Mengenal Serangan dengan Gagal Jantung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 November 2017 | 14:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “time of india,” hari ini, Rabu, 08 November, kembali mengingat tentang perbedaan antara serangan jantung dengan gagal jantung.

Menurut tulisan di situs terkenal itu, masih banyak orang  yang belum menyadari bahwa serangan jantung dengan gagal jantung sangat berbeda satu sama lain, meski keduanya sama-sama bentuk dari penyakit jantung.

Seringkali, serangan jantung terjadi secara tiba-tiba karena salah satu pembuluh darah di jantung tersumbat dan menghalangi jalannya darah.

Di sisi lain, gagal jantung merupakan penyakit yang tumbuh secara bertahap.

Dilansir laman Times of India, ahli kardiologi memberikan penjelasan kedua penyakit ini lewat lima perbedaan dasar.

Profesor kardiologi, Dr Sundeep Mishra mengatakan, serangan jantung atau disebut juga dengan infark miokard, terjadi ketika suplai darah ke otot jantung tersumbat, membuatnya kekurangan oksigen dan menyebabkan otot mati.

Sedangkan gagal jantung merupakan kondisi yang melemahkan dan mengancam jiwa di mana jantung gagal untuk memompa secara efisien darah yang cukup ke seluruh tubuh, membuat semua organ ‘kelaparan’ oksigen dan nutrisi lain.

Serangan jantung merupakan kejadian yang mendadak yang terjadi ketika salah satu pembuluh darah jantung  tersumbat dan membutuhkan perawatan medis darurat.

Sedangkan gagal jantung merupakan penyakit kronis atau progresif, di mana otot jantung yang bertanggung jawab untuk memompa melemah atau kaku seiring waktu.

Penyebab paling umum serangan jantung adalah formasi sumbatan darah yang menghambat pembuluh arteri jantung.

Mishra menambahkan, arteri ini bertanggung jawab untuk menyuplai oksigen dan darah ke jantung dan jika tersumbat karena pengentalan darah atau plak, otot jantung kekurangan oksigen dan mati.

Sementara itu, serangan jantung adalah kondisi fatal yang terjadi saat jantung tidak menerima cukup aliran oksigen dari aliran darah yang menuju jantung.

Hal ini disebabkan adanya arterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah arteri, sehingga jantung mengalami kekurangan asupan darah yang mengandung oksigen.

Kondisi serangan jantung dapat terjadi dalam durasi hingga hitungan jam.

Selama durasi waktu ini tersebut bagian jantung yang tidak menerima oksigen terus mengalami kerusakan berupa kematian otot jantung, jika tidak ditangani dapat menyebabkan kematian.

Berbeda dengan henti jantung, jantung tidak berhenti berdetak selama mengalami serangan.

Pada gagal jantung tidak ada penyebab tunggal, dan kondisi penyakit ganda yang ada bisa melemahkan jantung seiring waktu sehingga memicu gagal jantung.

Beberapa penyebabnya adalah penyakit pembuluh darah koroner, diabetes, hipertensi, penyakit jantung valvular, infeksi dan peradangan, penyakit jantung kongenital atau bawaan, dan sebelum terjadi serangan jantung.

Tidak semua kasus gagal jantung karena adanya serangan jantung, dan tidak semua serangan jantung menyebabkan gagal jantung.

Ahli kardiologi senior Dr. Santosh Kumar Dora mengatakan ada beberapa gejala yang umum terjadi pada serangan jantung.

Gejala ini meliputi rasa tekanan yang kuat pada area dada, nyeri di dada, rasa berat atau sesak atau terbakar.

Salah satu gejala yang banyak tidak disadari sama sekali adalah nyeri di tangan, leher, rahang, punggung atau perut.

Gejala lainnya adalah berkeringat dan kepala berputar. Selain itu, ada juga kemungkinan merasa seperti ingin pingsan, sesak napas, mual atau muntah ketika ada serangan jantung.

Tanda dan gejala pada gagal jantung tumbuh dalam beberapa waktu.

Beberapa gejala umum adalah paru-paru  sesak, penumpukan air yang muncul dalam bentuk bengkak di kaki, mata kaki atau perut, penambahan berat badan tanpa sebab

Juga  meningkatnya intensitas buang air di malam hari, sesak napas, kehilangan nafsu makan, menurunnya kemampuan berolahraga, kelelahan berlebih, batuk berdahak berwarna merah muda dan berbusa.

Ahli kardiologi intervensi senior Dr. Tilak Suvarna menjelaskan, kerusakan pada jantung karena serangan jantung bisa diperbaiki dengan menghilangkan sumbatan di pembuluh darah melalui pengobatan atau operasi.

Sedangkan gagal jantung tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, dan modifikasi gaya hidup, pengobatan atau beberapa kasus pilihan operasi, hanya membantu dalam menangani gejalanya saja dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama namun penderita dapat diselamatkan jika mendapatkan pertolongan yang tepat oleh tenaga professional sejak pertama munculnya gejala.

Serangan jantung sering muncul dengan tanda tidak spesifik namun segera hubungi tenaga kesehatan jika

Anda curiga penderita memiliki gejala serangan jantung terlebih jika ia memiliki riwayat penyakit jantung.

Penanganan pertama yang dapat dilakukan adalah memberhentikan penderita dari beraktivitas dan istirahatkan dalam posisi duduk agar lebih mudah bernapas serta segera konsumsi obat yang telah diberikan oleh dokter jika tersedia.

Sedangkan jika terjadi gejala henti jantung diperlukan penanganan gawat darurat dan penanganan defibrillator eksternal atau melakukan resusitasi jantung paru pada penderita.

Komentar