Meraih Sehat dengan Diet “Clean-Eating”

Penulis: Darmansyah

Minggu, 3 April 2016 | 14:37 WIB

Dibaca: 0 kali

“Clean-eating?”

Apa itu!!

Jawabannya yang paling pas adalah “makanbersih.”
Makan bersih?

Ya. Clean eating yang merupakan bagian dari metode diet berbeda ekstrim dengan diet lainnya yang kita kenal.

Pola diet ini tidak memiliki aturan ketat.

Lebih longgar tetapi, menurut mereka yang menjalaninya, efektif membuat tubuh lebih langsing.

Clean-eating merupakan pola makan yang lebih banyak mengonsumsi makanan utuh dan alami, seperti sayuran dan buah, protein nabati, kacang-kacangan, serta minyak sehat.

Clean-eating juga berarti kita mengonsumsi makanan yang paling mendekati makanan alami, tidak diproses, serta bukan makanan kemasan dari pabrik.

Menurut ahli gizi Jacklyn London, saat ini konsep clean-eating memang menjadi tren, tetapi sayangnya banyak orang salah mengartikan metode diet ini.

“Semakin banyak produsen yang melabeli produk mereka sebagai “clean”. Padahal, jika produk itu mengandung turunan minyak atau gula maka sama saja tidak sehat,” kata London.

Ia memberi contoh kandungan agave sebenarnya sama saja dengan gula, minyak kelapa juga sebagian besar adalah lemak jenuh, serta jus cold-pressed masih mengandung banyak gula.

Alih-alih membeli produk jadi yang berlabel “clean-eating”, “natural”, atau “sehat”, London menyarankan kita untuk mengonsumsi makanan yang dimasak di rumah serta melalui sedikit pemrosesan.

Misalnya, carilah cara untuk membuat kita mengonsumsi lebih banyak sayuran.

Memang kita tidak perlu selalu cuma makan sayuran, tapi pastikan isi piring Anda mengandung sayur dan komponen lain yang sehat dan seimbang.

Dan pilih juga sesuatu yang lebih jelas dan transparan dari pada produk yang berlabel sehat tapi sebenarnya menyembunyikan kandungan tak sehat.

Dengan kata lain, lebih baik pilih produk yang memang mengandung apa yang mereka klaim.

Jangan pernah memercayai label “sehat” pada pruduk makanan, walau terkadang karena sifatnya mengada-ada.

Dari makanan utuh yang kita asup kita mendapat nutrisi lengkap.

Buah pisang menyehatkan bukan karena ada kandungan potasiumnya saja, tapi juga serat dan berbagai vitamin lainnya.

Karenanya, jangan hanya membeli produk yang mengklaim mengandung bahan aktif tertentu.

Memang kita tak dianjurkan terlalu sering mengonsumsi makanan kemasan, tapi ada pengecualian. Beberapa produk lebih sehat karena mereka benar-benar mengandung apa yang tertera dalam label.

Misalnya, seratus persen whole-grain.

Beberpa jenis buah yang hanya tumbuh pada musim tertentu juga bisa kita nikmati sepanjang tahun karena teknologi pengemasan yang baik.

Makanan yang beragam dan juga memberi rasa bahagia juga menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Kuncinya adalah jangan berlebihan.

Dengan diet clean-eating Anda tak perlu lagi bingung dengan banyak jenis diet yang seperti diet mediterania, paleo, hingga diet karbo.

Memang banyak orang pun berlomba-lomba untuk mencoba berbagai program diet demi mendapat hasil nyata.
Banyaknya jenis diet ini akhirnya tidaklah tepat sesuai pedoman gizi.

“Secara ilmu gizi, diet itu adalah prosesnya, sedangkan sekarang ini diet-diet yang bermunculan lebih menekankan dan menjanjikan hasil instan

Pola pikir dan keinginan untuk mendapatkan hasil nyata dalam waktu singkat inilah yang menyebabkan munculnya beragam jenis diet.

Contohnya saat melakukan diet karbo. Saat diet ini, Anda tak boleh makan karbo.

Dalam beberapa waktu bobot tubuh Anda memang akan turun. Sedangkan pada diet sesuai gizi hasilnya memang tak langsung terlihat”.

Karena hasilnya tak langsung terlihat dan proses diet berlangsung lama, banyak orang yang tak sabar menunggu hasilnya.

Diet-diet modern ini sebenarnya bersifat tak seimbang. Ada satu atau beberapa hal yang dikurangi dalam asupan makanan masuk ke dalam tubuh.

Saat diet karbo, tubuh akan kekurangan karbo, saat diet garam, tubuh akan kekurangan garam.
Padahal tubuh semuanya membutuhkan berbagai mineral dan vitamin yang ada dalam makanan.

Dari kekurangan berbagai vitamin dan mineral ini kita tidak tahu apa efek jangka panjang untuk tubuh.

Berbagai penyakit sudah diketahui menjadi akibat dari defisiensi atau kekurangan vitamin dan mineral dalam tubuh.

Yang paling bahaya adalah saat diet itu sudah dihentikan, karena tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu lama, bobot tubuh akan kembali seperti semula. Ini yang membuat diet yoyo.

Komentar