Minuman Yang Bisa Kurangi Asam Lambung

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Mei 2018 | 09:43 WIB

Dibaca: 2 kali

Saat terkena penyakit asam lambung, itu artinya Anda perlu mengatur pola makan sebaik mungkin. Sebab, salah memilih makanan bisa membuat gejala asam lambung kian kambuh, seperti batuk, mual, atau sakit tenggorokan.

Tidak hanya memilih jenis makanan yang baik untuk penyakit asam lambung, Anda juga perlu tahu minuman apa saja yang boleh dan yang perlu dibatasi agar asam lambung tidak naik.

Lantas, apa saja minuman untuk asam lambung yang baik dan yang buruk? Baca terus ulasan berikut ini hingga tuntas, ya!

Kabar baiknya, ada beberapa minuman untuk asam lambung yang aman dan ampuh meredakan gejala.

Namun, sebaiknya Anda tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Kalau Anda merasa asam lambung sedang naik, coba redakan gejalanya dengan minum teh herbal.

Teh herbal dapat membantu memperlancar sistem pencernaan dan meredakan rasa mual yang Anda rasakan. Perlu dicatat bahwa tidak semua teh herbal boleh Anda konsumsi.

Pilih teh herbal yang bebas kafein, seperti teh chamomile dan licorice.

Teh licorice alias akar manis bermanfaat untuk meningkatkan lapisan lendir di esofagus sehingga terlindungi dari iritasi akibat asam lambung.

Cara penyajiannya cukup mudah, kok. Seduh satu sendok teh herbal ke dalam satu cangkir air panas, lalu diamkan selama 5 sampai 10 menit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, minum sebanyak dua sampai empat cangkir teh herbal setiap hari sambil beristirahat.

Jenis teh herbal yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam lambung adalah teh dari daun peppermint.

Ini karena peppermint dapat memicu refluks asam lambung bagi beberapa orang yang sistem pencernaannya cenderung sensitif.

Meski demikian, tetap konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum Anda memutuskan untuk minum teh herbal.

Susu sapi umumnya tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung. Ini karena susu sapi mengandung tinggi lemak sehingga lebih sulit dicerna. Selain itu, kandungan lemak dalam susu sapi juga dapat melunakkan katup atau sfingter esofagus dan membuka jalan bagi asam lambung untuk naik ke kerongkongan.

Kalau Anda ingin tetap minum susu, maka pilihlah susu rendah lemak atau susu skim agar lebih mudah dicerna.

Dengan begitu, katup kerongkongan (sfingter esofagus) akan tetap aman saat menahan asam lambung naik.

Susu nabati adalah salah satu minuman untuk asam lambung yang baik dikonsumsi.

Jenis susu nabati yang bisa Anda pilih di antaranya adalah susu kedelai, susu almond, dan susu kacang mede.

Nah, kini tinggal Anda pilih susu nabati mana yang lebih Anda suka.

Susu almond, contohnya, mengandung sifat basa yang dapat membantu menetralkan cairan asam lambung dan meredakan gejalanya.

Sementara itu, dilansir dari laman Healthline, susu kedelai dinilai sebagai minuman untuk asam lambung yang paling aman.

Pasalnya, susu kedelai mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan jenis susu lainnya sehingga dapat mencegah naiknya asam lambung.

Buah-buahan sitrus seperti jeruk, nanas, atau apel sangat tidak dianjurkan untuk penderita asam lambung.

Pasalnya, kandungan asam pada buah-buahan tersebut dapat membuat asam lambung naik. Namun, ini bukan berarti Anda lantas tak bisa mengonsumsi buah-buahan apalagi minum jus buah.

Sebelum membuat jus, pilihlah buah atau sayur yang lebih rendah kandungan asamnya seperti wortel, bayam, mentimun, atau lidah buaya.

Selain itu, Anda juga bisa membuat minuman segar dari buah yang aman untuk penyakit asam lambung, seperti buah bit, semangka, dan buah pir.

Smoothie adalah salah satu minuman untuk asam lambung yang baik untuk dikonsumsi. Selain mengandung lebih banyak vitamin dan mineral, minuman ini juga tidak membuat asam lambung Anda cepat kambuh.

Saat membuat smoothie, gunakan buah yang tidak mengandung banyak asam, seperti buah pir atau semangka. Anda juga mencampurkannya dengan bayam agar semakin ampuh menjaga kadar asam lambung Anda tetap normal.

Rutin minum air putih adalah cara yang paling sederhana untuk mencegah asam lambung kambuh.

Walau begitu, Anda tetap perlu berhati-hati saat minum air putih.

Meski Anda dianjurkan untuk minum air putih, Anda tetap perlu membatasi air putih yang Anda minum.

Pasalnya, terlalu banyak minum air putih dapat mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh dan meningkatkan kemungkinan terjadinya refluks asam lambung. Jika Anda masih bingung harus seberapa banyak minum air putih, segera tanyakan ke dokter.

Air kelapa menjadi salah satu minuman untuk asam lambung yang baik dikonsumsi. Air kelapa mengandung tinggi kalium yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan pH dalam tubuh.

Dengan demikian, kadar asam lambung Anda menjadi lebih mudah dikendalikan dan mengurangi risiko refluks asam lambung.

Kunci mengatasi asam lambung naik adalah dengan menghindari jenis makanan atau minuman yang mengandung tinggi asam, seperti lemon, jeruk, jeruk nipis, dan anggur.

Pasalnya, kandungan asam sitrat dalam buah-buahan sitrus dapat meningkatkan kadar keasaman lambung dan mengikis lapisan kerongkongan. Hal ini dapat memicu asam lambung bergerak naik ke tenggorokan dan memicu timbulnya gejala.

Anda mungkin terbiasa minum kopi di pagi hari supaya tubuh rileks sebelum beraktivitas.

Namun, minuman ini perlu Anda hindari kalau Anda punya asam lambung. Mengapa? Ini karena terlalu banyak minum kopi dapat memicu produksi asam lambung secara berlebihan dan memicu refluks asam lambung.

Tidak hanya kopi, minuman berkafein lainnya seperti teh atau soda juga memiliki efek serupa.

Saat Anda minum minuman bersoda, gelembung-gelembung yang dihasilkan akan kian membesar dan menekan sfingter esofagus. Akibatnya, asam lambung terdorong masuk ke esofagus dan memicu mual dan sensasi terbakar di bagian tenggorokan Anda.

Salah satu minuman untuk asam lambung yang wajib dihindari adalah alkohol. Sebab, alkohol dapat melemaskan sfingter esofagus dan merangsang lambung untuk menghasilkan lebih banyak asam.

Tidak hanya itu, alkohol juga dapat mengikis lapisan mukosa pada lambung dan esofagus sehingga kian memperparah gejala penyakit.

Komentar