Ini Dia Penyebab dan Gejala Gagal Jantung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 12 September 2018 | 08:42 WIB

Dibaca: 1 kali

Jantung merupakan salah satu organ tubuh terpenting yang berperan dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Begitu pentingnya peran jantung, membuat kesehatan organ ini harus diperhatikan dengan saksama. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi kesehatan jantung adalah terjadinya gagal jantung.

Gagal jantung adalah keadaan saat jantung tidak dapat melakukan fungsi pemompaan darah dengan baik. Tidak terpompanya darah dengan maksimal menyebabkan penumpukan darah pada ekstremitas, misalnya lengan, tungkai dan paru-paru.

Gagal jantung sering kali berkaitan dengan penyakit lain, seperti diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, dan gangguan katup jantung. Bila Anda punya tiga riwayat penyakit tersebut, risiko untuk terkena gagal jantung pun makin tinggi.

Awal mula gagalnya jantung untuk memompa darah biasanya disebabkan oleh pembentukan plak di pembuluh darah.

Munculnya plak dalam pembuluh darah dipicu oleh kadar kolesterol yang tinggi. Jadi, hati-hatilah Anda terhadap kadar kolesterol tinggi karena dapat memicu berbagai penyakit, salah satunya gagal jantung.

Selain itu, kondisi gagal jantung ini juga bisa dipicu hantaman benda keras yang mengenai dada, misalnya saat bermain sepak bola.

Kasus gagal jantung semacam itu pernah dialami sekaligus merenggut nyawa seorang pemain sepak bola asal Kroasia, Bruno Boban.

Melihat bahaya dari gagal jantung sebenarnya siapa pun perlu mengenali gejalanya, agar bisa mencegah terjadinya kondisi tersebut sejak dini.

Ada sejumlah gejala gagal jantung yang harus Anda waspada:

Pada umumnya penderita gagal jantung sangat mudah lelah. Jika gagal jantung yang dialami masih pada tahap awal, maka kelelahan yang dirasa juga tak terlampau parah.

Namun jika kondisi gagal jantung yang diderita si pasien dalam level tinggi, makin berat pula kelelahan yang dirasakan. Penderita bahkan sering tak mampu melakukan aktivitas harian yang sebenarnya tak menguras banyak tenaga.

Gagalnya pemompaan darah cenderung membuat darah diam di lokasi tertentu, misalnya kaki dan perut. Akibatnya, kaki penderita gagal jantung akan membengkak karena adanya penumpukan cairan di situ.

Selain mudah lelah, sesak napas juga merupakan gejala yang umum dialami oleh penderita gagal jantung. Kondisi ini disebabkan oleh terjadinya penumpukan cairan pada paru.

Jantung tidak mampu meneruskan darah ke seluruh tubuh, akibatnya darah akan tertumpuk pada paru. Kondisi tersebut  menyebabkan keluhan sesak napas pada penderita gagal jantung.

Berbeda dengan sesak napas pada penderita infeksi paru, sesak napas yang dialami penderita gagal jantung umumnya tidak disertai tanda infeksi seperti demam.

Berkaitan dengan sesak napas, para penderita gagal jantung biasanya suka tidur dengan dua bantal atau lebih untuk menopang tubuh bagian atasnya.

Itu karena mereka akan lebih mudah bernapas ketika ditopang oleh posisi bantal yang lebih tinggi hingga membentuk posisi setengah duduk.

Sering batuk pada malam hari juga harus diwaspadai. Umumnya, orang dengan gagal jantung akan terbangun setiap malam karena batuk berkali-kali.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, langsung saja konsultasikan masalah tersebut ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Masyarakat sering kurang memahami perbedaan ketiga gangguan kesehatan pada jantung tersebut, dan menganggapnya sama saja. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan yang wajib Anda kenali.

Pada kasus serangan jantung atau keadaan saat pembuluh darah jantung tersumbat, penderitanya akan merasakan nyeri di dada kiri yang menjalar hingga ke tangan kiri.

Selain itu, penderita juga merasakan sesak napas, keluar keringat dingin, dan adanya perasaan tercekik.

Pada kondisi gagal jantung,  organ jantung tidak mampu menjalankan fungsi pemompaan darah dengan optimal.

Akibatnya, penderita akan selalu mudah lelah dan sering kali batuk. Meski begitu, ada pula gejala yang masih sama, yaitu sesak napas.

Sedangkan untuk kasus henti jantung, kondisi ini dipicu adanya gangguan irama jantung. Apabila seseorang mengalami henti jantung, maka organ vital seperti otak tidak mendapat asupan darah yang cukup.

Hal tersebut memerlukan pemompaan jantung manual atau akrab disebut resusitasi jantung paru.

Komentar