Manfaat dan Risiko Menjalani Diet Keto

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 November 2018 | 09:33 WIB

Dibaca: 1 kali

Pernah mendengar istilah diet ketogenik?

Diet yang juga sering disebut sebagai diet keto ini tergolong diet yang cukup ekstrem dan dipromosikan sebagai diet yang hanya membutuhkan waktu singkat.

Namun, apakah diet keto aman atau berbahaya?

Diet keto adalah diet yang menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Apabila konsumsi lemak normal adalah sekitar dua puluh hingga tiga puluh persen, diet ketogenik menganjurkan asupan lemak mencapai enam puluh hingga tujuh puluh persen.

Beberapa pihak yang mendukung metode ini mengatakan diet ketogenik dapat menurunkan berat badan dalam waktu singkat dan memberikan energi yang lebih.

Namun di sisi lain, pihak yang tidak setuju mengatakan bahwa metode ini merupakan cara yang tidak sehat untuk menurunkan berat badan.

Diet keto merupakan diet yang membatasi konsumsi karbohidrat secara ketat, dengan tujuan membuat tubuh jatuh dalam keadaan ketosis.

Dalam keadaan normal, ketosis terjadi saat seseorang tidak mengonsumsi karbo atau mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat.

Kekurangan karbohidrat membuat kadar glukosa turun dalam tubuh, sehingga tubuh mulai memecah lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi. Hal ini membuat hasil pemecahan lemak yang disebut keton menumpuk dalam tubuh.

Ketosis sebenarnya merupakan bentuk ringan dari ketoasidosis. Ketoasidosis biasanya menyerang penderita diabetes tipe 1, dan merupakan penyebab kematian utama pada penderita diabetes

Namun, terlepas dari fakta ini, beberapa ahli mengatakan bahwa keadaan ketosis tidaklah berbahaya. Beberapa penelitian bahkan mengatakan bahwa diet ketogenik dapat dikatakan aman bagi penderita obesitas atau orang yang kelebihan berat badan.

Diet keto pertama kali diperkenalkan oleh dr. Gianfranco Cappello, seorang profesor dari Universitas Sapienza di Italia.

Dalam penelitiannya, sebanyak lebih dari sembilan belas ribu peserta diet keto mengalami penurunan berat badan yang cepat dengan efek samping yang minimal.

Selain itu, kebanyakan peserta juga tidak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah satu tahun.

Menurut laporan penelitiannya, rata-rata peserta mengalami penurunan berat siklus diet ketogenik. Capello menyimpulkan bahwa metode diet ini merupakan cara yang baik untuk menurunkan berat badan pada penderita obesitas dengan efek samping seperti kelelahan yang minimal.

Rudy mawer, seorang ahli nutrisi dalam bidang olahraga, menambahkan bahwa terdapat banyak keuntungan dari metode ini.

Salah satunya adalah hasilnya yang cepat. Selain itu, diet ketogenik memiliki konsep yang sederhana yaitu dengan mengeliminasi satu golongan makanan  membuat semua orang mudah memahaminya.

Diet ini juga membuat seseorang merasa kenyang walau mengonsumsi makanan dengan kalori yang lebih sedikit.

Disisi lain, Bette Klein, seorang ahli nutrisi di Cleveland Clinic Children’s Hospital memanfaatkan metode ini untuk meringankan gejala epilepsi pada anak. Ia menyatakan bahwa diet ini efektif diterapkan pada anak yang tidak mempan diterapi dengan dua jenis obat anti-epilepsi.

Sekitar lima puluh persen anak yang menjalani diet ini mengalami penurunan frekuensi kejang. Akan tetapi, sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hal ini terjadi.

Lisa Cimperman, seorang ahli nutrisi dari Cleveland, kurang setuju terhadap diet jenis ini. Beliau menjelaskan bahwa berat yang berkurang saat seseorang menjalani diet ketogenik adalah berat air dalam tubuh.

Saat tubuh masuk ke dalam keadaan ketosis, seseorang akan segera kehilangan massa otot dan menjadi sangat kelelahan.

Singkatnya, pada fase ini, seseorang akan masuk ke dalam fase kelaparan. Dan saat seseorang berada pada fase kelaparan, maka orang tersebut cenderung akan lebih sulit kehilangan berat badan

Ahli nutrisi lain mengatakan bahwa diet ini harus dikontrol ketat oleh tenaga medis dan hanya boleh dilakukan dalam waktu yang singkat.

Menurutnya, metode ini hanya boleh dilakukan pada kasus yang ekstrem dan lebih banyak memberi kerugian daripada keuntungan apabila diterapkan pada populasi kebanyakan.

Diet ketogenik dapat merusak otot, termasuk otot jantung. Ia berpendapat bahwa masih banyak metode diet lain yang lebih menguntungkan.

Pada akhirnya, tidak ada cara yang instan untuk menurunkan berat badan secara sehat. Saat Anda menerapkan sebuah program diet tertentu, maka tanyakan tiga hal berikut:

Apakah metode tersebut baik untuk jangka panjang? Apakah metode tersebut melibatkan olahraga? Apakah metode tersebut baik untuk kesehatan Anda di masa mendatang?

Jika jawabannya tidak, maka Anda harus berhati-hati. Pada intinya, sayangilah tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan bernutrisi dan melakukan aktivitas fisik seperti berlari, jogging, atau bersepeda. Ingat, tidak ada yang instan dalam hal diet sehat.

Komentar