Mari Mengenal Apa Itu Anoreksia Nervosa

Penulis: Darmansyah

Rabu, 21 November 2018 | 10:03 WIB

Dibaca: 1 kali

Apakah Anda tahu tentang anoreksia nervosa atau anoreksia

Ya, anoreksia adalah kelainan pola makan yang membuat seseorang mengalami kelaparan atau tindakan menurunkan berat badan secara berlebihan.

Penurunan berat badan secara ekstrem pada orang dengan anoreksia nervosa dapat mengakibatkan masalah kesehatan hingga dampak yang paling parah adalah  kematian.

Orang dengan penyakit anoreksia nervosa atau anorexia sering kali merasa lapar tetapi tetap menolak untuk makan.

Mereka memiliki ketakutan yang berlebihan akan menjadi gemuk dan merasa diri mereka gemuk walaupun sebenarnya mereka masih dalam kategori ‘normal’.

Orang-orang dengan penyakit anoreksia akan berusaha untuk memperbaiki ‘kekurangan’ yang dirasakannya tersebut dengan membatasi asupan makanan secara ketat dan berolahraga secara berlebihan untuk menurunkan berat badannya.

Guna menjaga bentuk tubuh tetap kurus, orang dengan anoreksia akan sangat membatasi porsi makannya seminimal mungkin atau menggunakan obatan-obatan penekan nafsu makan hingga obat pencahar.

Ketakutan akan berat badan yang terus bertambah akan terus menghantui orang dengan anoreksia meski berat badannya sudah banyak berkurang.

Gangguan pola makan seperti anoreksia lebih banyak ditemukan pada kaum wanita daripada pria. Risiko untuk timbulnya gangguan makan ini lebih besar pada pemain film, model, penari, dan atlet di mana penampilan atau berat badan adalah sesuatu yang sangat penting.

Orang dengan anoreksia cenderung memiliki prestasi yang sangat tinggi, baik di sekolah, olahraga, pekerjaan, maupun aktivitas lain. Mereka cenderung perfeksionis dengan gejala obsesif, cemas, atau depresi. Anoreksia nervosa biasanya mulai muncul pada masa puber, tetapi bisa juga pada golongan usia lain.

Hingga kini, penyebab pasti anoreksia belum diketahui. Akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa kombinasi tipe kepribadian, emosi, dan pola pikir tertentu, serta faktor biologis dan lingkungan berpengaruh pada gangguan ini.

Orang dengan anoreksia sering kali menggunakan makanan dan pola makan sebagai cara untuk meraih sensasi kendali diri ketika dirinya merasa tertekan dengan kehidupannya.

Perasaan tidak mampu, rendah diri, cemas, marah, atau kesepian juga dapat berpengaruh pada timbulnya kelainan ini.

Perlu diketahui, orang dengan anoreksia mungkin memiliki masalah percintaan atau pernah diejek karena bentuk tubuh atau berat badannya. Pendapat dari teman dan masyarakat bahwa kekurusan dan penampilan fisik dikaitkan dengan kecantikan juga bisa berdampak pada anoreksia.

Sedangkan, perubahan hormon mengatur cara tubuh dan pikiran dalam mengandalikan suasana hati, nafsu makan, pola pikir, dan ingatan, sehingga dapat menyebabkan gangguan makan.

Bahkan, ditemukan fakta bahwa anoreksia cenderung bisa diturunkan karena adanya faktor genetik.

Gejala anoreksia biasanya meliputi gejala emosional dan fisik. Berikut adalah beberapa gejala yang bisa dikenali, antara lain  penurunan berat badan secara cepat dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan.

Selain itu melanjutkan diet atau tetap membatasi makan walaupun badan sudah kurus atau berat badan sudah sangat rendah.

Dan memiliki ketertarikan berlebihan terhadap makanan, kalori, nutrisi, atau memasak. Dan ada sederet lainnya

Perawatan gawat darurat mungkin diperlukan pada kejadian dehidrasi, malnutrisi, gagal ginjal, atau gangguan irama jantung yang dapat mengancam nyawa.

Meski begitu, pengobatan anoreksia sulit karena sebagian besar penderitanya mengelak bahwa dirinya menderita kelainan ini.

Sebagaimana gangguan makan lainnya, anoreksia memerlukan rencana terapi komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan penderitanya.

Tujuan terapinya adalah mengembalikan penderita ke barat badannya yang ideal, mengatasi masalah emosional seperti rendah diri, memperbaiki pola pikir, dan menciptakan perubahan perilaku yang bersifat jangka panjang

Anoreksia akan memburuk jika tidak segera diatasi. Semakin cepat didiagnosis dan diobati, semakin baik hasilnya. Meskipun dapat diobati, anoreksia memiliki risiko tinggi untuk berulang kembali.

Penyembuhan dari anoreksia biasanya memerlukan pemantauan jangka panjang dan komitmen yang kuat dari penderitanya.

Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat dapat membantu penderita agar mau menjalani pengobatan hingga tuntas.

Perlu diketahui, tidak semua kasus anoreksia bisa dicegah, oleh karena itu penanganan dengan terapi harus dilakukan sedini mungkin.

Selain itu, mengajarkan dan mendorong pola makan yang sehat dan sikap yang realistis terhadap makanan dan bentuk tubuh juga membantu untuk mencegah timbulnya gangguan makan atau menghindari semakin memburuknya anoreksia yang diderita.

Komentar