Minum Delapan Gelas Sehari Ternyata Salah

Penulis: Darmansyah

Selasa, 9 Januari 2018 | 10:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Anjuran minum delapan  gelas air  putih tiap hari ternyata salah dan belum dibuktikan secara ilmiah.

Ternyata, kebutuhan air tiap orang bisa berbeda-beda.

Walaupun Anda sering mendengar pesan minum air putih delapan gelas sehari, namun jangan terlalu terpaku pada hal ini.

Bisa jadi Anda butuh minum air putih kurang atau melebihi rekomendasi ini. Tapi, pada umumnya minum air putih delapan gelas sehari sekitar dua liter) dapat mencukupi kebutuhan air banyak orang.

Pesan ini juga mudah untuk diingat. Sehingga, pesan ini terus disampaikan pada Anda.

Namun begitu, Anda sendiri yang dapat menilai berapa banyak air yang Anda butuhkan. Kebutuhan air bervariasi antar individu.

Yang paling baik adalah minum setiap kali Anda merasa haus, sehingga kebutuhan air Anda terpenuhi.

Haus merupakan isyarat dari tubuh Anda yang mengatakan bahwa tubuh Anda sedang membutuhkan air.

Kenalilah setiap isyarat haus Anda. Jika Anda mengikuti isyarat tersebut, mungkin air yang Anda minum dalam sehari bisa kurang dari delapan gelas, atau bahkan lebih.

Tak perlu memaksakan minum air putih delapan gelas kalau Anda merasa tubuh Anda sudah cukup terhidrasi.

Dan tak perlu menahan diri juga bila Anda merasa masih haus setelah minum air putih delapan gelas seharian.

Lihat juga warna urin Anda untuk menentukan apakah Anda sudah cukup minum air putih atau belum.

Jika kebutuhan air Anda belum terpenuhi, maka urin Anda akan berwarna lebih gelap. Artinya, Anda harus minum lebih banyak cairan lagi.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi kebutuhan air seseorang.

Jika Anda banyak melakukan aktivitas, sepe

rti olahraga yang mengeluarkan banyak keringat, Anda butuh untuk minum lebih banyak air. Mengapa?

Air lebih yang masuk ke tubuh Anda berguna untuk menggantikan cairan tubuh Anda yang hilang melalui keringat.

Anda membutuhkan air lebih banyak saat cuaca sedang panas atau lembab karena Anda lebih banyak berkeringat pada saat ini.

Selain itu, jika Anda tinggal di ketinggian dua ribu lima ratus meter, Anda mungkin juga membutuhkan air lebih banyak.

Pada ketinggian ini, Anda biasanya akan lebih sering buang air kecil dan bernapas lebih cepat, sehingga lebih banyak cairan tubuh yang terbuang dan Anda perlu menggantinya.

Saat Anda sedang demam, muntah-muntah, atau diare, tubuh Anda akan mengeluarkan lebih banyak cairan. Sehingga, pada saat ini Anda membutuhkan lebih banyak cairan yang masuk ke tubuh Anda.

Namun, beberapa kondisi seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan penyakit hati, mungkin dapat membuat Anda harus membatasi asupan air Anda.

Pada saat hamil dan menyusui, wanita membutuhkan air lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan cairannya yang tinggi.

Terjadi banyak perubahan di dalam tubuh ibu hamil, sehingga kebutuhan cairan ibu hamil pun meningkat. Ibu menyusui juga membutuhkan air lebih banyak untuk memproduksi ASI.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari National Institutes of Health, Agustus  tiga tahun lalu, enam puluh persen tubuh orang dewasa terdiri dari air.

Air mengisi sebagian besar otak, jantung, paru-paru, otot, kulit, dan sekitar tiga puluh persen tulang.

Tak hanya menjadi zat utama dalam tubuh, air juga mengatur suhu dalam tubuh. Selain itu, air berperan mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh, untuk pembuangan, membentuk air liur, melumasi sendi, dan berfungsi sebagai peredam kejut untuk organ vital dan janin yang sedang tumbuh.

Kegunaan air bagi tubuh memang tak bisa diragukan lagi. Namun, hanya ada sedikit kesepakatan di dunia sains tentang jumlah air minum yang harus dikonsumsi setiap hari.

Faktanya, sudah banyak penelitian yang menganjurkan bahwa dalam kondisi sehat, manusia dewasa tidak memerlukan jumlah sebanyak delapan gelas setiap hari.

Diberitakan Live Science,  memenuhi kebutuhan air dalam tubuh tak hanya diperoleh saat minum dari gelas saja. Meski cara itu paling mudah dan efisien, tetapi ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Salah satunya adalah lewat makanan. Segala makanan yang masuk dalam tubuh kita sebenarnya mengandung air, terutama buah dan sayur. Bahkan, buah-buahan seperti semangka dan stroberi mengandung lebih dari sembilan puluh persen air menurut beratnya.

Departemen Pertanian AS mengatakan, makanan yang berbeda secara alami mengandung jumlah air yang berbeda pula.

Komentar