Menghidupkan Gairah Olahraga Saat Puasa

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 09:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Gairah berolahraga seolah lenyap di bulan Ramadan ini. Padahal olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan.

Untuk Anda tahu libur olahraga selama sebulan bisa menurunkan tingkat performa setara dengan berlatih selama empat bulan

Sebenarnya banyak orang  ingin tetap berolahraga, tetapi terbentur dengan kondisi puasa.

Jika berolahraga pagi, khawatir siang dan sorenya tidak kuat berpuasa. Jika berolahraga sore, kondisi badan sudah tidak maksimal.

Parahnya, jika berolahraga sore dan bertemu waktu berbuka, setelah berbuka tubuh tidak nyaman lagi untuk melanjutkan berolahraga—utamanya karena terlanjur mengonsumsi makanan berat.

Bagi para penggemar olahraga,  disarankan  untuk  dilakukan maksimal satu setengah  jam sebelum berbuka.

Olahraga yang dilakukan pun bukan yang sifatnya melatih kekuatan.

Sebaiknya fokus pada melatih daya tahan tubuh karena berfokus pada daya tahan, denyut nadi dijaga tak lebih dari tujuh puluh persen dari denyut nadi maksimal.

Kuncinya  adalah mengenal tubuh kita. Karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. Orang yang sudah biasa berlari dengan kecepatan tinggi tentu berbeda dengan orang yang hanya terbiasa jogging.

Prinsipnya, selama latihan di bulan puasa ini jangan menambah intensitas. Jika berniat melakukan latihan berat, itu dapat dilakukan setelah berbuka puasa.

Dan disrankan  berbuka puasa dengan buah dan minum air, dilanjutkan sholat maghrib dan istirahat sekitar dua puluh menit.

Setelah itu baru dapat melakukan latihan berat.

Tidak menyarankan makan nasi setelah berbuka. Karena nasi atau makanan berat lainnya baru selesai dicerna dalam empat hingga enam jam, sehingga jika dipaksakan berolahraga berat akan membuat perut tidak nyaman—bahkan muntah.

Latihan berat yang dilakukan pun harus ditakar. Latihan HIIT atau High Intensity Interval Training, misalnya, maksimal dilakukan hanya dalam lima belas menit.

Setelah itu kita dapat istirahat lalu mengikuti sholat Isya dan Tarawih.

Makan malam dilakukan setelah Tarawih.

Mengenai pengaturan makan selama bulan puasa, juga disarankan makan malam lebih memperbanyak protein dan mengurangi karbohidrat.

Alasannya karena protein sangat membantu pembentukan dan pemulihan otot setelah olahraga. Sedangkan konsumsi karbohidrat di malam hari justru memberi efek negatif, termasuk salah satunya menambah berat badan.

Selama malam hari, ia menyarankan agar kita menjaga asupan air. Karbohidrat sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah cukup pada saat sahur, karena penting untuk memenuhi kebutuhan energi di siang harinya.

Yang pasti memasuki bulan puasa bukan berarti kita jadi tidak bisa berolahraga.

Justru ini kesempatan emas untuk meningkatkan kebugaran sambil berpuasa. Salah satu waktu olahraga yang bisa kita lakukan adalah setelah sahur.

Olahraga setelah sahur tak perlu lama-lama dilakukan, sekitar lima belas hingga tiga puluh menit cukup membuat tubuh lebih bugar saat puasa.

Selain itu perlu juga dipertimbangkan jenis olahraganya agar tidak menguras tenaga. Apa saja olahraga yang bisa dilakukan?

Bagi yang terbiasa olahraga pagi hari, tetap bisa melakukan olahraga seperti biasanya namun dengan intensitas berbeda. Kita harus tetap ingat untuk menyimpan energi sampai waktu berbuka nanti.

Di pagi hari setelah sahur biasanya udara juga masih segar, dan matahari belum terlalu panas, sehingga tidak memicu rasa haus jika olahraga di waktu ini.

Olahraga setelah sahur yang bisa dilakukan dan memiliki intensitas yang ringan, antara lain: Jalan santai Sit up dan push up Bersepeda santai kecepatan di bawah lima  meter per jam

Latihan beban ringan Yoga Taichi Salah satu cara untuk menentukan apakah suatu olahraga termasuk intensitas berat atau ringan, bisa dilihat dari napas, jumlah keringat, dan denyut nadi. Misalnya, olahraga berjalan.

Berjalan bisa jadi intensitas ringan atau juga sedang. Ini tergantung dengan kecepatan berjalan yang kita lakukan.

Jika dari hasil jalan-jalan tidak menimbulkan perubahan pola pernapasan, tidak menimbulkan keringat yang berarti, kita masih bisa melakukan percakapan atau sambil nyanyi, denyut nadi tidak meningkat terlalu kencang, maka olahraga itu termasuk dalam intensitas ringan.

Walau ringan, namun ternyata banyak manfaat yang didapatkan dari olahraga semacam itu menjadi lebih produktif

Berolahraga di pagi hari membuat tubuh melepaskan hormon endorfin. Tubuh jadi lebih terjaga dan siap beraktivitas. Efek ini membuat tubuh terasa lebih berenergi.

Olahraga di pagi hari juga membuat otak lebih jernih dan lebih fokus. Meskipun sedang berpuasa, olahraga pagi yang tepat justru membuat kita lebih produktif.

Membuat tidur malam lebih baik Olahraga pagi hari juga membuat tidur malam lebih baik. Aktivitas di pagi hari membuat tubuh lebih bertenaga di siang hari dan rasa lelahnya biasanya muncul di penghujung hari.

Hal ini membuat waktu tidur lebih teratur, dan kualitas tidur semakin baik. Keesokan harinya kita akan lebih terasa bertenaga kembali karena kualitas tidur yang semakin baik ini.

Menjaga tekanan darah Penelitian menunjukan bahwa orang yang melakukan olahraga pagi dibandingkan dengan yang olahraga siang dan malam mengalami penurunan tekanan darah lebih besar dan stabil. Apalagi untuk orang yang memiliki tekanan darah tinggi, ini sangat membantu.

Metabolisme energi semakin lancar Bagi yang ingin punya berat badan mendekati ideal saat hari lebaran, melakukan olahraga pagi setelah sahur bisa jadi kuncinya. Berolahraga pagi ternyata memicu tubuh untuk membakar kalori.

Olahraga pagi akan meningkatkan metabolisme tubuh dan pembakaran lemak pun akan terjadi semakin cepat terjadi.

Komentar