Merokok Bangun Tidur, Wuah… Nikmat Bahayanya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 April 2013 | 17:37 WIB

Dibaca: 1 kali

Rokok sebagai “pembunuh” sudah banyak orang yang tahu. Tapi merokok di pagi hari sebagai yang paling berbahaya, tidak banyak orang memaklumi. Ternyata antara kenikmatan merokok di pagi hari, ketika bangun tidur punya,  dampak yang luar biasa berbahayanya bagi penikmat tembakau itu..

Sebuah penelitian dari  tim  Pennsylvania State University mengatakana merokok di pagi hari dan memicu berbagai tipe kanker. “Kami menemukan bahwa perokok yang langsung merokok setelah bangun tidur memiliki level NNAL atau karsinogen spesifik dari metabolit tembakau di dalam tubuh mereka dibanding dengan perokok yang menunda menyalakan rokoknya sampai setengah jam setelah bangun tidur,” kata Steven Branstetter.

Ia mengatakan makin tinggi kadar NNAL, makin besar risikonya terkena kanker. Waktu merokok ternyata lebih berpengaruh daripada jumlah rokok yang dikonsumsi per hari, dalam kaitannya dengan kanker. Branstetter dan timnya mengobservasi sekitar 2.000 orang dewasa yang perokok. Setiap individu ditanyakan berapa sering mereka merokok dan kapan mereka merokok di pagi hari atau setelah bangun tidur.

Para partisipan studi juga diambil contoh urinenya untuk menentukan jumlah NNAL dalam tubuh mereka. Kadar NNAL dalam manusia cenderung stabil. Ini berarti pengambilan contoh satu kali sudah cukup untuk mengetahui jumlah paparan dalam jangka waktu lama.

Hasil penelitian menunjukkan, 32 persen perokok langsung merokok sekitar 5 menit setelah bangun tidur, 31 persen merokok antara 6-30 menit setelah bangun, 18 persen antara 31-61 menit setelah bangun, dan 19 persen menunggu sekitar satu jam setelah bangun.

Ternyata kadar NNAL dalam tubuh responden paling tinggi ada pada perokok yang langsung merokok 5 menit setelah bangun dibandingkan dengan yang menunggu minimal 30 menit. Selain itu, level NNAL dalam sirkulasi darah juga bisa memprediksi kapan mereka mulai merokok, apakah mereka tinggal dengan perokok lain, usia, dan jenis kelaminnya.

Untuk itu hentikan kebiasaan merokok ketika bangun tidur. Jauh kenikmatannya dari pada harus terjerumus dalam bahaya. Dan kalau bisa belajarlah bagaimana menghentikan kebiasaan merokoh dengan metode yang sudah banyak dipublikasikan.

Sebab perokok yang berhasil menghentikan kebiasaannya merasa lebih tenang meski ada kepercayaan bahwa merokok dapat meredakan stres. Riset itu dilakukan British Journal of Psychiatry atas sekitar 500 perokok di klinik berhenti merokok di Inggris.

Para peneliti menemukan tingkat kegelisahan berkurang secara “signifikan” pada 68 perokok yang sudah enam bulan berhenti. Efek itu jauh lebih besar dari mereka yang mengalami kelainan kondisi kejiwaan dan keresahan dibandingkan mereka yang merokok untuk kesenangan.

Para peneliti yang berasal dari sejumlah universitas, termasuk Cambridge, Oxford dan King’s College di London, mengatakan, temuan itu harus digunakan untuk meyakinkan para perokok yang berusaha berhenti bahwa ketakutan akan tingkat kegelisahan jika mereka tidak lagi mengisap nikotin tidak berdasar.

Namun, studi ini juga mengatakan bahwa upaya berhenti merokok yang gagal tampaknya justru membuat orang yang sudah memiliki kelainan kejiwaan bertambah resah.

Bagi mereka yang merokok hanya untuk kesenangan, berhenti merokok tidak mengubah tingkat kegelisahan. Peneliti mengatakan bahwa mereka yang merokok untuk mengusir stres lebih cenderung untuk merokok jika keinginan untuk merokok kembali muncul.

Dengan berhenti, mereka juga akan terhindar dari kegelisahan. Temuan ini diumumkan tidak lama setelah Pemerintah Inggris meluncurkan kampanye iklan antimerokok dengan menampilkan foto orang merokok dengan tumor di ujung batang rokok tersebut.

Komentar