Migrain? Awasi Bakteri Dimulut

Penulis: Darmansyah

Jumat, 21 Oktober 2016 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sering mengalami sakit kepala sebelah?

Migrain?

Nah, kalau sudah begini pasti  membuat aktivitas keseharian menjadi berantakan.

Anda pernah tahu penyebab migrain tak lain makhluk super kecil di mulut. Ya,  bakteri.

Seperti ditulis laman situs LiveScience, hari ini, Jumat, 21 Oktober 2016,  yang berasal dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal mSystem menyebutkan,  bahwa ada lebih banyak bakteri di mulut penderita migrain yang mampu mengubah senyawa kimia makanan, macam nitrat.

Nitrat terdapat di beberapa jenis makanan antara lain daging dan sayuran.

Bahan-bahan inilah yang seringkali dihindari oleh sebagian pasien migrain karena dianggap memicu munculnya sakit kepala sebagian.

Senyawa yang mengandung nitrogen dan oksigen tersebut ada secara alami di hampir semua sayuran.

Beberapa sayuran yang cenderung memiliki kandungan nitrat tinggi adalah bayam, bit, kubis, brokoli, dan wortel.

Untuk nitrat di daging, diketahui lebih banyak ditemukan di daging yang mengalami proses pengolahan seperti sosis dan kornet.

Para peneliti menduga, banyaknya jumlah bakteri pengubah nitrat di mulut berkontribusi memunculkan migrain bagi sebagian orang.

Bakteri ini membantu mengubah nitrat menjadi oksida nitrat yang diduga berandil memicu sakit kepala.

“Bakteri dalam rongga mulut dapat berkontribusi pada kandungan nitrat oksida yang memicu migrain,” kata penulis dalam penelitian tersebut.

Para peneliti menganalisis lebih dari seratus tujuh sample mulut dan hampir dua ribu feses dari orang sehat yang berpartisipasi dalam American Gut Project.

Ribuan orang berpartisipasi untuk dianalisis kandungan mikroba dalam tubuh mereka.

Sekalipun telah menemukan bukti keterkaitan antara keberadaan bakteri di mulut dengan kemunculan migrain, para peneliti belum mendapati bukti jenis bakteri yang berperan dalam ‘penderitaan’ tersebut.

Para penulis mengatakan penelitian tersebut dapat mendorong terbitnya kajian lebih lanjut tentang mekanisme bakteri mulut yang dapat memicu migrain.

Untuk saat ini, Antonio Gonzales, wakil University of California San Diego yang terlibat dalam penelitian, mengatakan bahwa orang yang memiliki migrain baiknya menghindari nitrat dalam asupan mereka.

Nah, sebagai orang yang berkebutuhan makanan bukan berarti Anda telah mencukupi segala nutrisi.

Ada baiknya Anda tahu makanan apa saja yang memiliki kandungan nutrisi sama.

Setiap harinya, menurut pakar nutrisi, orang harus mengonsumsi setiap nutrisi secara seimbang.

Seimbang itu bukan berarti harus sama-sama satu piring atau sama-sama seratus gram dengan contoh piramida makanan yang menunjang gizi seimbang.

“Dalam satu porsi makan harus ada asupan karbohidrat kompleks, vitamin dan mineral, protein, kalsium, juga minyak, gula dan garam.

Posisi nutrisi yang berada di bawah piramida menunjukkan tingkat kebutuhan yang paling diutamakan.

Karbohidrat kompleks adalah kebutuhan terpenting yang harus dikonsumsi tiga hingga delapan porsi per hari.

Nutrisi ini bisa ditemukan dalam nasi, kentang, pasta dan gandum.

Setelahnya, buah dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral harus dikonsumsi tiga sampai lima porsi sehari.

Sedangkan protein, seperti lauk hewani dan nabati macam ikan, ayam, daging merah, tahu, atau tempe, dibutuhkan dua hingga tiga porsi per hari.

Meski porsi untuk protein tidak sebesar karbohidrat kompleks, vitamin, dan mineral, namun protein memiliki peran penting di setiap sajian.

Kalau hanya konsumsi karbohidrat saja, orang akan cepat kenyang tapi cepat lapar pulai.

Pastikan tetap ada protein, karena itu fungsinya untuk mengenyangkan.

Untuk kalsium macam susu dan keju, hanya satu hingga dua porsi saja. Terakhir, di tingkatan piramida yang teratas adalah konsumsi minyak, gula dan garam.

Penting bagi kita untuk mengetahui hal itu,  “agar tidak merasa telah makan makanan bervariasi padahal masih satu kelompok.”

Misalnya, makan nasi dengan lauk kentang, ayam, dan tempe. Itu hanya ada dua nutrisi saja.

Jika pun ada yang tak disuka dari makanan tersebut, kita masih bisa memilih makanan lain yang berada di satu tingkatan nutrisi.

Kalau tidak suka nasi,” ujarnya, “bisa diganti dengan pasta, atau nasi dalam bentuk lain macam bubur, lontong, ketupat.

Komentar