“Mimpi Buruk’ Dikala Anda Kurang Tidur

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Maret 2018 | 08:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidur adalah jawaban paling tepat bagi lelah usai bekerja seharian di kantor dan perjalanan yang penuh dengan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya.

Aktivitas ini berguna untuk mengembalikan energi yang hilang, menghilangkan lelah, dan diketahui memiliki beragam manfaat lain untuk kesehatan.

Sekitar enam puluh tujuh  persen orang dewasa masih beranggapan bahwa tidur itu penting bagi kesehatan.

Hanya saja hal ini berbanding terbalik dengan adanya fakta bahwa ternyata banyak orang yang sulit tidur dan kurang tidur.

Namun, survei yang dilakukan pada Februari lalu oleh Garris Poll dan Philips di  tiga belas negara menyatakan hanya dua puluh sembilan persen orang yang merasa bersalah jika tidak menjaga kualitas tidurnya.

Angka tersebut lebih rendah dibanding dengan orang yang lebih memprioritaskan untuk berolahraga atau menjaga pola makan.

Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang belum sadar mengenai pentingnya tidur bagi kesehatan.

“Tidur adalah landasan gaya hidup sehat. Seberapa baik dan berapa lama kita tidur setiap malamnya adalah variabel paling penting yang mempengaruhi perasaan kita berikutnya,” kata dr. David White, Chief Medical Officer, Philips Sleep & Respiratory Care dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com.

David mengatakan tidur malam yang tidak berkualitas akan berdampak ketika terbangun pada pagi hari.

Menurut survei, empat puluh enam persen orang akan merasa lelah,empat puluh satu1 persen akan murung dan lebih cepat marah, tiga puluh sembilan tidak termotivasi dan tiga puluh sembilan persen orang akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi.

“Jadi, tidur yang tidak memadai bisa berdampak langsung pada kesehatan kita, tidak seperti olahraga atau diet. “

“Survei ini menunjukkan bahwa walaupaun mengetahui bahwa tidur itu penting untuk kesehatan secara keseluruhan, banyak orang masih belum memprioritaskan ketimbang berolahraga atau mengonsumsi makanan sehat,” katanya.

“Semakin kita mengerti bagaimana dampak tidur pada segala hal yang kita lakukan, semakin baik kita menyesuaikan gaya hidup kita dan menemukan solusi yang membantu kita tidur dengan lebih baik.”

Beberapa masalah kesehatan lain yang kerap menghantui orang yang kurang tidur adalah sleep apnea, restless legs syndrome, dan narkolepsi.

Survei tersebut menyebutkan bahwa sekitar seratus juta orang dewasa di seluruh dunia diperkirakan menderita sleep apnea. Sleep anea merupakan gangguan tidur yang sering dialami. Sleep anea terjadi saat penapasan berhenti saat tidur dan membuat kita terbangun mendadak.

Hal ini akan menyebabkan tubuh merasa lelah, mudah tersinggung dan merasa tertekan. Hal ini juga dapat menurukankan tingkat produktivitas.

Dilansir dari laman Helpguide, sleep apnea merupakan gangguan tidur yang serius dan berpotensi mengancam jiwa.

Selain itu gangguan kesehatan juga disebabkan oleh Restless Legs Syndrome  atau RLS

RLS merupakan suatu kondisi dimana merasa tidak nyaman pada bagian kaki sehingga mendorong kita untuk menggerakkan kaki.

Biasanya ini terhadi pada malam hari saat tidur. Hal ini akan menyebabkan orang mengantuk di siang hari.

Nerkolepsi juga merupakan salah satu gangguan tidur yang akan menyebabkan rasa ngantuk berlebihan pada siang hari.

Hal ini sisebabkan oleh disfungsi mekanisme otak yang mengendalikan waktu tidur dan bangun.

Untuk diingat, Anda tentu belum lupa trik lama untuk membuat orang yang sulit tidur jadi terlelap, dari membaca buku cerita, minum susu hangat, sampai mendengarkan dongeng

Jika cara ini tak berhasil membuat Anda tertidur, maka cara lain yang dilakukan adalah dengan menghitung domba.

Sebagai jalan pintas, obat tidur pun jadi pilihan untuk memudahkan mereka tertidur. Hanya saja obat tidur ternyata bisa menimbulkan ketergantungan jika tak digunakan dengan tepat.

Ketika berbagai cara untuk tertidur sudah tak lagi ampuh, maka setiap orang mulai mencari caranya masing-masing untuk tidur. Setiap orang di dunia pun punya caranya sendiri.

Sekitar 36 persen orang memilih mendengarkan musik yang menenangkan. Selain itu, sekitar 32 persen juga berusaha mengatasi dengan mengatur jam tidur mereka.

Namun cara yang dilakukan tiap-tiap negara berbeda. Misalnya di India mereka lebih memilih untuk meditasi agar memudahkan waktu tidur mereka. Meditasi memang diklaim akan membantu menenangkan pikiran dan meredakan stres sehingga tubuh akan merasa lebih tenang dan mudah tertidur.

“Meditasi adalah salah satu rangkaian teknik yang membangkitkan respons relaksasi,” kata Direktur emeritus Harvard yang berafiliasi dengan Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine dikutip dari laman Harvard Health Publishing. 

Berbeda dengan orang India, warga Polandia dan Tiongkok mencoba mengatasi masalah tidur mereka dengan meningkatkan kualitas udara mereka.

Mereka beranggapan bahwa sulit tidur bukan cuma dipengaruhi oleh masalah internal (pikiran, sakit, dan lainnya), tapi juga masalah dari luar, termasuk udara.

Sekitar enam hingga sepuluh orang di dunia juga memilki masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap tidur mereka.

Misalnya insomnia, berdasarkan survei ini dua puluh enam persen orang dewasa memiliki masalah insomnia. Selain itu mendengkur juga merupakan masalah kesehatan yang dapat mengganggu kualitas tidur.

Ketika kualitas dan kuantitas tidur sudah terganggu beragam aktivitas pun akan terganggu. Jika sudah demikian, banyak orang yang akhirnya ‘balas dendam’ soal tidur di hari libur.

“Tidur itu bukan seperti bank, Anda tidak bisa mengakumulasikan utang tidur kemudian membayarnya di waktu lain,” kata Matthew Walker, Ahli saraf Inggris dan direktur Center for Human Sleep Science di University of California, Berkeley dikutip dari Esquire.

“Saya rasa tidur masih menjadi kepingan puzzle yang hilang dari kesehatan manusia. Ini bukan sesuatu yang disadari manusia sebagai sebuah hal penting untuk menghadapi penyakit.”

 

Komentar