Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Usia Tua

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Juni 2018 | 09:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Meningkat daya tahan tubuh di usia lanjut?

Ya, kenapa tidak.

Sebuah studi menyebutkan bahwa daya tahan tubuh tubuh seseorang akan terus menurun setelah menginjak usia dua puluh lima tahun.

Hal ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, produksi sel T yang merupakan kelompok sel darah putih berkurang. Akibatnya, kerja sistem kekebalan tubuh jadi lebih lambat terutama saat menghadapi jenis virus yang baru.

Daya tahan tubuh yang tak lagi optimal di usia tua pada akhirnya membuat tubuh kurang optimal dalam merespon vaksin atau obat, proses penyembuhan luka yang lebih lambat, dan lebih rentan sakit.

Namun, Anda tidak perlu khawatir.

Daya tahan tubuh yang turun masih bisa Anda perbaiki. Tips di bawah ini dapat membantu Anda meningkatkan daya tahan tubuh meski usia tak lagi muda.

Sudah bukan rahasia umum jika lansia lebih sulit tidur nyenyak.

Namun untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, Anda perlu mendapatkan istirahat malam yang baik dengan tidur cukup setidaknya tujuh sampai delapan jam sehari.

Di bawah ini ada beberapa tautan dari laman HelloSehat yang bisa Anda terapkan di rumah agar dapat tidur lebih nyenyak:

Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh  di usia lanjut adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin B, seperti sayurn hijau, biji-bijian, kacang tanah, ikan, susu, telur, dan lainnya.

Vitamin B memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, termasuk berkontribusi terhadap sel darah merah sehat, metabolisme, fungsi saraf, kesehatan kulit, penglihatan dan penurunan kelelahan.

Seiring bertambahnya usia, akan semakin mudah untuk tidak merasa haus, sehingga orang lanjut usia cenderung lebih berisiko untuk mengalami dehidrasi.

Sehingga seiring bertambahnya usia, sangat penting untuk memperbanyak konsumsi air untuk menjaga cairan tubuh agar tetap terpenuhi.

Kebiasaan merokok bisa menghancurkan antioksidan dalam darah, meningkatkan respons autoimun, dan membunuh antibodi tubuh.

Hal ini bisa membuat tubuh Anda rentan terhadap penyakit, seperti pneumonia, kanker paru, dan lainnya. Oleh karena itu, jika Anda merokok, berhentilah sekarang.

Vitamin D dari sinar matahari memang membantu meningkatkan daya tahan tubuh kekebalan tubuh, namun terlalu banyak radiasi UV dapat mengubah DNA Anda, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kanker kulit.

Bertambahnya usia tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.

Karena untuk tetap bisa bugar, Anda perlu tetap aktif beraktivitas seperti berjalan cepat, naik sepeda, aerobik, dan aktivitas lain yangmenyenangkan.

Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko jantung, memperbaiki daya ingat, memperbaiki kualitas tidur, menjaga kekuatan tulang, dan mengurangi rasa nyeri dan depresi.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan bertambahnya usia. Karena Anda tetap bisa meningkatkan daya tahan tubuh di usia lanjut, asalkan tetap menjalankan pola hidup sehat.

Selain itu ada juga faktor makanan h dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik.

Probiotik biasanya terdapat pada makanan tertentu yang telah mengalami proses fermentasi.

Bakteri tertentu sengaja ditambahkan pada makanan, sehingga akan terbentuk makanan baru dengan kandungan gizi yang berbeda.

Probiotik merupakan bakteri baik yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Beberapa jenis probiotik yang paling umum adalah bakteri asam laktat, seperti lactobacillus dan bifidobacteria.

Probiotik ini bisa Anda temukan dalam yogurt, tempe, kimchi, sauerkraut, kefir, dan masih banyak lagi.

Di dalam usus Anda, hidup banyak sekali bakteri, hampir seratus triliun bakteri. Bakteri-bakteri ini membantu tubuh dalam meningkatkan kesehatan saluran cerna.

Juga, membantu dalam memecah makanan sehingga makanan akan lebih mudah diserap tubuh. Tanpa adanya bakteri ini dalam usus, saluran pencernaan Anda tidak bisa bekerja.

Tak hanya memecah makanan, probiotik juga membantu membunuh bakteri, virus, kuman, dan jamur yang terdapat dalam makanan yang Anda makan.

Dengan cara ini, bakteri dalam usus dapat melindungi tubuh Anda dari segala jenis mikroorganisme yang dapat membahayakan tubuh.

Bakteri dalam usus juga menjadi alat untuk mengirim sinyal dari usus langsung ke otak. Bakteri ini menginformasikan langsung ke otak mengenai apa saja yang sedang terjadi dalam tubuh.

Contohnya saja saat Anda gugup, Anda mungkin akan merasa sakit perut. Nah, bakterilah yang berperan dalam menjalin komunikasi antara otak dan usus, sehingga menyebabkan hal tersebut terjadi.

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa bakteri yang ditemukan di yogurt atau makanan fermentasi lainnya dapat memperkuat daya tahan (kekebalan) tubuh dan mencegah infeksi, tidak hanya di usus tapi di seluruh tubuh.

Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Science and Medicine in Sport.

Penelitian ini menemukan bahwa atlet yang mengonsumsi probiotik mengalami pilek dan infeksi saluran cerna 40% lebih sedikit daripada yang tidak mengonsumsi probiotik.

Probiotik meningkatkan daya tahan tubuh Anda dengan cara menyeimbangkan jumlah bakteri dalam usus. Semakin banyak bakteri baik yang ada di usus Anda, semakin mudah bagi tubuh untuk melawan penyakit.

Bakteri baik dapat melindungi lapisan usus Anda sehingga meningkatkan kemampuan usus dalam menyerap nutrisi baik, yang kemudian juga membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa probiotik meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan dengan cara menyeimbangkan limfosit B dan T dalam tubuh.

Di mana, limfosit B dan T ini akan bekerja sama dalam melawan bakteri yang dapat membahayakan tubuh.

Perlu diketahui, setiap jenis sel imun  tubuh dapat dipengaruhi bakteri dalam banyak cara. Di mana, sel imun ini terdapat dalam jumlah yang lebih banyak di usus daripada di bagian tubuh lain.

Bakteri baik dalam usus dapat merangsang sistem imun tubuh untuk bekerja saat mengetahui adanya mikroorganisme yang dapat membahayakan tubuh.

Komentar