Manfaat dari Rajin Berdiri Itu Banyak Lho

Penulis: Darmansyah

Selasa, 20 Februari 2018 | 12:07 WIB

Dibaca: 1 kali

Banyak orang yang menganggap berdiri sebagai hal yang kurang menyenangkan untuk dilakukan.

Sebagai contoh, saat naik kendaraan umum, kebanyakan orang akan tidak senang jika harus berdiri hingga sampai ke tempat tujuan.

Mereka lebih suka untuk duduk santai menikmati perjalanan alih-alih merasakan pegal-pegal di kaki karena berdiri terlalu lama.

Tak disangka, anggapan kurang menyenangkan dari berdiri ini dipatahkan oleh hasil penelitian yang dilakukan di Inggris.

Dengan berdiri saja, ternyata kita bisa mendapatkan manfaat luar biasa bagi kesehatan lho.

Dilansir dari doktersehat, dalam penelitian yang melibatkan delapan ratus peserta ini, disebutkan bahwa para partisipan yang rajin berrdiri setidaknya dua jam dalam sehari mampu menurunkan kadar gula darah, lemak, hingga kolesterol dalam tubuhnya.

Penurunan kadar gula darah mencapai dua persen dan kadar trigliserida bisa menurun hingga sebelas persen.

Bahkan, kerap berdiri ternyata bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dengan signifikan.

Sudah menjadi rahasia umum jika kerap duduk dalam waktu yang lama bisa memicu datangnya penyakit mengingat kegiatan ini bisa meningkatkan kadar gula darah dan lemak.

Bahkan, banyak orang yang sampai mengalami masalah obesitas hanya gara-gara kerap bekerja sambil duduk sepanjang hari.

Melihat adanya fakta ini, tak perlu mengeluh jika kita harus berdiri untuk beberapa saat, seperti di tengah-tengah angkutan umum atau saat melakukan pekerjaan rumah tangga.

Kita juga sebaiknya sering-sering menggerakkan badan baik itu berupa berjalan kaki atau melakukan aktifitas lainnya agar tubuh bisa tetap bugar, sehat, dan tidak mudah jatuh sakit meskipun pekerjaan kita menuntut kita untuk duduk dalam waktu yang lama.

Sebuah studi yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa lebih banyak berdiri akan jauh lebih sehat ketimbang menghabiskan waktu dengan duduk seharian.

Studi melibatkan ratusan responden, dan dari pemeriksaan diketahui kalau berdiri bisa meningkatkan kestabilan gula darah, mengurangi lemak dan kolesterol jahat secara signifikan.

Dijelaskan dalam laman  www.womenshelathmag.com, menyempatkan berdiri sekitar dua jam sehari akan mengurangi level gula darah sebanyak dua persen.

Bagaimana caranya agar bisa lebih banyak berdiri dan membuatnya sebagai kebiasaan sehat setiap hari?

Anda bisa mengubah posisi duduk jadi berdiri, selama beberapa waktu saat bekerja di kantor. Misalnya mengambil minum ke pantry sendiri.

Saat di rumah, Anda juga bisa mengerjakan tugas-tugas dengan berdiri. Misalnya saja menyetrika pakaian sambil berdiri, menyiapkan makanan di meja makan, atau membereskan barang-barang di rak.

Efek positif berdiri bagi kesehatan akan semakin bertambah bila Anda mengimbanginya dengan memperbanyak jalan kaki.

Sempatkan juga untuk melakukan latihan fisik setidaknya tiga puluh menit sehari. Dengan demikian, secara tidak sadar, Anda sudah memperbanyak durasi berdiri dibandingkan duduk dalam sehari.

Hasil studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh American Cancer Society.

Hasil pantauan kesehatan terhadap lebih dari seratus dua puluh tiga ribu orang selama lebih dari empat belas tahun menunjukkan, jumlah wanita yang meninggal selama kurun waktu penelitian, empat puluh persen lebih banyak pada grup yang duduk lebih dari enam jam sehari.

Penyebab kematian orang yang duduk lebih dari enam jam sehari, rata-rata terkena penyakit jantung, kegemukan, diabetes, dan depresi.

Penelitian tersebut juga menemukan semakin lama waktu duduk maka semakin meningkat risikonya terkena berbagai penyakit.

Studi lain yang diterbitkan dalam The American Journal of Epidemiology menemukan, duduk terlalu lama disebut hampir sama berbahayanya dengan merokok.

Karena itu, untuk mengurangi risiko akibat kurang gerak disarankan melakukan latihan ringan selama tiga puluh0 menit setiap harinya.

“Duduk itu baik jika dilakukan dalam waktu yang tidak berlebihan. Tapi jika berlebihan maka bisa menjadi berbahaya,” ujar Dr James Levine dalam Journal of Diabetes ketika memaparkan hasil penelitiannya.

Komentar