Mana Lebih Baik Mandi Pagi atau Malam

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Februari 2018 | 09:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Mandi. Mana yang lebih baik mandi pagi atau mandi malam.

Ada orang yang terbiasa mandi pada malam hari  Dan ada  pula sebaliknya, mandi pagi.

Sementara, para peneliti mengatakan, mandi pada malam hari memang berguna untuk mendinginkan tubuh dan membantu agar tidur lebih lelap.

Namun, bisa saja pandangan itu bukan merupakan pertimbangan bagi kita saat memilih waktu yang tepat untuk mandi, bukan?

Mana sebenarnya yang lebih baik?

Mungkin, kita akan melihat dan mempertimbangkan sejumlah faktor terkait kebiasaan mandi malam.

Mandi sebelum tidur ditambah piyama yang bersih adalah sebuah kebahagiaan.

Kita mandi malam dengan tujuan melunturkan segala kotoran selama seharian di luar rumah, hingga naik ke tempet tidur dalam keadaan bersih.

Kita harus berangkat pagi sekali di keesokan hari, sehingga mungkin tak akan sempat mandi.

Mandi malam memungkinkan kita berada di kamar mandi dalam waktu yang lama, rileks, dan menciptakan kemewahan tersendiri.

Bukti anekdotal mendukung fakta bahwa rasa dingin setelah mandi malam pun tak terlalu mengganggu. Mungkin karena kita bisa langsung membungkus badan dengan piyama hangat.

Selain itu, sering kali berdiri mandi di bawah pancuran pada pagi hari terasa lebih seperti uji ketahanan fisik.

Dengan mandi di malam hari, kita memiliki waktu yang lebih panjang untuk sarapan keesokan harinya.

Lalu, bagaimana dengan mandi di pagi hari?

Mereka yang menikmati mandi di malam hari, seperti yang kita lihat, memiliki sejumlah alasan tersendiri.

 

Sementara, mereka yang masuk dalam “kelompok mandi pagi” pasti juga memiliki keyakinannya

Tentu saja, mandi pagi membangkitkan semangat di hari yang baru.

Kita dapat memulai hari dalam keadaan yang terasa lebih segar.

Kita tak akan berlama-lama berselimut handuk, dan menjadikan hari kita tak produktif.

Kita tak perlu “membuang waktu” santai kita di malam hari dengan repot-repot berdiri di bawah “shower“.

Mandi di pagi hari merupakan pilihan yang paling tepat, apalagi setelah melewati istirahat malam yang panas dan berkeringat.

Jadi, mana yang terbaik ya?

Kedua pilihan di atas datang dengan alasannya masing-masing. Mau menghabiskan waktu malam kita dengan lebih santai?

Atau, mandi di pagi hari? Meski kita harus merelakan waktu tidur menjadi lebih pendek 15 menit, belum termasuk waktu untuk mengeringkan rambut.

Pertimbangannya terdengar amat sederhana, tapi kedua pilihan itu pasti memiliki “pengikutnya” masing-masing.

Apakah memilih dua-duanya menjadi pilihan terbaik? Itu pun tak mudah untuk dikatakan, semuanya bergantung pada kita sendiri.

Selain itu apakah mandi air dingin bisa tutunkan berat badan?

Terlepas dari manfaatnya, mandi air dingin memiliki banyakt kesehatan.

Sebut saja  dapat  membantu mengatasi depresi dan kecemasan, mengurangi rasa sakit pada otot, membangun kekebalan tubuh, dan meningkatkan metabolisme.

Bagaimana dengan penurunan berat badan?

Memang ada klaim ilmiah yang mengatakan mandi air dingin bisa menurunkan berat badan.

Suhu dingin telah berulang kali terbukti meningkatkan aktivasi lemak coklat yang membakar energi tubuh.

Tubuh manusia mengandung dua jenis lemak, lemak putih dan lemak coklat.

Tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak putih. Lemak ini tidak digunakan untuk energi.

Sementara, lemak cokelat adalah lemak yang membakar kalori untuk menjaga tubuh kita hangat dan diaktifkan bila terkena dingin yang ekstrem.

Dalam sebuah penelitian di Harvard, orang yang menghabiskan sepuluh hari berturut-turut di kamar yang didinginkan sampai enam belas derajat celcius, secara signifikan meningkatkan tingkat aktivitas lemak coklat.

Orang-orang yang memiliki jumlah lemak coklat lebih tinggi memiliki indeks massa tubuh lebih rendah.

Demikian penjelasan yang dilansir dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine.

Menurut Nitin Kumar, spesialis obesitas dan spesialis berat badan di HSHS Medical Group, bayi cenderung memiliki kadar lemak coklat tinggi.

Namun, seiring bertambahnya usia, tingkat lemak coklat itu menurun.

Itulah hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation.

Meski begitu, para ahli tidak menyarankan hal tersebut.

“Saya belum melihat ada penelitian yang menunjukkan keberhasilan penurunan berat badan dengan mandi di bawah shower dingin,” kata Spencer Nadolsky.

Nadolsky adalah seorang dokter kesehatan keluarga bersertifikat American Board of Obesity Medicine, dan penulis The Fat Loss Prescription.

“Banyak yang menggembar-gemborkan ini sebagai revolusioner, tapi sebenarnya tidak.”

“Mandi air dingin setiap hari saja sudah cukup bagus, tidak perlu menyiksa diri,”  kata Kumar.

Namun tak ada salahnya jika Kamu hendak mencoba. Pastikan Kamu merasa aman saat melakukannya.

“Coba ini hanya jika Kamu tidak keberatan dengan ketidaknyamanan atau benar-benar menikmatinya,” kata Nadolsky.

Juga, jika ada bagian yang mati rasa atau kulit berubah putih atau ungu, hentikan. Begitu pun ketika pernapasan melambat atau menjadi sulit.

Sebab, bila dilakukan dengan cara yang tidak aman, ada risiko hipotermia dan frosbite atau radang dingin. Jaringan tubuh membeku dan rusak oleh paparan suhu rendah.

Frosbite umumnya terjadi pada tangan, kaki, hidung dan telinga. Frosbite bisa menjadi luka yang sangat serius, dan memakan waktu beberapa minggu untuk pulih.

Komentar