mengalaminya, para wanita juga kerap mengalami ereksi klitoris. Beberapa makhluk mamalia lainnya juga mengalami terjadinya ereksi spontan ini.

Ereksi juga bisa timbul karena adanya tekanan air seni ke pembuluh darah balik atau vena sehingga darah sulit kembali ke badan.

Sebagian ahli mengatakan NPT berkaitan dengan fase tidur REM rapid eye movement. Selama dalam fase tidur ini ada aktivitas sel-sel tertentu di otak yang berkurang, namun akibatnya terjadi peningkatkan hormon testosteron. Peningkatan hormon inilah yang menyebabkan ereksi.

Teori lain menyebutkan NPT dipicu oleh pelepasan nitrat oksida sehingga otot-otot menjadi lebih rileks. Pelepasan zat ini juga akan membuat pembuluh darah melebar, akibatnya aliran darah ke bagian penis lebih lancar dan terjadilah ereksi.

Terjadinya ereksi pagi sebenarnya memiliki banyak manfaat positif, salah satunya adalah mencegah terjadinya disfungsi ereksi alias impoten.

Kualitas ereksi yang bisa dialami di pagi hari juga bervariasi, mulai dari yang hanya membesar sampai bisa kaku. Sesudah terbangun dengan ereksi penis yang keras, sebagian akan langsung pergi ke kamar mandi dan buang air kecil, lalu ereksinya menghilang.

Pada pria yang sudah menikah, terkadang ereksi terus dipertahankan, bahkan dilanjutkan dengan berhubungan seksual.

Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, seksolog dari Universitas Udayana, Bali mengungkapkan, ereksi di pagi hari merupakan pertanda bahwa hormon seks, testosteron yang dikeluarkan di malam hari masih tersisa di pagi hari. Ada masih punya hormon ini.

Tak heran bila ereksi ini tidak perlu didahului dengan perangsangan dan nafsu birahi.

Menurut Wimpie, adanya hormon ini menjadi penanda penting bagi para pria. Karena hormon inilah para pria masih bisa bergairah secara seksual, sekaligus menandai kesehatannya secara umum.

Bila hormon ini berkurang, gairah berkurang, kemampuan ereksi pun surut dan kesehatan secara umum tak bakal optimal.

Kekurangan hormon ini disebut hipogonadis. Selain menurunnya gairah seks, menurun pula kualitas hidup secara keseluruhan. Banyak pula penyakit yang ngendon dalam tubuh karenanya.

Komentar