Mengenal Gejala Serangan Stroke Ringan

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 September 2018 | 10:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang berisiko mengancam nyawa.

Sebelum penyakit ini menyerang kita atau kerabat terdekat, ada baiknya kita mengenali gejalanya agar dapat terhindar dari risiko kematian.

Ketika seseorang menunjukkan gejala awal Transient Ischaemic Attack  atau stroke ringan, sebaiknya segera mendapat perawatan untuk menghindari risiko cacat hingga kematian.

Stroke ringan biasanya ditandai dengan senyum mencong, gerakan kaki dan tangan lemah atau lumpuh, suara pelo atau cadel atau kesulitan berbicara, rasa kebas atau lemas seisi tubuh dan sekitar mulut, penglihatan ganda tiba-tiba pada sebelah mata, keseimbangan terganggu, kesadaran menurun, muntah, dan sakit kepala.

Penyakit stroke sebenarnya tidak hanya menyerang usia lanjut. Mereka yang usianya masih muda dan memiliki pola hidup tidak sehat juga rentan mengidap penyakit ini.

Gaya hidup tidak sehat dan tidak teratur yang dimaksud Fatahillah antara lain kebiasaan merokok, begadang, minum minuman alkohol, dan tidak pernah berolahraga.

Pencegahan penyakit strok) dapat dilakukan dengan (menjalani) pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik, kurangi konsumsi daging merah, rutin mengecek tekanan darah, gula darah, dan asam urat

Serangan iskemik sesaat alias transient ischemic attack atau doinela denga TIA yang juga dikenal sebagai mini stroke, adalah saat darah berhenti mengalir ke otak dalam waktu singkat.

Namun, mini stroke ini tidak membunuh sel-sel otak sebagaimana yang dilakukan stroke. Kondisi mini stroke menyebabkan gejala yang menyerupai penderita stroke. Kondisi ini sering merupakan awal mula untuk stroke sebenarnya di masa depan.

Menurut American Heart Association, serangan iskemik sesaat dapat menurunkan harapan hidup Anda hingga 20 persen.  Diperlukan perhatian medis segera untuk membantu mencegah risiko stroke.

Mengidentifikasi gejala serangan iskemik sesaat memang tidak mudah. Gejalanya mirip dengan stroke, namun banyak orang membuat kesalahan dengan tidak mencari perhatian medis karena gejalanya yang tidak terlalu parah dan tidak bertahan lama. Jika stroke bisa bertahan selama satu sampai dua hari, serangan iskemik transien dapat berlangsung dari satu sampai 24 jam pada suatu waktu.

Beberapa tanda-tanda umum dari serangan iskemik sesaat meliputi:, pningkatan  tekanan darah mendadak, kelemahan otot, mati rasa di tangan atau kaki

Selain itu bias juga karena pusing, kelelahan tiba-tiba, ketidaksadaran, kebingungan dan kehilangan ingatan sesaat

Banyak dari gejala-gejala ini dialami oleh pasien stroke. Selalu hubungi gawat darurat jika Anda mencurigai Anda atau orang terdekat Anda telah mengalami serangan iskemik sesaat ataupun stroke.

Hipertensi  atau tekanan darah tinggi adalah penyebab paling umum dari stroke mini. Hipertensi juga merupakan penyebab utama stroke, sehingga serangan iskemik sesaat sering merupakan suatu peringatan akan adanya stroke sebenarnya.

Penting untuk mengontrol tekanan darah Anda segera untuk mencegah serangan iskemik transien pada masa depan dan stroke.

Penyebab umum lainnya dan faktor risiko antara lain, pembekuan darah, perusakan pembuluh darah,  pembuluh darah sempit di sekitar otak, diabetes, kolesterol tinggi dan keturunan

Menurut AHA, orang berusia 65 tahun dan lebih tua berada pada risiko yang lebih tinggi dari kematian akibat stroke setelah mengalami serangan iskemik sesaat.

Kondisi serangan iskemik sesaat harus mendapatkan bantuan medis darurat.

Dokter akan menjalankan tes untuk mengonfirmasi apakah Anda mengalami serangan iskemik sesaat. Scan computed tomography dan magnetic resonance imaging    dapat memberikan petunjuk tentang apa yang menyebabkan serangan iskemik sesaat dengan benar.

Sebagai contoh, bisa saja disebabkan oleh arteri yang tersumbat di jantung atau gumpalan darah di leher.

Jika dokter Anda mencurigai adanya masalah dengan jantung Anda, ia dapat memerintahkan untuk melakukan tes echocardiogram untuk mendapatkan gambar yang lebih baik dari daerah yang dicurigai.

Penting untuk mempelajari penyebab serangan iskemik sesaat sehingga Anda dan dokter Anda dapat bekerja untuk mencegah serangan iskemik sesaat dan stroke di masa depan.

Setelah Anda dievaluasi di ruang gawat darurat, Anda perlu mengunjungi dokter utama Anda untuk merencanakan pengobatan. Anda mungkin akan dirujuk ke dokter spesialis, namun hal ini tergantung pada penyebab pasti dari mini stroke Anda.

Kondisi serangan iskemik sesaat umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak permanen. Namun, pasien tidak boleh meremehkan serangan iskemik sesaat.

Serangan iskemik sesaat sering menunjukkan masalah kesehatan yang mendasarinya yang dapat menyebabkan stroke nyata di masa depan.

Lebih dari sepuluh persen pasien TIA juga memiliki stroke dalam jangka waktu tiga bulan.

Penting untuk merawat stroke mini dengan serius untuk mencegah kemungkinan penyakit yang mengancam jiwa.

Perawatan juga akan membantu untuk mencegah stroke di masa depan. Rencana pencegahan umum meliputi, pengobatan untuk mengontrol tekanan darah tinggi, obat kolesterol

Begitu juga dengan kontrol gula darah pada pasien diabetes, aspirin untuk mencegah pembekuan darah atau operasi untuk arteri yang tersumbat pada leher

Jika dokter meresepkan obat, Anda mungkin perlu menggunakannya untuk jangka waktu yang panjang untuk mencegah stroke.

Pemeriksaan tindak lanjut ke dokter secara rutin juga diperlukan untuk memantau kondisi Anda. Perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang sehat dan olahraga, juga dapat melengkapi rencana pengobatan dan pencegahan stroke.

Komentar