Minumlah Teh, Kanker Akan Menjauh

Penulis: Darmansyah

Rabu, 4 Juni 2014 | 08:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Minuman “Timur” yang bernama teh, kini, menjadi tren asupan di “Barat” setelah berbagai penelitian menemukan kandungan “flavonoid” yang menyehat di dalamnya.

Sebelum orang-orang di “Barat,” sebutan untuk bangsa di Europa menjadikan teh sebagai munimannya, di Timur, ribuan tahun lalu, teh dikenal sebagai kunci untuk hidup sehat, seimbang dan bahagia.
Dunia baru belakangan ini tersadar betapa berharganya minuman teh.

“Menurut hemat saya, teh adalah minuman alternatif yang baik selain kopi. Pertama, teh memiliki kandungan kafein lebih sedikit. Kedua, senyawa dalam teh yaitu flavonoid baik untuk mengurangi risiko sakit jantung dan kanker,” ujar Katherine Tallmadge, MA, RD, LD, juru bicara American Dietetic Association.

Flavonoid adalah antioksidan unik dalam teh yang membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan pembuluh darah tersumbat. Zat antioksidan yang paling kuat di dalam teh diberi nama Epigallocatechin gallate.

Di samping itu teh juga mengandung kafein dan theanin kendati tidak sebanyak kopi. Dengan begitu, teh juga bisa bikin kita waspada dan melek tanpa bikin deg-degan.

Para ahli sering ditanyai perihal seberapa banyak teh yang harus diminum untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Menurut mereka, segala jenis teh bikinan sendiri itu menyehatkan. Mereka menyarankan demikian karena minuman teh instan di dalam botol atau kotak UHT cenderung mengandung kalori ekstra dari gula dan pemanis.

Daun teh yang melewati beberapa proses pemrosesan memiliki antioksidan yang semakin sedikit. Itu sebabnya teh hitam yang kita minum sehari-hari dan teh oolong yang menjalani proses oksidasi atau fermentasi memiliki konsentrasi antioksidan yang lebih sedikit dari teh hijau.

Sedangkan teh putih yang pemrosesannya paling sedikit mengandung antioksidan paling tinggi.

Teh hujau yang kini menjadi favorit minuman, umpamanya, dibuat dengan daun teh yang diuapkan. Teh hijau memiliki kandungan EGCG paling tinggi dan paling banyak diteliti. Antioksidan di dalamnya bisa mengganggu pertumbuhan kanker payudara, paru-paru, pankreas dan kolorektal.

Teh hijau juga mencegah penyumbatan pembuluh arteri, membakar lemak, mengatasi stres oksidatif di otak, mengurangi risiko penyakit saraf seperti Alzheimer’s dan Parkinson’s, mengurangi risiko stroke dan memperbaiki kadar kolesterol.

Manfaat teh hijau untuk meningkatkan fungsi otak telah dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Basel, Jerman. Minuman ini bukan cuma mencerdaskan tapi juga memperbaiki memori.

Para peneliti menyebutkan, ada peningkatan yang nyata pada kemampuan memori otak setelah seseorang mengonsumsi teh hijau. Mereka juga mengklaim teh hijau bisa dimanfaatkan untuk mengatasi hilangnya daya ingat yang disebabkan oleh kelainan mental.

Antioksidan dalam teh diketahui meningkatkan sambungan antar sel-sel otak. Selain itu studi lain menyebutkan asam amino dalam teh hijau yang bernama teanin juga merangsang aktivitas listrik otak untuk menghasilkan gelombang alfa pada otak. Akibatnya seseorang merasa lebih relaks.

Dalam studi yang dilakukan di Jerman ini, para partisipan studi diberikan minuman yang mengandung ekstrak teh hijau. Mereka kemudian diminta mengerjakan sejumlah tes memori.

Selama mengerjakan soal tersebut, aktivitas otak para partisipan dimonitor dengan pemindaian MRI untuk melihat sambungan parietal dan bagian depan otak. Ternyata memang ada peningkatan sambungan. Hal tersebut bisa menyebabkan daya ingat meningka

Selain itu penelitian juga membuktikan bahwa teh hitam bermanfaat menlindungi paru-paru dari kerusakan karena asap rokok. Teh hitam juga bisa mengurangi risiko terkena serangan stroke.

Sementara teh putih paling g sedikit diproses. Satu penelitian pernah membuktikan teh putih memiliki kandungan antikanker paling kuat dibandingkan dengan teh-teh yang lain.

sumber : daily mail dan healthy.com

Komentar