Mengusir Stroke? Makanlah Buah Pisang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 September 2014 | 09:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Usirlah stroke dengan pisang! Itulah nasihat Sylvia Wassertheil-Smoller, peneliti dari Perguruan Tinggi Obat Albert Einstein, New York, yang ditulis oleh situs “livescience.com, dalam laman “food and health”nya. Kamis, 11 September 2014.

Menurut ahli nutrisi dan diet itu, sebagai buah yang mengandung potassium tinggi pisang mampu mencegah, sekaligus, mengusir kemungkinan datangnya stroke.

Pisang merupakan buah yang kaya kandungan potasium. Satu buah pisang rata-rata mengandung empat ratus dua puluh miligram.

Potasium berperan dalam menurunkan tekanan darah. Sedangkan keripik mengandung banyak garam yang dapat menaikan tekanan darah. Itu sebabnya kombinasi kedua hal tersebut sangat disarankan jika tak ingin terkena stroke.

Sebuah studi menemukan orang yang cukup asupan potasium memiliki risiko stroke dua puluh empat persen lebih kecil. Meski begitu sebelumnya para peneliti menemukan bahwa konsumsi potasium pada orang tua dapat berbahaya karena menyebabkan penurunan fungsi ginjal sehingga tidak dapat menghilangkan sisa-sisa potasium dari darah.

Namun hal tersebut dibantah lewat penelitian terbaru yang menunjukkan potasium tidak berpengaruh negatif terhadap fungsi ginjal. Para peneliti menyebutkan ada bukti sangat kuat bahwa rutin mengonsumsi makanan sumber potasium berdampak sangat positif bagi mereka yang menderita hipertensi.

Studi lain menemukan bahwa mengurangi asupan garam dalam empat minggu atau lebih secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah. Pada akhirnya hal itu dapat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung.

Dr. Clare Walton dari Stroke Association mengatakan diet yang sehat merupakan kunci dari mengatur risiko stroke. “Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko terbesar untuk stroke. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat dapat menjaga tekanan darah tetap terkontrol,” katanya.

Sebagai penyakit “berat” stroke memiliki dampak yang hebat terhadap kecacatan atau kematian.

Sylvia menganjurkan, menata pola makan dan aktifitas fisik merupakan cara untuk menurunkan risiko stroke, termasuk dengan rutin mengasup makanan kaya potassium, terutama pisang.

Ia mengatakan, untuk t mendapatkan potasium dalam kandungan makanan rajin-rajinlah makan berbagai buah dan sayuran. Sumber potasium atau kalium ini antara lain pisang, tomat, produk susu, bayam, ubi jalar, kentang, dan sebagainya.

Konsumsi potasium sangat penting karena ia akan mengurangi efek garam, karena itulah rutin mengasup makanan sumber potasium akan mencegah hipertensi, faktor risiko utama stroke dan penyakit jantung.

Menurut Akademi Nutrisi dan Diet, bayam, pisang dan kentang memiliki kandungan potassium paling tinggi dari sekian daftar buah dan sayuran yang ada.

Studi terbaru menunjukkan, konsumsi makanan kaya potasium dapat mengurangi risiko terkena stroke bagi wanita lanjut usia. Para peneliti telah meriset wanita dari manula selama sebelas tahun. Mereka mencatat konsumsi potasium dari makanan alami dalam diet wanita-wanita tersebut.

Hasilnya, wanita yang mengonsumsi potasium punya risiko dua belas persen lebih rendah terkena stroke. Mereka juga punya risiko enam belas persen lebih rendah terkena stroke iskemik, yakni jenis stroke yang paling umum dan terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat.

Wanita yang mengonsumsi potasium itu juga memiliki risiko 10 persen lebih rendah mengalami kematian karena beragam penyebab selama periode riset dibanding yang makan sedikit potasium.

“Buah dan sayur adalah sumber potasium yang baik,” kata Sylvia Wassertheil-Smoller, peneliti dari Perguruan Tinggi Obat Albert Einstein, New York. “Kami menemukan satu lagi alasan mengapa makan buah dan sayur itu baik,” ungkapnya.

Namun, konsumsi potasium lebih efektif untuk menurunkan risiko stroke bila seseorang tidak punya tekanan darah tinggi.

Akan tetapi, konsumsi potasium berlebihan juga tidak baik, terutama bagi orang lanjut usia dan penderita gangguan ginjal. Oleh sebab itu, berhati-hatilah jika ingin mengonsumsi potasium dalam bentuk suplemen. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter untuk mengetahui jumlah amannya.

sumber : daily mail co.uk. dan livescience.com

Komentar