Makan Tengah Malam Bisa Ganggu Jantung

Penulis: Darmansyah

Selasa, 13 November 2018 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Studi terbaru menunjukkan, makan larut malam mungkin memiliki dampak buruk pada kesehatan jantung.

Penelitian ini dipresentasikan di pertemuan tahunan Asosiasi Jantung Amerika yang berlangsung di Chicago

Menurut Nour Makarem yang seorang penulis utama dan postdoctoral kardiologi di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, kebanyakan masyarakat AS memiliki kebiasaan begadang.

Ketika begadang, manusia cenderung mengonsumsi makan berat hingga larut malam.

Kemudian jam tidur tidak tercukupi. Hal inilah yang diduga kuat dapat memainkan peran dalam memicu obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Untuk membuktikannya, mereka menggunakan database Studi Kesehatan Masyarakat Amerika Hispanik dan Amerika Latin.

Mereka kemudian mengamati ribuan data responden

Dilansir Live Science,  Tim Makarem melihat catatan di mana peserta melaporkan kebiasaan makan dan membandingkannya dengan informasi tekanan darah dan gula darah.

Ternyata, lebih dari separuh peserta yang didata mengonsumsi tiga puluhh persen atau lebih kalori harian setelah jam 18.00 petang.

Jika dibandingkan dengan peserta yang makan kurang dari tiga puluh persen kalori harian setelah jam enam petang, kesehatannya lebih buruk.

Tim ahli menemukan, mereka memiliki kadar gula darah puasa yang tinggi (ukuran jumlah gula dalam darah ketika seseorang tidak makan dalam hitungan jam), tingkat insulin yang tinggi, dan tekanan darah lebih tinggi.

Menurut Mayo Clinic, tingkat gula darah puasa yang tinggi dapat menjadi tanda pradiabetes.

Studi ini memang hanya menemukan hubungan antara waktu makan dan risiko kesehatan, bukan membuktikan kaitan sebab-akibat.

Namun, Makarem menduga hubungan antara keduanya mungkin disebabkan oleh adanya masalah yang muncul ketika jam tubuh tidak sinkron dengan lingkungan.

“Hampir setiap sel dalam tubuh dapat memberi tahu waktu, mengikuti siklus dua puluh empat jam. Sebagian kecil dari otak yang disebut nukleus suprachiasmatic berfungsi sebagai jam utama tubuh, menerima isyarat cahaya eksternal (idealnya dari matahari) dan menetapkan sisa jam di sel-sel tubuh yang sesuai, memberitahu orang-orang kapan harus bangun, tidur, dan makan,” kata Makarem.

“Jam-jam ini diatur oleh paparan cahaya terang, tetapi juga oleh perilaku, terutama sinyal makanan,” imbuhnya.

Sebenarnya, makkan tengah malam mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang, terutama bagi orang yang sering pulang larut malam atau bagi orang yang terbiasa begadang.

Tidur larut malam kadang membuat Anda merasa lapar dan ingin makan. Banyak orang berkata bahwa jika tidak ingin gemuk sebaiknya jangan makan jika sudah mendekati tengah malam. Namun, benarkah hal itu?

Para ahli gizi berpendapat bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli kapan Anda makan. Yang menyebabkan kenaikan berat badan adalah asupan kalori yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar oleh tubuh.

Seperti dilansir dari WashingtonPost, Kelly Allison dari University of Pennsylvania School of Medicine’s Center for Weight and Eating Disorders mengatakan bahwa banyak penelitian tentang makan di malam hari yang melibatkan hewan, pekerja shift malam, dan orang yang mempunyai night eating syndrome.

Penelitian-penelitian ini cenderung menunjukkan bahwa makan pada malam hari membuat tubuh menyimpan kalori dari makanan tersebut dalam bentuk lemak daripada membakarnya, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan.

Banyak alasan yang melatarbelakangi orang makan di malam hari, bisa karena memang lapar, bisa juga karena sekadar ingin melampiaskan rasa bosan atau stress.

Banyak juga yang tidak sadar bahwa ia sudah memakan banyak makanan saat malam hari karena terlalu asyik makan sambil bermain game, internetan, atau menonton film.

Biasanya makanan yang dipilih adalah yang mengandung tinggi kalori, seperti snack dalam kemasan, biskuit, coklat, atau permen.

Seperti dilansir dari health.com, Satchin Panda, Profesor di Regulatory Biology Laboratory The Salk Institute in La Jolla, California menjelaskan yang terjadi pada tubuh saat tubuh menerima asupan makanan di waktu tengah malam. Di malam hari, tubuh ternyata membakar lemak saat tidur.

Glikogen dalam tubuh diubah menjadi glukosa dan dilepaskan ke aliran darah untuk menjaga kadar gula darah tetap normal saat tidur. Ketika cadangan glikogen habis, hati akan membakar sel lemak untuk dijadikan energi.

Tubuh membutuhkan waktu beberapa jam untuk melakukan proses tersebut sampai cadangan glikogen terpakai. Sehingga, jika Anda makan larut malam dan paginya Anda juga sarapan, tubuh tidak mendapatkan kesempatan untuk membakar lemak karena Anda sudah mulai mengisi cadangan glikogen lagi.

Panda juga menambahkan bahwa tidak makan setidaknya selama dua belas jam di malam hari dapat memberikan tubuh Anda waktu untuk membakar semua cadangan glikogen yang ada dan juga lemak setiap malam.

Mungkin itulah sebabnya ketika Anda sering makan tengah malam dekat dengan waktu tidur, Anda dapat mengalami kenaikan berat badan.

Selain itu, aktivitas yang Anda lakukan di malam hari tentu sangat sedikit sehingga jika Anda makan sebelum tidur, tubuh tidak langsung mengubah makanan yang Anda makan menjadi energi, melainkan akan menyimpannya sebagai cadangan energi.

Makan di malam hari dan dekat dengan waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan juga gangguan tidur. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan saat Anda makan tengah malam dan setelah itu langsung tidur, antara lain:

Gangguan asam lambung alias heartburn atau GERD terjadi  ketika asam lambung naik ke esofagus setelah makan dan menyebabkan rasa panas atau terbakar di sekitar dada.

Tidur setelah makan dapat memicu hal ini terjadi. Untuk mencegah naiknya asam lambung, sebaiknya tidak makan makanan yang pedas dan yang mengandung lemak serta asam yang tinggi pada malam hari.

Komentar