Mengalahkan Penyakit “Dosa Lelaki”

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 4 Juli 2015 | 18:05 WIB

Dibaca: 0 kali

Prostat. Sering orang mengejeknya dengan “penyakit dosa lelaki.” Ya, karena penyakit itu hanya dipunyai oleh lelaki.

Terlepas dari guyon “penyakit dosa lelaki,” prostat sebagai bagian dari penyakit milik kaum hawa harus dikalahkan lewat asupan.

Masalah pada kelenjar prostat telah menjadi masalah umum pada pria belakangan ini.

Untungnya, masalah ini masih bisa dibantu dengan pengobatan alami melalui diet sehat.

Penyebab dari masalah yang disebut prostatitis ini, kebanyakan disebabkan karena infeksi yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan prostat.

Gejalanya bisa berupa keinginan untuk buang air kecil bahkan setelah pipis, rasa sakit saat pipis, nyeri ejakulasi, hingga nyeri punggung.

Gejala tersebut mungkin mirip dengan gejala kanker prostat. Namun jangan khawatir bila dokter mengatakan Anda hanya mengalami masalah infeksi prostat.

Lantas, memang ada asupan yang bisa mengalahkannya?

Laman situs “askmen,” Sabtu, 04 Juli 2015, menulia prostat yang menjadi momok menyeramkan bagi pria itu bisa dikalahkan dengan makanan kaya antioksidan.

Makanan ini pasti dapat membantu untuk mencegah pertumbuhan sel kankernya

Sebut saja tomat. Kandungan lycopene pada tomat telah banyak diteliti memiliki sifat anti kanker.

Ini juga termasuk meningkatkan aktivitas antioksidan, menginduksi kematian sel kanker, menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker, serta meningkatkan produksi enzim yang melindungi sel-sel kanker, termasuk prostat.

Selain itu brokoli dan sayuran lainnya mengandung senyawa yang dikenal sebagai glucosinolates, yang dianggap bertanggung jawab atas efek tumor.

Dalam sehari, setidaknya Anda makan tiga sampai empat porsi brokoli yang dikukus untuk mendapatkan manfaat gizi lengkap.

Bisa juga buah delima yang mengandung berbagai senyawa seperti fenolat catechin, flavonoid, dan antosianin untuk melawan penyakit.

Ada pula bukti yang menunjukkan bahwa jus delima bisa memperlambat perkembangan kanker prostat.

Lainnya lagi teh hijau yang punya banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya juga dapat mencegah kanker prostat, karena memiliki zat katekin yang mengandung senyawa antioksidan yang membunuh sel kanker.

Dan jangan abaikan wortel. Minuman ini dapat membantu melawan prostatitis seperti kemampuannya dalam menangkal kanker prostat. Minum jus wortel setiap hari baik untuk kesehatan prostat. Ini juga menjadi penyembuh untuk mgejala urin dari prostatitis.

Bahkan kunyiy juga bisa sebagai alternative. Zat antiperadangan yang kuat dalam kunyit membantu dalam mengatasi prostatitis.

Salah satu rempah ini juga membantu melawan kanker prostat dan mengurangi risikonya. Anda bisa meminum air rebusan atau jamu kunyit dengan menambahkan madu untuk memperkaya rasa dari obat alami ini.

Siapa pun tak bisa membantah bahwa prostat sangat potensial menjadi tempat terjadinya kanker.

Kelenjar prostat berfungsi untuk mensekresi cairan yang berkontribusi pada penambahan volume air mani dan memelihara sperma dalam cairan tersebut. Dengan bertambahnya usia, kelenjar, yang terletak di antara kandung kemih dan uretra, membesar.

Uretra adalah saluran urin yang terhubung ke kandung kemih. Jika kelenjar prostat tumbuh lebih besar ini dapat menekan uretra dan menyebabkan gangguan pada aliran urin.

Namun, ada kasus di mana pembesaran prostat tidak obstruktif, yang tidak berbahaya dan tidak terlalu memerlukan pengobatan.

Prostat mulai tumbuh lebih besar setelah usia empat puluhan tahun sampai usia enam puluhan.

Kondisi ini sangat jarang terjadi pada laki-laki yang lebih muda. Ada banyak teori tentang penyebab pembesaran prostat, tetapi perubahan hormonal yang berkaitan dengan usia dipahami sebagai penyebab utamanya.

Gejala pembesaran prostat adalah dapat berubah, dan ada kalanya pasien memiliki pembesaran prostat tetapi asimtomatik atau gejala penyakit yang tidak disadari.

Pada mereka yang memiliki gejala yang disebutkan di bawah ini, tentu perlu segera waspada.

Seperti dilansir Healthmeup, gejala tersebut seperti, kesulitan dalam buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air kecil, retensi urin atau ketidakmampuan untuk buang air kecil, infeksi saluran kemih, darah dalam urin.

Komentar