Mari Mengenal Insomnia Lebih Dalam Lagi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 23 Oktober 2018 | 10:33 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda selalu merasa sulit untuk terlelap, tidak peduli seberapa lelahnya Anda seharian bekerja?

Atau, apakah Anda sering terbangun di tengah malam dan terbaring terjaga selama berjam-jam, menatapi gelapnya langit-langit rumah?

Insomnia adalah masalah umum yang menguras energi, mood, kebugaran tubuh, dan kemampuan beraktivitas Anda selama sehari ke depan.

Insomia kronis bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Seseorang yang memiliki insomnia merasa kesulitan untuk terlelap di malam hari .

Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mendapatkan jumlah tidur yang Anda butuhkan untuk terbangun di pagi hari merasa segar dan bertenaga.

Karena orang yang berbeda membutuhkan lama waktu tidur yang berbeda pula, insomnia didefinisikan dari kualitas tidur Anda dan bagaimana perasaan Anda setelah terbangun di pagi hari — bukan jumlah jam tidur atau seberapa cepat Anda terlelap di malam hari.

Bahkan jika Anda menghabiskan 8 jam tertidur, jika Anda merasa ngantuk dan lelah lesu di siang hari, Anda mungkin mengalami insomnia.

Gangguan tidur ini juga bervariasi dalam seberapa lama episode berlangsung dan seberapa sering terjadi; jangka pendek (insomnia akut) atau bertahan lama

Gangguan ini juga dapat datang dan pergi, bahkan di saat Anda tidak memiliki masalah tidur.

Insomnia akut dapat bertahan dari satu malam hingga beberapa minggu, sementara insomnia kronis bertahan setidaknya tiga malam dalam kurun waktu satu minggu dan berjalan selama sebulan atau lebih.

Banyak dari kita bisa mengingat saat rencana tidur nyenyak kita sesekali berubah jadi begadang di tengah malam ketika terjerat dengan stres rutinitas. Tetapi, ada sejumlah penyebab lain dari insomnia.

Pelajari apa yang menyebabkan Anda terbangun di tengah malah sehingga Anda akhirnya bisa mendapatkan tidur yang Anda butuhkan.

Ada beberapa alasan yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya bahwa Anda sedang mengalami insomnia:

Tubuh Anda membutuhkan konsistensi. Jika Anda menjaga jadwal tidur yang sama selama hari kerja, namun terbiasa pergi tidur lebih larut selama akhir pekan, jangan harap untuk dapat terlelap tepat waktu mengikuti jadwal tidur di hari biasa saat Minggu malam.

Kebiasaan ini dijuluki sebagai “social jet lag” oleh para ahli, karena Anda secara efektif memaksa tubuh Anda untuk beralih antara dua zona waktu yang berbeda setiap minggu.

Dilansir dari Reader’s Digest, sembilan puluh persen dari penderita insomnia tidur terlalu cepat dari jadwal biasanya.

Walaupun kedengarannya tidak efektif, tapi terjaga sedikit lebih lama akan mengirimkan sinyal kepada sistem homeostatik tubuh bahwa Anda memerlukan lebih

Bukan lagi rahasia jika kafein membuat Anda terjaga, tetapi banyak orang yang keliru berpikir bahwa stimulan tidak memiliki pengaruh apapun bagi mereka.

Sebenarnya, kafein memiliki paruh usia hingga delapan hingga sepuluh jam artinya setengah ‘porsi’ kafein dari gelas kopi terakhir Anda masih tertinggal dalam sistem tubuh Anda dalam delapan hingga sepuluh jam setelahnya, sehingga minum terlalu banyak kopi di penghujung hari mungkin secara tidak sengaja menghambat nyenyak tidur Anda.

Terlebih lagi, metabolisme tubuh terhadap kafein akan semakin melambat seiring usia.

Tubuh Anda tidak dapat memproses kafein seefisien pada usia dua puluhan awal, maka jumlah kafein yang sama yang pada awalnya tidak membawa pengaruh apapun bagi tubuh Anda, kini mulai menampakkan efek sebenarnya.

Saat Anda terbangun di malam hari, sebaiknya tetap berada di tempat tidur dan jangan beranjak pergi.

Jika Anda merasa santai dan tenang, tidak apa untuk sekadar berbaring sejenak menunggu untuk tertidur kembali.

Anda bisa menyiasatinya dengan mencoba menghitung mundur dari seratus untuk memicu rasa ngantuk, dibandingkan harus bangkit dari tempat tidur merasa frustrasi, yang pada akhirnya hanya akan menyegarkan tubuh Anda.

Jika Anda terbangun di tengah tidur merasa cemas dan dipenuhi oleh ratusan pikiran yang berjalan bolak-balik dalam bayangan Anda, lebih baik bangkit dari tempat tidur.

Tapi, yang paling menentukan seberapa baiknya Anda beristirahat adalah apa yang Anda lakukan setelahnya. Jauhi hal-hal yang membangkitkan stimulasi tubuh, misalnya memeriksa email atau nge-tweet mengeluhkan insomnia Anda.

Pilih aktivitas yang Anda sukai misalnya merajut atau meneruskan membaca novel seru favorit Anda, untuk membantu meminimalisir kecemasan yang sering dirasakan oleh penderita insomnia.

Masih ingat tentang tips membuat satu rutinitas sederhana sebelum tidur? Nah, untuk tidur nyenyak yang Anda impi-impikan selama ini, jangan masukkan bermain hape atau laptop ke dalam rutinitas tidur Anda.

Memang nonton tv sebentar sebelum tidur dinilai banyak membantu bagi sebagian orang, namun aktivitas yang melibatkan interaksi — membalas email, main FB, nge-tweet, atau sekadar chatting sebelum tidur — akan mencegah otak Anda dari beristirahat dan dapat memicu gejala insomnia.

Jika sebelum tidur Anda terus memperhatikan jarum jam yang berjalan, Anda akan segera menghitung berapa lama lagi waktu yang Anda miliki sampai Anda harus bangun pagi.

Hal ini akan membuat Anda tambah cemas dan gelisah, sekaligus meningkatkan produksi adrenalin dan kortisol, hormon yang membuat Anda waspada dan akan mengganggu tidur nyenyak Anda.

Orang dewasa pada umumnya tidak membutuhkan dan tidak mendapatkan delapan jam waktu tidur setiap malam.

Beberapa orang butuh tidur malam selama sembilan jam, namun tidak mendapatkannya karena merasa terlalu lama, sementara beberapa lainnya termasuk orang yang dapat tidur selama enam jam saja, tapi merasa tidak cukup.

Jika Anda bisa terbangun di pagi hari tanpa alarm dan tidak merasa lesu kemudian, Anda mungkin sudah menjalani jumlah tidur yang tepat untuk Anda.

Setiap kondisi yang membuat Anda terperangkap dalam ketidaknyamanan dapat menganggu nyenyaknya tidur Anda.

Arthritis, nyeri pinggang atau punggung, gangguan asam lambung, fibromyalgia, dan banyak nyeri kronis lainnya dapat membuat Anda terjaga di malam hari. Terlebih lagi, kehilangan jumlah tidur dapat membuat rasa sakit semakin memburuk.

Berbagai obat yang digunakan untuk mengatasi bermacam-macam kondisi, mulai dari tekanan darah tinggi, pilek dan flu biasa, hingga asma dapat menyebabkan insomnia sebagai efek sampingnya.

Bahkan jika Anda sudah membatasi konsumsi kopi di siang hari supaya tidak menganggu tidur malam Anda, beberapa obat-obatan dapat mengandung kafein atau zat stimulan lainnya,

Beragam obat dikenal sebagai pengganggu kualitas tidur, mulai dari menghambat tidur REM, memblokir produksi melatonin, merusak kadar alami enzim atau jalur lain dalam tubuh. Untungnya, banyak alternatif obat yang menimbulkan sedikit gangguan untuk tidur Anda, maka bicarakanlah dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan tertentu dan mengeluh kesulitan tidur.

Masalah kesehatan mental yang mendasari sering dapat mempengaruhi pola tidur seseorang, misalnya gangguan kecemasan klinis atau depresi yang dapat menyebabkan kekhawatiran dan kecemasan berlebih yang dengan konsisten mengganggu tidur Anda.

Berita buruknya, jika Anda memiliki gangguan kecemasan, mengkhawatirkan pola tidur dapat semakin menyulitkan Anda untuk tidur nyenyak. Selain itu, beberapa orang yang memiliki depresi mungkin juga akan tidur terlalu banyak..

Dilansir dari Huffington Post, mata memerah dan gatal serta hidung mampet tersumbat dapat mengganggu kualitas tidur seseorang secara konsisten. Bahkan sekitar 59 persen orang yang memiliki alergi pernapasan melaporkan mengalami gangguan tidur akibat gejala yang timbul.

Sebuah studi  menunjukkanbahwa gangguan tidur dan alergi mungkin memiliki keterlibatan, karena orang-orang yang memiliki alergi lebih mungkin dua kali lipat menderita gangguan tidur, seperti insomnia.

Para ahli mengatakan bahwa ketaatan pada aturan tentang kebersihan tidur yang baik (kamar tidur yang gelap, dingin, dan tenang, juga menjauhi elektronik dari kamar tidur) dan trik pengentasan gejala alergi adalah kunci dari tidur nyenyak dengan alergi.

Sindrom kaki gelisah, alias RLS, menyebabkan sensasi tidak nyaman di kaki yang bisa sangat menyulitkan sehingga mencegah penderitanya untuk jatuh terlelap. Bahkan ketika kondisi ini sudah ditangani, keluhan sulit tidur malam masih tetap berlanjut.

Penyebab potensial dari kondisi ini kemungkinan karena tingkat abnormal tinggi dari neurotransmitter yang terlibat dalam peningkatan gairah, disebuut glutamat, pada penderita RLS.

Infeksi cacing kremi adalah jenis infeksi yang sangat umum, di mana cacing kremi kecil akan menyerang usus dan berkembang biak di dalamnya. Kebanyakan orang tidak mengalami komplikasi serius dari kondisi ini.

Pada kasus langka, cacingan terkadang dapat menyebabkan infeksi saluran kandung kemih pada wanita. Cacing kremi juga dapat berjalan dari anus ke vagina, mempengaruhi rahim, saluran tuba fallopi, dan organ panggul lainnya.

Vaginitis, endometris (peradangan dinding rahim), atau infeksi lainnya juga dapat timbul sebagai akibat.

Sejumlah besar cacing dalam usus juga dapat menyebabkan sakit perut. Akibat dari nyeri kronis dan ketidaknyamanan ini, seseorang dapat mengalami insomnia.

Komentar