Malas Beraktifitas Fisik Punya IQ Tinggi?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 11 Agustus 2016 | 08:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah studi mengejutkan datang dari peneliti di The Florida Gulf Coast University yang menyimpulkan, mereka yang  bermalas-malasan melakukan aktivitas fisik merupakan mereka  dengan tingkat kepintaran atau IQ  lebih tinggi.

“Ini kecenderungan yang riel,” tulis laman situs  Independent, Kamis, 11 Agustus 2016, mengutip hasil studi peneliti yang telah melakukan serangkaian tes pada sekelompok mahasiswa untuk mengetahui level kemampuan kognitif mereka.

Tes tersebut terdiri dari beberapa pertanyaan seperti menakar kenyamanan mereka dalam melaksanakan tugas tertentu, dan seberapa banyak menggunakan pikiran mereka dalam memecahkan masalah.

Selain itu, para peneliti memantau aktivitas kelompok pemikir dan non-pemikir ini selama tujuh hari dengan sebuah perangkat yang ditempatkan di pergelangan mereka.

Alat tersebut akan mengirimkan sinyal dan menampilkan tingkat aktivitas fisik para partisipan. Penelitian ini dilakukan selama hari kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pemikir, yang ditandai dengan tingkat kepintaran lebih tinggi, memiliki tingkat aktivitas fisik yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok non-pemikir.

Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology tersebut juga menemukan bahwa ketika memasuki akhir pekan, nilai aktivitas kedua kelompok tak jauh berbeda. Para peneliti belum mengetahui penyebab kejadian ini.

Penelitian yang dipimpin oleh Todd McElroy berasumsi bahwa kelompok non pemikir melakukan aktivitas fisik lebih banyak karena mudah bosan bila tak melakukan kegiatan apapun.

Namun di satu sisi, bagi mereka yang pintar dan lebih sering menggunakan pikiran mereka menghadapi ancaman terkait dengan dampak negatif dari kurangnya beraktvitas secara fisik.

Para peneliti beranggapan bahwa kelompok pemikir lebih gemar untuk berpetualang dalam imajinasi dan pikiran mereka ketika tak melakukan kegiatan apapun, dibandingkan harus menggerakkan anggota tubuh.

McElroy mengatakan bahwa harus ada pendorong bagi kaum intelektual untuk melakukan lebih banyak aktivitas fisik.

Meskipun demikian British Psychological Society menyebut bahwa kelompok intelektual umumnya akan lebih banyak terlibat dalam aktivitas fisik jika mereka punya kesadaran pribadi.

“Pada akhirnya, sebuah faktor penting yang lebih banyak membantu kelompok pemikir untuk menghadapi rendahnya aktivitas fisik mereka adalah kesadaran pribadi” tulis British Psychological Society.

“Kesadaran kecenderungan menjadi kurang aktif, ditambah dengan kesadaran akibat dari kurang bergerak, akan membuat lebih banyak kelompok pemikir ini jadi lebih aktif di masa depan.”

Biasanya hal pertama yang dilakukan orang ketika sampai di kantor adalah membuat kopi. Tujuannya, biar tak cepat lelah dan pastinya agar tak ngantuk selagi kerja.

Selain itu  pernahkah Anda berpikir mengapa pagi hari Anda selalu diawali dengan rasa ngantuk dan lelah?

Kalau begitu, coba salahkan malam sebelumnya.

Mengutip Mens Health, coba ingat kembali, apa yang Anda lakukan saat berbaring di tempat tidur?

Seharusnya Anda tertidur, tapi kebanyakan orang sekarang ini justru main ponsel di ranjang. Jangan salahkan ponselnya, tapi salahkan diri sendiri yang menghabiskan waktu sampai 20 menit main ponsel di ranjang.

“Seharusnya di ranjang itu tidur,” kata Raj Dasgupta, MD,anggota dari American Academy of Sleep Medicine.

“Jika Anda ada di ranjang, itu berarti Anda membiarkan otak untuk merasakan kalau itu adalah waktunya tidur dan bukan memulai hari.”

Lebih buruk lagi, dia mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi sampai Anda jatuh tertidur. Jika momen main ponsel di ranjang ini – dari 10 menit berubah jadi 1 jam- maka Anda akan terbangun dalam momen REM.

Terbangun dari tahap tidur yang dalam ini akan membuat Anda merasa lebih lelah sepanjang hari. Bahkan ini artinya, Anda akan merasa lebih lelah dibanding orang yang hanya tidur sebentar.

Beberapa alat pencatat olahraga adalah motivasi Anda untuk rajin berolahraga. Namun Dr Dasgupta mengungkapkan, jika Anda menggunakan alat tersebut untuk mencatat waltu tidur, Anda mungkin akan merasa lebih lelah.

Ini tak berarti kalau alat kesehatan tersebut tak bisa membantu Anda tidur lebih baik. Namun ketika orang melihat skor tidur mereka yang buruk, maka mereka mulai menjadi lebih stres.

“Anda akan berpikir ‘Saya akan punya hari yang buruk’ dan ‘Semuanya tidak berjalan dengan baik hari ini karena tidur saya kurang’,” katanya.

Pernah merasakan bangun pagi dengan aroma mulut yang tak sedap? Penyebabnya adalah dehidrasi.

Saat Anda tidur, tubuh akan tetap menyerap cairan yang masuk dalam tubuh di hari itu. Ini artinya, selama delapanjjam Anda akan kehilangan cairan tubuh tanpa adanya asupan air tambahan. Jika Anda tak kembali menghidrasinya, level energi Anda akan terkuras.

Penelitian dari University of Connecticut’s Human Performance Laboratory menunjukkan bahwa sebenarnya dehidrasi ringan saja sudah akan menyebabkan Anda lelah dan sensitif. Minumlah sebelum Anda tidur.

Mengutip Mayo Clinic, olahraga pagi akan membuat tubuh penuh dengan hormon endorfin, selain itu juga akan secara simultan menyampaikan ekstra oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh.

Ekstra oksigen yang masuk dalam jaringan berarti bahwa jantung dan paru-paru akan bekerja lebih optimal. Hasilnya, Anda juga akan berenergi.

Penelitian membuktikan bahwa orang yang mengalami kekurangan vitamin D akan memiliki masalah kelelahan yang serius.

Komentar