Melawan Pikun dengan Cara Sederhana

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Juni 2015 | 15:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Adagium baku untuk manula sama dengan pikun. Betulkah?

Paling tidak itu yang dilekatkan sebagai label usia “tua.”

Menurut para ahli secara alamiah memang begitu. Tapi demensia, sebenarnya, bisa dikendalikan
Memang ada faktor yang tidak dapat dikendalikan. Contohnya usia dan jenis kelamin.

Sedangkan faktor yang dapat dikendalikan oleh penderita antara lain tekanan darah, stres, juga kadar gula dalam darah.

Penyakit-penyakit seperti kolesterol maupun hipertensi bisa memicu demensia pada penduduk usia lanjut. Tekanan darah yang tinggi bisa meningkatkan risiko demensia dua kali lipat.

Masalah penuaan tidak bisa baru dilakukan saat usia seseorang berada di rentang usia pertengahan, melainkan harus sejak lahir.

Seorang ibu perokok akan berpeluang besar melahirkan anak yang kurang cerdas. Nantinya saat tua, si anak akan menjadi orangtua yang mengidap demensia.

Oleh karena itu disarankan agar siapapun, khususnya lansia, supaya tetap menjaga kesehatan tubuh dan otak agar terhindar dari kepikunan.

Selain dengan pola makam dan olahraga teratur, serta aktivitas sosial yang dilakukan para lansia dapat membantu mengurangi penurunan fungsi otak.

Kalau kita mau memaksimalkan fungsi otak, harus maksimalkan semuanya baik olahraga, makan, dan aktivitas sosial.

Lerempuan ternyata lebih rentan terserang demensia yang ditandai dengan kepikunan.

Hal itu disebabkan karena usia harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Makin lanjut usia makin tinggi resiko demensia.

Selain itu kadar hormon estrogen juga berpengaruh terhadap tingkat risiko terserang demensia.
Pada pria hormon estrogen ada dalam tubuh dalam jumlah sedikit namun konstan. Sedangkan pada perempuan, setelah menopause kadar estrogen langsung menurun drastis.

Salah satu pengobatan baru yang paling menjanjikan untuk penyakit Alzheimer atau dikenal dengan sebutan pikun ada di dapur Anda.

Bahan alami yang ditemukan di dalam rempah-rempah bernama kunyit ini telah digunakan oleh banyak orang Asia selama berabad-abad.Sebuah studi baru menunjukkan kunyit berkhasiat mengobati penyakit otak, salah satunya pikun.

“Kunyit telah menunjukkan kemampuan untuk memasuki otak, mengikat dan menghancurkan plak beta-amyloid yang ada di penyakit Alzheimer, dengan mengurangi racun,” kata Wellington Pham, Professor dari Universitas Vanderbilt Medical Center seperti dilansir Science Daily

Pengumpulan dan penimbunan protein yang dikenal sebagai beta-amyloid, mendorong hilangnya neuron yang tidak dapat diubah pada penyakit Alzheimer.

Mengembangkan molekul kecil untuk membuat penimbunan dan melakukan pembongkaran sangat penting, tetapi kemampuan molekul-molekul kecil melintasi penghalang darah otak menjadi faktor yang membatasi untuk pengiriman obat masuk ke dalam otak.

Pham dan rekan-rekannya di Universitas Shiga Ilmu Kedokteran di Otsu, Jepang, mengembangkan strategi baru untuk memberikan molekul mirip dengan kunyit agar lebih efektif menuju otak. “Salah satu kesulitan dalam pengobatan penyakit pikun adalah bagaimana memberikan obat di penghalang darah otak,” kata Pham.

Tubuh kita telah merancang penghalang itu untuk melindungi otak dari setiap molekul beracun yang dapat melintas ke otak dan membahayakan neuron.Tapi penghalang itu merupakan penghalang alami untuk molekul yang dirancang untuk pengobatan modifikasi penyakit.

Untuk mengatasi masalah pemberian obat melalui infus, peneliti memutuskan untuk mengembangkan alat penyemprot guna menghasilkan aerosol kunyit.

Para peneliti Jepang mengembangkan suatu molekul mirip dengan kunyit, FMeC1, yang digunakan dalam penelitian ini.

“Kunyit adalah struktur kimia yang sangat sederhana, sehingga tidak mahal untuk menghasilkan konektor analog, “kata Pham.

Komentar