Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Darah

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 November 2018 | 14:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak penderita kolesterol tinggi yang mengaku kesulitan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Padahal, jika sampai kadar kolesterol tak terkendali, maka risiko untuk terkena berbagai penyakit berbahaya seperti penyakit jantung dan stroke bisa meningkat.

Sebagian orang bahkan sampai memilih untuk meminum obat penurun kolesterol demi mengatasi hal ini. Padahal, kita juga sebenarnya bisa menurunkan kolesterol tanpa harus minum obat dengan melakukan berbagai trik ini.

Hal pertama yang harus kita perhatikan jika ingin menurunkan kolesterol adalah dengan menjaga pola makan menjadi lebih sehat. Sebagai contoh, kita tak boleh lagi melewatkan waktu sarapan.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Harvard School of Public Health, disebutkan bahwa kebiasaan melewatkan sarapan bisa memperburuk kondisi kolesterol dan meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Saat memilih makanan, ada baiknya kita mulai meningkatkan asupan serat dan kacang-kacangan. Serat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dengan signifikan.

Jika kita rutin menerapkan diet tinggi serat selama tiga hingga empat minggu, maka akan terjadi perubahan kadar kolesterol pada tubuh.

Selain itu, dengan mengonsumsi kacang-kacangan sekitar segenggam telapak tangan setiap hari, maka kadar kolesterol baik di dalam tubuh meningkat sehingga mendorong kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Jenis makanan lain yang sangat disarankan untuk dikonsumsi jika ingin menurunkan kolesterol adalah ikan, khususnya ikan laut yang kaya akan asam lemak omega 3 layaknya sarden, tuna, dan salmon. Kandungan ini bisa menurunkan jumlah trigliserida di dalam tubuh dengan signifikan.

Sebagai informasi, trigliserida adalah sejenis lemak di dalam darah yang terkait erat risiko penyakit jantung. Kandungan asam lemak omega 3 ini juga bisa menurunkan jumlah kolesterol sekaligus membuat penumpukan plak di dalam pembuluh darah arteri melambat.

Agar kadar kolesterol bisa turun dengan signifikan, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk tidak lagi begadang atau tidur larut malam.

Dengan mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka kita bisa membantu menyeimbangkan kadar kolesterol tubuh. Selain itu, ada baiknya kita berolahraga setiap hari dengan durasi selama 30 menit dan mengelola stres dengan lebih baik.

Selain itu, teh hijau adalah salah satu minuman paling nikmat untuk dikonsumsi. Salah satu minuman herbal ini bahkan diklaim bisa memberikan banyak sekali manfaat kesehatan, seperti menurunkan berat badan, menghilangkan rasa penat dan stress, hingga menurunkan kolesterol.

Sebenarnya, apakah teh hijau memang bisa menurunkan kolesterol dalam tubuh kita?

Sebagaimana kita ketahui, kolesterol tinggi adalah salah satu masalah kesehatan yang tidak bisa disepelekan. Jika kadar kolesterol ini tidak segera dikembalikan ke angka yang normal, maka risiko untuk terkena penyakit jantung juga akan meningkat dengan signifikan.

Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika penyakit jantung bisa mematikan.

Di dalam teh hijau terdapat kandungan flavonoid bernama katekin.

Sebenarnya, katekin ini tidak begitu mempengaruhi kinerja enzim untuk memecah lemak, namun katekin mampu menurunkan penyerapan kolesterol dari makanan yang kita konsumsi dan membuat proses pembuangan kolesterol melalui buang air besar meningkat.

Dalam sebuah penelitian, dihasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi teh hijau selama delapan minggu mampu menurunkan kadar kolesterol jahat sebanyakdua  hingga empat persen. Dengan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, maka risiko untuk terkena penyakit jantung mematikan bisa ditekan

Hanya saja, ada baiknya kita tak hanya mengandalkan teh hijau untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh.

Pastikan untuk mulai mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat seperti tidak lagi merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, memilih untuk mengonsumsi susu dan yoghurt dengan kadar lemak yang rendah, rutin mengonsumsi ikan, tidak lagi mengonsumsi daging olahan dan makanan cepat saji, menurunkan konsumsi makanan kaya lemak dan gula, serta memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah-buahan.

Komentar