Manfaat Kesehatan dari Tidur Telanjang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 Februari 2018 | 09:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Tidur telanjang?

Ya, kenapa tidak!

Tidur telanjang ternyata memiliki banyak manfaat. Tapi tak banyak yang melakukannya karena risih.

Dari survei tahun enam tahun lalu–terungkap hanya delapan persen orang tidur telanjang. Sisanya, lebih memilih pakaian pendek, atau piyama tidur.

Padahal ada beberapa sisi positif tidur telanjang untuk kesehatan kita.

Dan ada banyak manfaat tidur telanjang bagi kesehatan tubuh — yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya.

Tidur telanjang bisa  menurunkan suhu tubuh di malam hari  dan akan membantu mempercepat produksi hormon tidur nyenyak  sambil sementara menurunkan tingkat kortisol  dalam tubuh.

Dan begitu menjelang pagi, suhu tubuh dan kortisol akan kembali naik lagi untuk mempersiapkan diri Anda dengan lonjakan energi begitu bangun pagi.

Meski demikian, proses ini bisa terganggu oleh peningkatan panas tubuh akibat memakai berlapis-lapis kain saat tidur — mulai dari pakaian dalam, celana pendek atau panjang, hingga baju tidur dan selimut.

Ekstra panas yang memerangkap tubuh dapat membuat Anda mudah kegerahan, yang bikin tidur tidak nyenyak.

Selain itu, lingkungan tidur yang terlalu hangat dan lembap dapat mencegah penurunan suhu tubuh yang diperlukan untuk tidur nyenyak.

Selain itu, suhu tubuh yang terlalu tinggi selama tidur juga akan mengganggu produksi hormon anti-penuaan yang bekerja memperbaiki setiap kerusakan dalam tubuh.

Dengan memperbaiki sel-sel Anda, hormon ini membantu untuk memuluskan luka, bintik-bintik, dan bahkan keriput di kulit.

Ketika kita tidur dalam kegelapan total, melatonin dilepaskan dan memicu pendinginan suhu inti tubuh.

Sementara suhu tubuh menurun, hormon “awet muda” dilepaskan dan memamerkan keajaiban regeneratifnya. Jika Anda tidur menggunakan pakaian tidur lengkap, tentu proses ini akan sedikit terhambat oleh kehadiran panas tambahan yang menyelimuti tubuh Anda.

Tubuh yang kepanasan selama tidur membuat hormon stres kortisol tetap tinggi. Kadar tinggi kortisol melemahkan sistem imun tubuh, meningkatkan tekanan darah dan kolesterol, menambah nafsu makan, menurunkan libido, dan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.

Nyatanya, tidur itu sendiri telah dinobatkan sebagai obat mujarab dari banyak kondisi karena tidur mendorong pelepasan hormon pertumbuhan. Dalam sebuah studi terbitan jurnal Sleep, hormon pertumbuhan yang dilepaskan saat tidur malam nyenyak dapat meningkatkan performa olahraga dan menurunkan tekanan darah

Para peneliti di Warwick University menemukan bahwa kurang tidur (kurang dari enam jam semalam) terkait dengan peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung hingga tiga kali lipat.

Mengenakan celana dalam atau celana piyama mendorong peningkatan produksi keringat di selangkangan sehingga memicu pertumbuhan jamur penyebab infeksi.

Dengan tidur telanjang Anda membiarkan area intim Anda bernapas lega dan tetap kering untuk mencegah keringat berlebih — terutama di musim panas dan kemarau.

Pada umumnya, area vagina dan sekitarnya tidak perlu untuk dikekang ketika tidur. Begitu ungkap dr. Alyssa Dweck, dokter kandungan asal New York sekaligus asisten profesor OB/GYN di Mount Sinai School of Medicine.

Sesekali “mengangin-anginkan” vagina, terutama saat tidur, adalah hal yang baik untuk dilakukan khususnya bagi wanita yang rentan mengalami iritasi, infeksi, dan gatal-gatal pada vagina.

Alasan mengapa Dweck merekomendasikan perempuan untuk tidur telanjang adalah karena jamur, ragi, dan bakteri berkembang biak di tempat yang gelap, hangat, dan lembap.

Ketika area intim Anda sdah ditutup sepanjang hari oleh lapisan pakaian, ini dapat menyebabkan penumpukan kelembapan di area selangkangan — menyediakan lahan hunian yang ideal bagi organisme jahat untuk berduplikasi.

Menurut sebuah studi baru oleh National Institute of Child Health and Human Development, Maryland, and Stanford University, pria yang tidur mengenakan celana dalam atau boxer berisiko mengalami kerusakan DNA sperma yang bisa membahayakan peluang Anda memiliki anak.

Peningkatan suhu tubuh juga sekaligus meningkatkan suhu di testis, yang menyebabkan penurunan kualitas sperma. Masih dari penelitian yang sama, tidur telanjang di malam hari diketahui dapat meningkatkan kualitas sperma hingga 25 persen.

Selain itu, sesekali “mengangin-anginkan” penis, terutama saat tidur, adalah hal yang baik untuk dilakukan untuk mencegah  iritasi, infeksi jamur, dan gatal-gatal pada kulit penis.

Orang-orang yang tidur telanjang dilaporkan memiliki seks yang lebih baik, menurut sebuah survei dari seribu orang Inggris.

Survei tersebut menemukan bahwa tidur telanjang terkait dengan peningkatan kepuasan seksual antar pasangan dibandingkan mereka yang tidur mengenakan baju lengkap.

Manfaat tidur telanjang yang satu ini mungkin datang dari reaksi pelepasan hormon “mood baik” oksitosin saat kontak antar kulit selama tidur

Hormon oksitosin melawan stres dan depresi dengan memerangi efek berbahaya dari kortisol dan mengurangi tekanan darah. Akibatnya, Anda merasa lebih bahagia, lebih dekat secara emosional dan fisik dengan pasangan Anda, dan lebih bergairah untuk berhubungan seks.

Tidur telanjang akan memberikan temperatur lebih sejuk. Hal ini terbukti merendahkan gula darah yang menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Selain itu, tidur tempat yang sejuk juga mendorong tubuh untuk melakukan metabolisme dan mengubah lemak jahat, serta meningkatkan jenis lemak baik atau disebut brown fat, yang berperan mengatur suhu dan sensitivitas insulin lebih baik.

Saat kita tidur nyenyak, tubuh menghasilkan melatonin dan hormon pertumbuhan. Kedua hormon tersebut berperan sebagai  anti penuaan dalam tubuh.

Nah, karena tidur telanjang dapat membuat terlelap lebih nyenyak, tak ada salah mencoba untuk mencegah penuaan dini. Selain itu, tidur telanjang juga mendorong kulit lebih sehat.

Sentuhan antar kulit seseorang sangat penting karena dapat meningkatkan jumlah oksitosin yang dihasilkan tubuh.

Oksitosin merupakan hormon kuat untuk meningkatkan ikatan dan perasaan terhubung satu sama lain. Ditambah, hubungan seksual pun jauh lebih fleksibel saat tak ada sehelai kain di tubuh.

Saat tidur telanjang, kita akan mendapatlan kelembaban dan kehangatan alami hingga aliran udara yang tak terhalang.

Semua itu disebut dapat mengurangi pertumbuhan jamur dan bakteri yang tidak diinginkan. Belum lagi produksi sperma akan lebih sehat saat di udara sejuk.

Selama ini kita cenderung menyembunyikan tubuh kita dari diri sendiri. Padahal, semakin mengakui tubuh sendiri, kita akan semakin bisa menerimanya apa adanya dan menambah kepercayaan diri.

Komentar