Mencari Waktu Terbaik untuk Memulai Diet

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 November 2018 | 10:07 WIB

Dibaca: 1 kali

Setiap jenis diet akan fokus mengurangi sesuatu dan membuat kita fokus pada hal spesifik.
Entah itu karbohidrat, lemak, atau mungkin gula. Hal itu dimaksutkan untuk memudahkan marketing dari metode diet.
Namun, sebagai konsumen kita mungkin bertanya-tanya metode diet manakah yang paling efektif mengurangi kalori? Tim ilmuwan dari Harvard melihat efektivitas dari beberapa jenis diet yang saat ini sedang populer. Secara speisifik mereka memberi judul penelitiannya:
“Efek diet rendah karbohidrat terhadap pengeluaran energi selama program penurunan berat badan: uji acak”.
Hasilnya, orang-orang yang ingin menurunkan berat badannya lalu mencoba diet rendah lemak-tinggi karbohidrat membakar lebih sedikit kalori daripada mereka yang menggantikan asupan karbohidrat dengan lemak.
Studi ini menemukan bahwa setiap kalori tidak lah sama. Temuan ini bisa mengeliminasi efektivitas penghitungan kalori sebagai cara pasti mengetahui potensi penurunan berat badan.

Diet erat kaitannya dengan upaya memotong porsi makan untuk menurunkan berat badan. Cap diet juga lebih banyak melekat pada orang-orang yang gemuk atau bahkan obesitas.

Itu sebabnya banyak orang yang beranggapan diet hanya perlu dilakukan oleh orang-orang yang ingin kurus. Apa benar diet hanya ditujukan untuk orang yang bermasalah dengan berat badan saja?

Sebenarnya cara diet yang sehat itu seperti apa?

Diet adalah serapan kata dari bahasa Inggris yang secara harfiah berarti “makanan yang biasa dimakan”. Ditelisik lebih jauh lagi, sebenarnya kata “diet” berakar dari bahasa Yunani Kuno yang artinya “cara hidup”.

Oleh karena itu, arti diet yang sebenarnya adalah kebiasaan makan yang menjadi gaya hidup Anda. Maka, apabila kebiasaan makan Anda penuh dengan makanan berlemak, bisa dibilang Anda menjalani diet berlemak. Jika Anda terbiasa makan makanan manis, Anda menjalani diet tinggi gula. Begitu seterusnya.

Barulah dalam beberapa dekade belakangan, istilah “diet” lebih populer diartikan sebagai cara atau metode membatasi porsi makanan dan memilih sumber makanan untuk mencapai tujuan tertentu — umumnya untuk menurunkan berat badan.

Istilah diet zaman sekarang juga bisa diartikan sebagai rencana penyesuaian pola makan, termasuk rekomendasi dan pantangan menu, untuk mengelola kondisi kesehatan tertentu.

Misalnya diet Mediterania untuk penyakit jantung dan diet DASH untuk mengendalikan kolesterol dan hipertensi.

Sederhananya, diet bukan semata hanya dijalani untuk menurunkan berat badan. Pengaturan pola makan memiliki banyak tujuan berbeda, tergantung dari masing-masing individu.

Satu yang pasti: diet yang sehat adalah kebiasaan makan makanan bergizi seimbang.

Setelah kita meluruskan apa arti diet sebenarnya, bisa disimpulkan bahwa setiap orang dari segala kalangan dan rentang usia boleh melakukan diet — laki-laki, perempuan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus yang menetapkan waktu terbaik untuk Anda mulai diet. Kenapa? Karena diet pada dasarnya adalah kebiasaan makan yang menjadi gaya hidup.

Maka, Anda bisa mulai mengubah kebiasaan makan Anda menjadi lebih baik, bahkan mulai dari detik ini, dengan memilih makanan bernutrisi tinggi untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh Anda seterusnya. Oleh karena itu, Anda bisa kapan saja memutuskan untuk menjalani diet.

Pola makan yang sehat dan seimbang membantu setiap organ tubuh bekerja lebih efektif. Jika nutrisi dalam tubuh tidak bisa tercukupi dengan baik, Anda akan lebih rentan terhadap serangan penyakit, infeksi, kelelahan, bahkan daya tahan tubuh juga akan semakin menurun.

Lagi-lagi ditekankan bahwa diet adalah gaya hidup untuk mengubah pola makan yang lebih sehat. Tidak ada aturan yang melarang orang sehat tidak boleh diet.

Orang yang sehat, bugar, dan memiliki berat badan ideal pun sah-sah saja untuk berdiet, asalkan diet yang sehat dengan gizi seimbang untuk mempertahankan kesehatan tubuhnya.

Tidak hanya terbatas untuk orang sehat saja. Orang yang sedang sakit, ingin menurunkan atau menambah berat badan, ataupun dengan tujuan lain demi menunjang kesehatan juga boleh melakukan diet.

Tentunya dengan aturan-aturan tertentu sesuai dengan saran dari ahli gizi Anda.

Demi menunjang keberhasilan diet sehat Anda, tentu dibutuhkan beberapa perubahan. Baik pada pola makan, porsi makan, maupun jenis makanan.

Dikutip dari laman Healthline, jenis makanan yang bisa mendukung diet sehat di antaranya adalah sayur, buah, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, susu rendah lemak, plain yogurt, dan pati.

Sementara jenis makanan yang tidak terlalu dianjurkan dan harus Anda batasi konsumsinya misalnya produk berbahan dasar gula, seperti makanan tinggi gula serta minuman manis; sumber lemak trans seperti daging berlemak, susu full cream, gorengan, fast food, margarin; lemak jenuh seperti keju, es krim, santan, mentega, margarin, dan lain sebagainya.

Komentar