Mitos Berat Badan Dikaitkan dengan Rokok

Penulis: Darmansyah

Senin, 21 Agustus 2017 | 09:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Beberapa orang menyebut kalau merokok bisa membuat kurus.

Apakah benar?

Tentunya hal itu bisa diperdebatkan.

Namun pakar kesehatan menyebutkan, bahwa berat badan tubuh dipengaruhi oleh keseimbangan asupan kalori dan juga energi.

Jika keduanya berada dalam kondisi seimbang, maka kita pun bisa menjaga berat badan tetap ideal.

Menariknya adalah, merokok bisa memengaruhi berat badan kita dengan cara menurunkan nafsu makan dengan signifikan.

Fakta ini didapatkan dari penelitian yang diungkapkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition yang dilansir dari Doktersehat.com.

Disebut bahwa cukup banyak perokok yang memilih untuk menghisap rokok, alih-alih ngemil atau makan.

Pakar kesehatan juga menyebutkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok bisa memperburuk keseimbangan hormon dalam tubuh.

Jadinya kacaunya hormon ini, bisa membuat nafsu makan para perokok menurun.

Meski begitu, pakar kesehatan menyebutkan dampak kesehatan yang didapatkan dari rokok jauh lebih berbahaya, sehingga sebaiknya memang kita tidak melakukan kebiasaan buruk ini.

Pakar kesehatan juga  menyebutkan bahwa, berat badan tubuh dipengaruhi oleh keseimbangan asupan kalori dan juga energi yang dipakai untuk beraktifitas.

Jika kedua hal ini berada dalam kondisi seimbang, maka kita pun bisa menjaga berat badan tetap ideal.

Yang menarik adalah, merokok ternyata bisa mempengaruhi berat badan kita menjadi lebih rendah dengan cara menurunkan nafsu makan dengan signifikan.

Fakta ini didapatkan dari penelitian yang diungkapkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Disebutkan bahwa cukup banyak perokok yang memilih untuk menghisap asap rokok alih-alih ngemil atau makan.

Alhasil, jumlah kalori yang mereka dapatkan dalam sehari juga tidak sebanyak yang didapatkan mereka yang tidak merokok. Hanya saja, ada sebagian perokok yang cenderung tetap memiliki selera makan yang besar sehingga tetap saja badannya tidak mudah kurus.

Tak hanya mempengaruhi kebiasaan ngemil, pakar kesehatan menyebutkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok bisa memberikan pengaruh buruk bagi keseimbangan hormon di dalam tubuh. Kacaunya hormon ini bisa membuat nafsu makan para perokok menurun.

Dalam penelitian ini, disebutkan bahwa indeks massa tubuh para perokok cenderung lebih rendah jika dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

Hanya saja, meskipun bisa membuat kita mendapatkan berat badan yang lebih rendah, pakar kesehatan menyebutkan dampak kesehatan yang didapatkan dari rokok jauh lebih berbahaya sehingga sebaiknya memang kita tidak melakukan kebiasaan buruk ini.

Tak hanya memicu berbagai masalah kesehatan yang serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan lain sebagainya, pakar kesehatan menyebutkan bahwa merokok bisa berpengaruh buruk bagi indera pengecap yang ada di dalam mulut.

Alhasil, kita pun tidak akan bisa merasakan kenikmatan makanan dan minuman dengan baik.

Yang menjadi masalah adalah, kondisi ini justru bisa membuat kita memasukkan lebih banyak gula atau garam pada makanan dan minuman agar bisa lebih terasa.

Padahal, mengkonsumsi gula atau garam dengan berlebihan bisa memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya.

Selain itu, banyak orang yang merasa berat badannya perlahan naik semenjak memutuskan untuk berhenti merokok.

Lantas, benarkah perokok akan terlihat lebih kurus. Mungkin jawabannya, ya! Begini penjelasannya;

Dilansir dari hellosehat.com, kandungan nikotin dalam rokok tembakau bekerja mengacaukan kadar hormon dalam tubuh. Padahal, nafsu makan manusia diatur juga oleh hormon. Karena itu, merokok bisa memengaruhi nafsu makan Anda.

Inilah mengapa sejumlah penelitian mencatat, orang yang merokok cenderung punya skor BMI (indeks berat badan ideal) yang lebih rendah dibandingkan orang yang tidak merokok. Namun, rokok bukanlah metode diet atau turun berat badan yang dianjurkan kalau Anda ingin punya berat badan ideal.

Lagipula, risiko kesehatan dari merokok tidak sebanding dengan kehilangan beberapa kilogram di timbangan.

Nyatanya, bukannya menurunkan berat badan, rokok justru bisa membuat berat badan Anda naik. Bagaimana bisa?

Bagaimana rokok membuat berat badan naik?

Meskipun merokok dapat memberikan efek menurunkan nafsu makan, hal ini belum tentu berlaku bagi setiap perokok.

Pasalnya, sejumlah penelitian menunjukkan kalau perokok berat justru lebih rentan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Dan ternyata, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Obesity, kebiasaan merokok mengganggu indra pengecap Anda di mulut.

Akibatnya, ketika Anda makan atau minum, Anda sudah tidak bisa menikmati rasa makanan seperti dulu lagi.

Anda pun jadi tergoda untuk menambahkan gula, misalnya. Padahal, kelebihan kadar gula akan disimpan jadi cadangan lemak dalam tubuh. Ini yang akan membuat berat badan Anda bertambah.

Selain itu, masih dari sumber yang sama, sejumlah penelitian membuktikan bahwa perokok cenderung lebih gampang ngidam makanan berlemak yang kalorinya tinggi seperti gorengan dan junk food.

Ditambah lagi dengan fakta kalau banyak perokok kurang berolahraga serta kurang asupan nutrisi dari sayur dan buah. Hal-hal tersebut akhirnya membuat seorang perokok rentan kelebihan berat badan.

Jadi, coba pikir-pikir lagi kalau Anda ingin merokok demi menurunkan berat badan.

Selain tidak dijamin kalau merokok bikin kurus, berat badan Anda justru bisa bertambah karenanya. Lebih baik Anda fokus menjalani gaya hidup sehat yang lebih aman.

Masih banyak cara sehat lain yang bisa Anda tempuh untuk mencapai berat badan ideal, misalnya dengan berhenti merokok, berolahraga, menjaga pola makan sehat, dan cukup tidur

Komentar