Makanan Diet Ketika Salah Memilih

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 Mei 2016 | 10:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Makanan untuk diet?

Ya. Dan ketika Anda  datang ke restoran, memilih menu yang tepat untuk dikonsumsi di antara deretan pilihan mungkin akan terasa membingungkan.

Beberapa orang bahkan cenderung menghindari jenis menu tertentu demi menjaga asupan kalorinya.

Seperti ditulis WebMD, Selasa, 17 Mei 2016, bila Anda tergolong penjaga asupan kalori, maka beberapa makanan berikut ada baiknya dihindari.

Pertama “buffalo chicken salad” Paduan salad, potongan ayam goreng, kemudian diberi bumbu saus keju akan sangat menggoda untuk dilahap ketika bersama teman-teman di restoran.

Namun, menu ini dapat mengandung kalori  tinggi dengan kandungan lemak sebesar

Kandungan kalori yang dimiliki oleh menu ‘tampak sehat’ ini setara dengan es krim bercampur kepingan kue coklat.

Anda makan roti panggang ala Prancis berbalur mentega kemudian diberi potongan daging asap akan benar-benar membuat air liur bergejolak.

Namun ada baiknya memilih makanan ini sebelum makan siang, seperti pada waktu brunch.

Menu jenis ini dapat mengandung kalori dengan lemak jenuh dan sodium. Ketika pilihan menu ini dipilih sebelum makan siang, setidaknya masih dapat menyisakan jatah kalori untuk makan malam.

Bagaimana dengan nasi goreng sayur?

Nasi goreng banyak menjadi andalan orang ketika bingung memilih menu di restoran yang mudah diterima lidah.

Agar terlihat lebih ‘sehat’ dan bukan cuma karbohidrat, sebagian memilih nasi goreng ‘vegan’ yang mengandung banyak sayuran.

Ada baiknya, pilih kombinasi sayuran rebus dengan nasi merah setengah porsi. Kemudian, minta saus dipisah agar dapat mengendalikan asupan sodium.

Pasta dengan siraman saus carbonara memang menggoda selera bagi pecinta makanan olahan Italia.

Ditambah dengan potongan ayam panggang dan udang, pantas rasanya banyak memilih menu ini untuk makan malam.

Kandungan lemak pada menu pasta carbonara ini setara dengan enam buah donat dengan gula di atasnya.

Satu pilihan lagi yang biasa hadir saat nongkrong di cafe atau restoran adalah pizza, apalagi dengan taburan topping sosis.

Lelehan keju ditambah gurihnya roti serta sosis yang ada dapat membuat suasana cengkrama menjadi lebih menyenangkan.

Namun pernahkah merasa lebih cepat kenyang ketika mengonsumsi pizza dengan sosis?

Kandungan kalori tersebut sebenarnya cukup untuk satu hari.

Maka rusaklah diet Anda bila mengonsumsi pizza di kala malam. Untuk pilihan lebih baik, pilih pizza dengan bantalan lebih tipis dan lupakan sosis.

Sebagian orang sadar bahwa club sandwich mengandung banyak kalori. Maka mereka menyiasati dengan menghindari daging seperti bacon, atau menggunakan ayam tanpa lemak.

Sebagai alternatif, ada baiknya menggunakan daging kalkun satu lapis saja. Kemudian perbanyak kandungan sayur atau irisan alpukat untuk memperkaya rasa.

Kentang goreng ibarat ‘makanan nasional’ ketika nongkrong di bar, cafe, atau menunggu menu restoran tersaji.

Namun, seperti yang sudah banyak diketahui, kentang goreng mengandung banyak kalori. i. Porsi kecil lebih baik dibandingkan pulang dengan tambahan lemak baru di tubuh.

Makanan berukuran kecil mungkin terlihat tidak akan mengancam keseimbangan diet dan asupan kalori dalam sehari.

Solusinya, baiknya jangan mengonsumsi seluruh porsi, cukup satu atau dua slider saja.

Nah. Selain itu pernahkah Anda mendengar tentang diet bebas gluten?

Diet yang mengonsumsi makanan bebas gluten atau protein pada gandum tersebut tengah menjadi tren di Amerika Serikat.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di the American Journal of Gastroenterology, diketahui  warga Amerika mulai menerapakan diet bebas gluten  secara ketat.

Mengonsumsi makanan bebas gluten juga telah menjadi gaya hidup di Negeri Paman Sam.

Diet bebas gluten biasanya dilakukan oleh mereka yang mengalami celiac disease . Penyakit ini terkait dengan imunitas seseorang yang sensitif terhadap protein pada gandum, rye, dan barley.

Kondisi CD memaksa seseorang menghindari beragam makanan atau minuman yang berisiko mengandung gluten seperti pada olahan gandum.

Bagi penderita CD, memeriksa bahwa makanan mereka bebas gluten amatlah penting.

Norelle Reilly dari Divisi Pediatric Gastroenterology and the Celiac Disease Center Columbia University Medical Center, New York, menyatakan telah terjadi kesalahpahaman tentang diet bebas gluten di masyarakat.

“Terlepas dari masalah kesehatan, orangtua kadang memberlakukan diet bebas gluten pada anak mereka dengan harapan menurunkan gejala, dapat mencegah CD, atau sebuah alternatif sehat tanpa uji terhadap CD terlebih dahulu, atau berkonsultasi dengan ahli nutrisi,” kata Reilly seperti yang dirilis Journal of Pediatric.

Menurut Reilly, GFD yang dilakukan oleh orang tanpa CD atau alergi gandum tidak membawa manfaat apapun.

Bahkan, cenderung meningkatkan konsumsi lemak dan kalori. Imbasnya, pelaku diet bebas gluten malah akan mengalami kekurangan nutrisi.

Banyak dari orang yang menerapkan GFD menganggap bahwa gluten adalah racun.

Bimbingan yang dilakukan oleh ahli nutrisi kepada sekelompok kecil pasien menemukan bahwa diet bebas gluten memang membawa dampak kesehatan dan peningkatan kualitas hidup, pada penderita penyakit celiac.

Namun, tindakan tersebut tidak terbukti ilmiah pada anak tanpa diagnosis CD atau alergi gandum terlebih dahulu.

“Orangtua harus diberi penyuluhan tentang konsekuensi dari aspek keuangan, sosial, dan gizi dari penerapan diet bebas gluten yang tidak perlu,” kata Reilly.

Ia juga menyarankan kepada penyedia layanan kesehatan mengalihkan anggaran dari penerapan diet bebas gluten menjadi edukasi pasien dan orangtua terkait gluten.

Komentar