Mitos Aneh Makanan Seputar Diabetes

Penulis: Darmansyah

Senin, 7 September 2015 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Diabetes? Anda terobsesi dengan penyakit ini? Lantas memercayai mitos-mitos seputar diabetes?

Nah. Mulai sekarang cobalah rasional. Hindari mitos-mitosnya, semisal pantangan makanan yang sering dikaitkan dengan penyakit ini.

Sebagai suatu penyakit, diabetes banyak dikaitkan dengan banyak makanan akibat ketidaktahuan mana makanan yang memang tidak boleh dimakan.

Selain itu, pengidap diabetes banyak dikacaukan oleh saran untuk menghindari makanan sumber karbohidrat.

Semua ini adalah mitos belaka. Padahal pengidap diabetes tidak perlu memilih-milih sumber karbohidratnya

Terserah mereka mau makan dari nasi, singkong, kentang, mie, talas, tidak ada masalah.

Asal, jumlah kalorinya harus sesuai,” kata seorang ahli penyakit diabetes.

Satu hal lain yang harus diperhatikan adalah porsi makanan yang mereka konsumsi.

Intinya, pengidap diabetes tidak boleh makan terlalu sedikit, atau terlalu banyak, jadi ya sedang-sedang saja.

Pengidap diabetes harus mengukur berat, tinggi, karakter dan profil tubuhnya. Nantinya, semua aspek tersebut akan dihitung dan dikonsultasikan kepada dokter, bekerjasama dengan ahli gizi, lalu mereka akan menentukan berapa kalori yang dibutuhkannya.

“Setelah itu, perhitungan ini akan diterjemahkan dalam makanan sehari-hari pengidap diabetes, makan pagi, makan siang dan makan malam, kemudian snack di antaranya.”

Lantas, apakah penderita diabetes juga pantang makan sayur? Ini mitos yang salah.

“Pengidap diabetes itu kalau ingin makan sayur ya bebas sebebas-bebasnya,” tulis laman situs kesehatan global “healthy day,” Senin, 07 September 2015.

Pengidap diabetes membutuhkan serat setiap sehari. Dan seperti diketahui,sayur adalah sumber serat yang tinggi.

Jangan dilarang-larang lah pengidap Diabetes untuk memakan sayur hanya karena takut asam urat, mitos itu
Yang harus dihindari para diabetasi adalah makanan yang mengandung kadar gula tinggi.

Sebuta saja yoghurt. Sekalipun diklaim low fat, namun beberapa jenis yoghurt ternyata mengandung gula cukup tinggi. Yoghurt dengan tambahan rasa mengandung sekitar dua pulu sembilan gram gula sekali saji.

“Pilihlah merek yoghurt yang tanpa tambahan rasa alias tawar. Selain itu pilihlah yoghurt yang mengandung gula tak lebih dari 20 gram sekali saji,” kata Joy Bauer, ahli diet, mengutip Real Simple.

“Beli saja yoghurt tawar kemudian tambahkan buah potong sendiri, madu, atau pemanis lain sendiri. Anda bisa mengontrol jumlah yang ditambahkan ke dalamnya.”

Selain yoghurt, granola juga harus dihindari karena mengandung serat yang tinggi sehingga baik untuk diet.

Satu cup granola bisa menambahkan dua belas gram gula ke dalam makanan Anda. Meski demikian, granola bar tawar, hanya mengandung enam gram.

Lainnya minuman olahraga dan jus buah harus juga selektif di asup.Pikir lagi kalau Anda suka minum minuman olahraga setelah pergi ke gym.

Hanya sekali minum saja, Anda bisa menambahkan gula setara lima sendok teh. Hasil ini didapatkan dari penelitian Harvard University.

Jus jeruk kalengan atau botolan lebih parah lagi. Satu botolnya setara dengan sepuluh sendok teh gula. Jumlah ini sama dengan kandungan gula di kaleng soda.

Selain itu ada hal yang unik untuk dihidari para diabetasi. Sambal. Tak percaya sambal mengandung gula?

Ternyata, sambal di dalam campurannya juga mengandung gula untuk menghasilkan rasa yang gurih. Hanya satu sendok sambal bisa setara dengan satu sendok teh gula.

Untuk Anda tahu penyakit diabetes jangan pernah dianggap remeh Diabetes dapat menimbulkan komplikasi lainnya yang menyebabkan penyakit fatal, atau bahkan kematian.

Terdapat dua jenis diabetes yang menyerang pembuluh darah besar dan pembuluh darah kecil, yang akhirnya menimbulkan komplikasi”

Jika gula darah menyerang pembuluh darah besar, maka komplikasi yang akan muncul adalah seperti stroke, serangan jantung, bahkan mengharuskan pengidapnya mengamputasi bagian tubuhnya.

Sedangkan gula darah yang menyerang pembuluh darah kecil, akan menimbulkan penyakit seperti kebutaan, gagal ginjal dan ereksi.

Komplikasi yang sering terjadi adalah seperti kesemutan pada kaki yang diakibatkan komplikasi diabetes pada saraf. Mungkin hal tersebut terdengar sepele, namun akibatnya bisa fatal jika tidak ditangani secara serius.

Kalau mereka merasa kesemutan dan mati rasa pada kakinya, bisa saja mereka menginjak paku dan tidak merasakannya, yang akhirnya akan membuat kaki mereka membusuk.

Sampai saat ini, obat untuk mengatasi diabetes gestational adalah human insulin dan mengatur pola makan
Banyak yang mengira bahwa penyakit diabetes adalah penyakit yang menyerang orang tua saja. Padahal, anak yang masih berusia dini pun dapat terkena penyakit kencing manis ini.

Anak berumur belasan tahun yang obesitas juga bisa terkena risiko diabetes. Sebaiknya langsung cek saja ke dokter.

Selain obesitas, faktor keturunan atau genetik juga dapat membuat seorang anak terkena risiko diabetes.

Komentar