Makanan Yang Bisa Bikin Cepat Terlelap

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 November 2017 | 10:32 WIB

Dibaca: 0 kali

 

Anda mengalami kesulitan tidur?

Kalau iya, Anda perlu tahu makanan apa yang harus diasup untuk mempercepat vproses terlelap itu.

Seperti ditulis laman “reader’s digest” peneliti dari American Academy of Sleep Medicine merilis sebuah studi  pemilihan makanan yang tepat untuk mengatasi problem tidur itu.

Untuk melihat jenis makanan yang tepat tersebut, peneliti dari Columbia University Medical Center mengobservasi pola tidur dari dua puluh enam orang dewasa selama lima malam.

Ya, kesulitan tidur memang masalah besar. Meski sudah mematikan lampu kamar, jauh dari kafein, dan menghindari layar ponsel, tapi Anda masih sulit terlelap di malam hari?

Ternyata kunci utama cepat tidur terletak pada pilihan jenis makanan yang dikonsumsi saat makan malam.

Menurut penelitian itu, empat malam pertama, partisipan diberikan makanan rendah lemak dan tinggi protein, lalu peneliti mengobservasi pola tidurnya.

Di malam terakhir, partisipan bebas mengonsumsi makanan apa saja yang mereka sukai, lalu peneliti mengobservasi pola tidurnya lagi.

Hasil studi yang telah dipublikasikan di Journal of Clinical Sleep Medicine itu lantas menunjukkan bahwa pilihan makan berperan besar dalam kualitas tidur individu.

Saat mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi protein, peserta studi dapat terlelap dalam waktu tujuh belas menit saja.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan pilihan makan sepuasnya di hari terakhir, di mana menghabiskan hampir dua kali lipat waktu atau sekitar tiga puluh  menit untuk bisa terlelap.

Ternyata, peneliti menemukan, makanan tinggi gula dan lemak itu tidak hanya membuat tubuh sulit tertidur, tapi juga membuat tubuh sering terbangun di malam hari.

“Fakta dari studi ini adalah bahwa pola makan dan kualitas tidur saling berpengaruh untuk menghasilkan gaya hidup yang baik,” ujar peneliti dr. Nathaniel Watson

Namun, ada pula yang mengatakan jika orang yang baru tidur saat menjelang dini hari termasuk ke dalam insomnia.

Pola tidur seperti ini dikategorikan sebagai gangguan irama sirkadian.

Irama sirkadian merupakan irama tubuh yang disamakan dengan perputaran bola dunia. Di mana siang hari digunakan untuk bekerja, sedangkan malam untuk tidur.

Tidak seperti insomnia yang tidak bisa tidur, gangguan irama sirkadian adalah tidak ingin tidur karena melakukan satu aktivitas misalnya game atau bekerja.

Saat ia ingin tidur, siklus tidurnya bisa berjalan dengan normal dan kemungkinan tidak terjadi efek ketika bangun keesokan harinya.

Meski kebutuhan tidurnya terpenuhi, gangguan irama sirkadian juga memiliki efek. Mereka yang mengalami gangguan ini tidak akan mendapatkan manfaat tidur malam.

Jadi, menurut Astuti, sebaiknya tetap gunakan waktu tidur di malam hari untuk tidur.

Itu bisa diprogram. Yang penting tidur dahulu dua hingga tiga jam kemudian bangun kemudian kerja kembali, itu sudah terpenuhi kebutuhan tidurnya.

Kualitas kerja pun jadi bagus, daripada memaksakan tidak tidur.

Bagaimana pun otak memiliki nilai ambang lelah. Jika dipaksakan dampaknya adalah banyak terjadi kecelakaan.

Komentar