“Manula” Itu Identik “Darah Tinggi”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 20 Desember 2013 | 14:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Situs “foxbews.com,” Kamis, 219 Desember 2013, di rubrik kesehatannya menuliskan bagaimana tekanan darah “manula” terus merambat dari ukuran normalnya, 120 per 90, menjadi 140 per 90 atau 150 per 90.

Menurut “foxnews.com,” kenaikan tekanan darah bersamaan dengan bertambahnya usia, terutama pada orang diatas enam puluhan, adalah hal yang biasa sepanjang dijaga iramanya agar tetap tidak melonjak-lonjak atau merosot tiba-tiba.

Kondisi fisik orang di usia lanjut berbeda dengan kondisi saat masih muda. Merilis panel yang beranggotakan kardiolog di Amerika Serikat, “foxnews.com,” mengingatkan ambang batas tekanan darah pada orang berusia di atas 60 tahun, bisa lebih tinggi dari 140/90.

Dengan hasil ini, lansia dengan tekanan darah tinggi bisa dirawat dengan lebih mudah. Mereka cukup mengonsumsi obat penurun darah untuk mengontrol tensinya. Anggota panel bahkan menyarankan peresepan obat, bila tekanan darah lansia lebih dari 150/90.

Panduan panel terbaru ini didasarkan pada tinjauan detail terhadap riset yang dilakukan sejak akhir 2003. Pada riset ini, subjek secara acak diresepkan obat atau tiruan pil.

Hasil tinjauan menunjukkan, pasien lansia bisa menghindari masalah seperti serangan jantung, stroke, dan ginjal walaupun tekanan darahnya tinggi, atau lebih dari 140/90.

Menurut anggota panel, peneliti, dan spesialis dokter keluarga dari University of Iowa, Paul James, pasien yang lebih tua sebetulnya bisa mengurangi dosis obat dan mencapai target tekanan darah yang ditetapkan.

Apalagi beberapa pasien lansia sudah mengonsumsi obat untuk penyakit lain. Interaksi obat lain dan penurun tekanan darah dikhawatirkan berdampak buruk pada kesehatan lansia, misalnya mengakibatkan pusing hingga pingsan.

Namun hasil tinjauan ini mendapat penolakan berbagai pihak, agen federal hingga asosiasi jantung di Amerika. Menurut mereka, studi yang menjadi dasar riset, tidak dilaksanakan dalam waktu lama untuk mengetahui risiko tekanan darah tinggi.

Terutama hipertensi pada lansia yang tidak dirawat sebagaimana mestinya. Presiden asosiasi jantung, Elliot Antman, lebih merekomendasikan panduan pemerintah yang dibuat pada 2003. Panduan ini menyebutkan untuk memberikan obat penurun tekanan darah pada lansia dengan tensi lebih dari 140/90.

Sementara itu kardiolog dari Cleveland Clinic, Curtis Rimmerman mengatakan, panduan baru tersebut sangat penting. Rimmerman juga menyebut angka prevalensi tekanan darah tinggi yang tinggi, mencapai 1 dari 3 orang di Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan tekanan darah tinggi diderita sekitar 68 juta lansia.

Meski begitu, panduan tersebut tidak perlu diaplikasikan terburu-buru. Apalagi Rimmerman memperkirakan banyak orangtua yang ingin menurunkan tekanan darahnya serendah mungkin, terutama yang sebelumnya terserang stroke atau jantung.

Menurut anggota panel, panduan tersebut sebetulnya hanya rekomendasi. Bagaimanapun, dokter harus membuat keputusan perlakuan berdasarkan kondisi per individu. Para ahli menggarisbawahi, setiap orang bisa memiliki tekanan darah ideal dengan pola makan yang sehat, rutin latihan, dan pengawasan berat badan.

Masih menurut “foxnews.com, banyak di antara “manula” yang tekanan darahnya bertahan di posisi 120 per 90. Ini, selain disebabkan faktor genetik juga kemampuan memelihara irama kehidupan dikaitkan dengan perilaku hidup sehat.

“Manula” dengan tekanan darah normal, seperti “orang-orang muda,” memiliki perilaku yang sangat seimbang. Selain menjaga pikirannya tetap positif dengan emosi yang stabil, juga diikuti dengan pilihan makanan sesuai dengan usia dan menjaga kebugaran dengan berolahraga.

Bagi mereka yang mendekati “manula,” situs terkenal itu menganjurkan untuk “banting stir” terhadap kebiasaan lama. “Jangan ambisius, jangan royal makanan, jangan malas-malasan dan jangan pernah ingin menaklukkan dunia lagi,” tulisnya dengan setengah “joke.”

Komentar