Minum Teh Hijau Punya Efek Samping?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 2 Februari 2016 | 10:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah manfaat sehat dari teh hijau.

Banyak para ahli meyakini meminum teh hijau akan mendatangkan efek sehat.

Namun begitu, menurut tulisan yang dipublikasikan laman situs “prevention,” Selasa, 02 Februari 2016, ternyata teh hijau bisa menjadi penyebab kerusakan hati.

Betulkah?

Para peneliti menyatakan mungkin saja dalam kasus tertentu karena teh hijau sangat tinggi konsentrat dan itulah yang membuat teh hijau berisiko untuk kesehatan.

Apalagi, tak sedikit produk teh hijau yang dipasarkan dengan label untuk menurunkan berat badan.

Inilah yang membuat orang tertarik untuk mengonsumsinya dalam jumlah banyak, dengan harapan penurunan berat badan dapat lebih cepat tercapai.

Padahal, dosis herbal yang terlalu tinggi dapat menghambat kinerja hati dan berpotensi menyebabkan infeksi.

Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan yang disebut cathecins di dalam teh hijau memiliki banyak manfaat kesehatan.

Mulai dari meningkatkan kinerja memori hingga membantu mencegah kanker.

“Tanin dalam teh hijau dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme,” kata Mike Roussell, PhD, seorang konsultan gizi. Ini berarti tubuh Anda akan kesulitan menyerap zat besi dari sumber nabati, seperti kacang-kacangan, telur, atau susu.

Sedangkan, teh hijau tidak menimbulkan efek menghambat penyerapan pada sumber zat besi heme, seperti daging merah.

Masalah lain adalah ketika Anda terserang penyakit autoimun, entah itu alergi, asthma, hepatitis B, hepatitis C, atau infeksi virus lainnya, Anda mungkin perlu melewatkan minuman yang menenangkan ini, kata Roussell.

Jika Anda dalam kondisi sehat, teh hijau dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam cara yang baik, tapi ketika tubuh Anda dalam kondisi sakit, stimulus yang ada pada teh hijau justru bisa membuat kondisi tubuh semakin memburuk.

Pada kenyataannya, teh hijau baik dan memiliki manfaat lebih besar dibanding risikonya. Kadar kafeinnya lebih rendah dari kopi, secangkir teh hijau mengandung sekitar dua puluh lima sampai lima puluh miligram kafein per cangkir, jelas Roussell.

Sedangkan kopi, bisa mengandung sekitar sembilan puluh lima hingga dua ratus miligram secangkir.

Tapi, tentu saja ketika Anda minum teh terus-menerus seperti minum air biasa, kadar kafein yang Anda asup juga meningkat.

“Jadi, batasi konsumsi teh sebanyak empat cangkir per hari. Jumlah ini bisa membantu menurunkan berat badan Anda, tidak mengandung terlalu banyak kafein, dan seharusnya tidak berdampak negatif pada penyerapan zat besi, yang bisa menyebabkan anemia, “ ujar Roussell.

Untuk mendapatkan hasil dan manfaat terbaik, Anda bisa minum secangkir teh ketika perut dalam keadaan kosong. “Ini akan membantu penyerapan antioksidan,” kata Roussell

Selain kebaikannya terhadap kesehatan plus efeknya, Anda juga perlu tahu waktu terbaik untuk minum teh hijau

Teh hijau akan memberikan hasil terbaik jika Anda mengonsumsinya setelah makan.

Segera setelah makan, minumlah segelas teh hijau.

Tambahkan juga perasan lemon untuk menambahkan rasa. Ini juga akan melancarkan sistem pencernaan dan mencegah munculnya masalah pencernaan.

Akan lebih baik jika Anda selalu rutin mengosumsinya setelah makan.

Jika Anda baru mulai mengonsumsi teh hijau, disarankan untuk mengonsumsinya di antara waktu makan.

Untuk pertama, ini takkan terasa berat. Namun, pilih teh hijau alami untuk dikonsumsi.

Untuk pemula, Anda bisa memulainya dengan satu cangkir per hari. Selanjutnya, Anda bisa meningkatkan asupan jika sudah terbiasa.

Selain itu Anda perlu juga tahu agar bisa menghindari minum teh hijau setelah makan malam atau sebelum tidur.

Karena, teh hijau dapat mengganggu pola tidur Anda. Sehingga, waktu terbaik untuk mengonsumsinya adalah di sore hari.

Ada berbagai pilihan aroma teh hijau, Anda bisa mencoba aroma jasmine ataupun madu.

Jika Anda termasuk “morning person”, Anda bisa mengonsumsi teh hijau di pagi hari.

Tapi, tidak disarankan minum teh hijau terlalu pagi, minumlah setelah Anda menyelesakan sarapan.

Idealnya, minum secangkir teh hijautiga puluh menit setelah sarapan. Ini baik untuk kesehatan pencernaan Anda.

Sangat tidak disarankan mengonsumsi teh hijau dalam kondisi perut kosong. Sebagian orang percaya, minum the hijau sebelum makan dapat membantu menurunkan berat badan. Ini tidaklah benar.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan kebenaran teori ini. Alih-alih memeberi manfaat kesehatan, justru dapat menimbulkan gangguan kesehatan jika Anda mengonsumsinya sebelum makan.

Teh hijau adalah sumber terbaik nutrisi dan antioksidan, sehingga sangat baik dikonsumsi saat musim dingin.

Meski Anda termasuk pecinta teh hitam, tak ada salahnya mengonsumsi teh hijau di musim dingin untuk menambah energi.

Minum satu jam setelah makan siang, hindari mengonsumsinya di malam hari.

Tak hanya baik dikonsumsi saat musim dingin, the hijau juga bermanfaat saat musim panas.

Karena baik untuk mencegah dehidrasi. Minum dua cangkir teh hijau setelah makan siang. Selain itu, Anda pun bisa mengonsumsinya kapanpun Anda mau.

Sebagian orang mengonsumsi teh hijau hingga tiga cangkir per hari. Karena, membuat tubuh terasa lebih segar.

Komentar